Siapkah Pemerintah Melaksanakan Kuliah Gratis?


MutiaraUmat.com -- Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia (Nelson Mandela). 

Pernyataan di atas cukup menggambarkan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi keberlangsungan sebuah negara. Pendidikan akan menjadi jembatan penerus bangsa.

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, pemerintah akan memberikan pendidikan gratis. Sebelumnya sudah ada program pemerintah yaitu makan bergizi gratis. Pada pelaksanaannya ternyata banyak mengalami masalah. Mulai dari dananya, penyediaan bahan, proses produksi sampai pada pendistribusiannya. Bahkan efek keracunan akibat kelalaian lembaga penyedia MBG tersebut.

Saat ini, pemerintah tidak punya solusi yang jitu dalam menangani masalah-masalah tersebut. Sekarang ditambah lagi dengan wacana baru "kuliah gratis". Apakah pemerintah sudah siap dalam pelaksanaannya?

Mendengar kuliah gratis di tengah komersialisasi pendidikan di setiap lininya, memang merupakan angin segar bagi masyarakat. Rakyatlah yang merasakan himpitan finansial hidup yang semakin berat. Semua orang mengeluhkan kondisi yang di luar kendalinya.

Tapi kita lihat faktanya secara nyata. Dari manakah dana program kuliah gratis itu? Karena kemungkinan besar, tetap bergantung pada APBN. Dan otomatis APBN saat ini, pemasukan terbanyaknya dari pajak, sedangkan pajak ditarik dari masyarakat. 

Kalau kita lihat pola di atas, sebenarnya semua program gratis pemerintah itu "bukan benar-benar gratis", karena uangnya ditarik dari masyarakatnya lewat pajak. Jadi masyarakat tetap membayar sendiri, tetapi tidak terlihat secara langsung. Kuliah gratis ini hanya kulitnya saja, isinya tetap. Tidak ada perubahan nyata untuk memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat. Hal ini terjadi karena kita masih tetap di sistem yang rusak. Yaitu sistem sekuler kapitalis. 

Dilansir dari kompas.com (24/9/2026), bahwa kondisi perekonomian sekarang menurun. Terbukti dengan makin menyusutnya subsidi pemerintah, terutama untuk mahasiswa PTN - BH selama satu dekade terakhir ini. Bagaimana mungkin untuk menggratiskan pada jenjang pendidikan dasar, menengah, atas, dan tinggi?

Selain itu, banyak problem lain dalam aspek pendidikan yang makin rumit. Karena tidak adanya solusi jitu untuk penyelesaian tuntas. Banyak juga ketimpangan program-program dalam sistem pemerintahan sekarang. Seperti program MBG namun disisi lainnya banyak gedung sekolah yang hampir roboh tidak mendapatkan dana renovasi.

Hal ini sangat kontradiktif dengan sistem Islam. Dalam mengatasi dan mencari solusi terbaik untuk segala masalah dalam kehidupan umat. Sejatinya dalam IsIam : Pendidikan adalah kewajiban negara (Khilafah) yang disediakan secara gratis untuk seluruh warga negaranya tanpa syarat kemampuan fiskal tahunan. Dimana sumber pembiayaannya berasal dari Baitul Mal dan semuanya dilaksanakan dengan menerapkan hukum-hukum syariat secara kaffah.

Contoh pada masa kekhilafahan bahwa pendidikan itu urgensi, karena segala aspek kehidupan butuh ilmu untuk menjalankannya. Seperti penugasan Khalifah kepada Abu Yusuf dalam penyusunan Kitab Al-Kharaaj, dimana negara berkepentingan menata sistem keuangan yang lebih baik untuk mengatur distribusi harta di tengah masyarakat. 

Semua hal diatas dapat terwujud apabila diperjuangkan oleh umat bersama partai politik Islam ideologis. Sehingga kehidupan yang hakiki bisa terwujud. Aamiin. 

Wallahu a'lam bishshawab.[]


Intan
(Pegiat Dakwah)

0 Komentar