Khilafah, Alamat Kiamat Para Pemimpin Imperialis Barat

MutiaraUmat.com -- Memasuki awal tahun 2024, narasi Khilafah kembali menjadi perbincangan panas di media sosial. Tidak mengherankan, mengingat 2024 adalah momentum 100 tahun runtuhnya Khilafah. Sekaligus menandai akan lahirnya Sang Mujaddid, sosok pembaharu yang diyakini mampu merekonstruksi sistem kehidupan yang rusak dengan bangkitnya kekuatan Islam setiap 100 tahun sekali.
 
Di tengah hingar bingar itu, narasi sesat terkait bahaya kebangkitan Khilafah terus bergulir, mulai dari kalangan politisi hingga akademisi. Mohammad Iqbal Ahnaf, akademisi dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada bahkan tak segan melontarkan ujaran yang mendiskreditkan Khilafah.  

Ahnaf mengingatkan adanya potensi ancaman dari ideologi transnasional yang menawarkan Gagasan Khilafah. Menurutnya, gagasan tersebut ibarat panacea, obat dari segala penyakit yang khasiatnya diyakini mampu menyembuhkan kekecewaan, ketidakadilan, dan segala emosi negatif. Sehingga menurutnya, bagi beberapa masyarakat hal tersebut jelas menggiurkan.

Stigma buruk terhadap ide Khilafah
tidak lain adalah bentuk monsterisasi ajaran Islam. Spirit ini sekaligus upaya nyata terstruktur yang sengaja digencarkan para pembenci Islam untuk mengaburkan dan menguburkan sejarah Islam yang gemilang.

Berlomba-lomba Menjegal Khilafah

Upaya jahat membendung kebangkitan Islam dan tegaknya Khilafah bukanlah sekadar jargon. Jauh sebelumnya, konspirasi licik menjegal Khilafah terbaca jelas dari pernyataan para pemimpin Imperialis Barat dari waktu ke waktu. 

Pada Desember 2002, Presiden Rusia Vladimir Putin mulai menyebarkan narasi busuknya tentang Khilafah, "Terorisme Internasional telah mengumumkan peperangan atas Rusia dengan tujuan merampas sebagian wilayah Rusia dan mendirikan Khilafah Islamiyah". Pada kesempatan itu Putin berbicara dalam sebuah acara dialog yang disiarkan secara langsung di sebuah stasiun televisi.

Pernyataan serupa juga dilontarkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada September 2005 Blair mengatakan, "kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari dunia Islam serta menegakkan Daulah Islam tunggal yang akan menjadikan syariat Islam sebagai hukum di dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam."

Sikap paranoid akan ide Khilafah dan kembalinya kebangkitan Islam juga ditunjukkan Presiden Amerika Serikat ke-43 George W. Bush. Pada tahun 2006 Bush pernah menyuarakan kegusarannya, "Khilafah ini akan menjadi imperium Islam yang totaliter yang akan melintasi negeri-negeri Muslim kini dan dulu, membentang dari Eropa hingga Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara."

Pada 2007 pernyataan serupa kembali dilontarkan Bush dalam pidatonya pada Konvensi Tentara AS Ke-89, bahwa sebagai bagian dari 'War on Terrorism', Bush menegaskan akan menyerang siapapun yang menginginkan pendirian Kekhilafahan Islam di Timur Tengah.

Senada dengan sejawatnya, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy pada tahun 2007 juga dengan tegas mengatakan bahwa tantangan dunia nomor satu adalah konfrontasi antara Islam dan Barat. Bahkan tanpa ragu dan malu Sarkozy mengakui bahwa tantangan itu berupa kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda, yang hendak merestorasi kembali Khilafah, yang menolak modernitas dan keberagaman. 

Sesungguhnya, baik Rusia, Amerika, Inggris dan Perancis tidak ada bedanya dalam berbagai kejahatan dan fitnah keji yang mereka alamatkan kepada Islam dan kaum Muslim. Konspirasi licik menjegal Khilafah tidak lain adalah aktualisasi kepentingan pengukuhan hegemoni mereka dalam konstelasi Politik Internasional. Sekaligus buah ketakutan akut mereka akan tegaknya Khilafah.

Ada Apa dengan Khilafah? Mengapa Ide Khilafah Ditakuti? 

Pertanyaan di atas jelas membutuhkan jawaban lugas dan tegas. Ya, jawaban itu tidak lain karena Khilafah adalah institusi pemersatu umat. Khilafah adalah pelindung dan perisai bagi umat Islam di seluruh dunia. Khilafah akan menjadi negara adidaya pertama dan satu-satunya di dunia yang akan melumat segala hegemoni dan kepongahan para Pemimpin Imperialis Barat.

Sudah menjadi rahasia umum, bagi Barat, gaung Khilafah ibarat lonceng kematian yang menyebabkan mereka diserang demam dan ketakutan. Ya, ketakutan akan lahirnya kekuatan besar yang akan menyingkap dan mengungkap kebusukan sistem kapitalisme sekuler Barat yang diadopsi dunia hari ini.

Sistem rusak ini bertanggung jawab atas krisis multidimensi dan berbagai malapetaka yang mendera di segala sisi kehidupan. Munculnya kekuatan dakwah ideologis yang lahir dari kesadaran umat akan pentingnya penerapan syariah dalam bingkai Khilafah inilah yang ditakuti Barat. 

Tidak diragukan lagi, gaung Khilafah yang kian menggema adalah alamat kiamat yang terpantul jelas di telinga para pemimpin Imperialis Barat. Seruan yang dulu dianggap mustahil, kini berbalik memukul kepala mereka yang tumpul iman. Meninggalkan setumpuk kerut di wajah munafik mereka, serta menghunjamkan beribu ketakutan di hati mereka yang membatu. Pantas mereka rela menanggalkan tidur malam, demi menjegal munculnya kembali kekuatan global umat Islam; Khilafah Islamiyah.

Jika kaum kafir saja sebegitu yakin akan tegaknya Khilafah, lantas mengapa anda yang Mukmin justru masih ragu memperjuangkannya? Sungguh Khilafah Islamiyah pasti akan tegak kembali atas izin Allah SWT meskipun orang-orang kafir, fasik dan munafik berusaha menghalang-halangi. Tidak ada satu pun makhluk Allah di muka bumi ini yang sanggup menghalangi datangnya janji Allah dan membendung terbitnya fajar Khilafah yang kedua. Allahu Akbar!.[]

Oleh: Amnina el Humaira 
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar