Gen Z dan Segala Masalahnya Hari Ini


MutiaraUmat.com -- Pada saat ini gen Z mulai terhimpit berbagai tekanan hidup, baik tekanan ekonomi, budaya hedonis, dan krisis tujuan hidup. Hal ini disebabkan karena kebanyakan Gen Z saat ini sulit untuk diajak berpikir, sehingga kesulitan untuk memecahkan masalah ketika berada dalam permasalahan hidup. Karena setiap ada masalah tidak pernah berdiskusi kepada orang lain hanya smartphone sebagai teman dalam hidupnya. Seolah-olah jika tidak memengang smartphone tidak ada teman. Dan sebagai orang tua seharusnya memahami bagaimana karakter gen Z saat ini dan jangan selalu menyalahkan orang lain.

Lebih dari 48% Gen Z menyatakan tidak merasa aman secara finansial. Di tengah tekanan ekonomi, alokasi belanja Gen Z untuk self-reward, healing, dan gaya hidup justru terus meningkat karena dianggap kebutuhan emosional, bukan sekadar kemewahan. Pada saat ini kebutuhan ekonomi Gen Z itu sangat tinggi dan harus terpenuhi dan jika tidak terpenuhi mereka akan marah, bahkan marah kepada orang tua. Jika tidak seperti itu, terkadang mereka bisa menghalalkan segala cara sampai-sampai ada juga yang rela menjual diri.

Sistem Kapitalisme telah menciptakan tekanan ekonomi yang sangat menghimpit bagi Gen Z, di mana biaya hidup terus naik sementara gaji stagnan. Sedangkan, keberadaan negara malah lepas tangan dari kewajibannya untuk menjamin kebutuhan dasar rakyatnya. Akhirnya generasi muda berjuang sendiri untuk mencari makan. Bahkan demi sesuap nasi saja, pemuda saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya.

Begitu pula kesempatan memperoleh pekerjaan juga sangat sulit. Selain kecilnya peluang lapangan pekerjaan, kasus jual beli perkejaan juga marak. Siapa yang mampu membayar dia yang bisa mengisi posisi itu apalagi posisinya bidang keuangan harganya sudah berbeda.

Tekanan ekonomi itu diperparah oleh gaya hidup sekuler liberal yang menjadikan self-reward, healing, dan konsumsi hedonis sebagai "solusi" pelarian. Media sosial juga terus mencekoki generasi dengan tren popular yang memicu FOMO dan budaya belanja impulsif. Gen Z saat ini tidak mau belanja dipasar maunya di minimarket ataupun supermarket karena tempatnya sejuk dan nyaman bagi pengunjung walaupun harga barang di situ agak mahal sedikit.

Selain itu Gen Z saat ini gaya hidupnya tinggi mereka hanya hidup berfoya-foya dan setiap meminta sesuatu dibelikan oleh orang tua walaupun uang yang dibuat beli tadi uang pinjaman. Tidak melihat bahwa barang itu sudah layak atau belum untuk anak-anak seusia anak mereka.

Di balik itu semua, ada krisis yang lebih dalam, yakni Gen Z tidak memahami tujuan hidupnya. Sehingga, kebahagiaan diukur dari kenikmatan materi sesaat, bukan dari ridha Allah dan kemuliaan Islam. Semua kebutuhan mereka diukur dengan materi dan manfaat kalau materinya banyak berarti mampu dan yang materinya sedikit dianggap kurang mampu bagi kehidupan mereka. Dari sini sudah jelas bahwa sebagai makhluk Allah standar mereka hanya kebahagiaan dunia saja.

Itulah berbagai tekanan hidup yang dialami oleh gen Z. Terlebih saat ini akidah gen Z tidak terlalu kuat untuk menumpang banyak permasalahan yang ada di dalam hidupnya karena gen Z saat ini tidak mau berpikir mereka hanya menunggu untuk diperintah tidak bisa memegang kendali karena mereka hanya ingin diperintah.

Sistem hari ini jauh berbeda dengan sistem Islam dalam Negara Khilafah. Khilafah menjamin kebutuhan dasar seluruh rakyat melalui pengelolaan SDA dan memastikan lapangan kerja yang layak bagi setiap laki-laki, sehingga rakyat, termasuk Gen Z tidak akan berjuang sendiri.

Pada masa khilafah seorang wanita benar-benar dijaga dan dihormati. Dan orang-orang yang berpendidikan benar-benar terarah pola pikirnya dan semua merasa ada perlindungan dari negara. Dan negara memfasilitasi rakyat tidak pandang bulu. Semua mendapatkan hak yang sama. Semua umat merasa aman, nyaman, dan mendapatkan perlindungan yang sama.

Islam menutup pintu gaya hidup hedonis dan melindungi generasi dari paparan konten merusak seperti sekularisme kapitalisme dan turunannya. Media dalam khilafah akan diarahkan untuk edukasi dan meningkatkan ketakwaan rakyat. Keimanan dan ketakwaan selalu dijaga dan dilindungi oleh negara.

Dalam sistem khilafah umat betul-betul dijaga dan dilindungi, bahkan seorang wanita keluar dari rumah pun harus ada yang melindungi. Di sini setiap orang itu berhak mendapatkan pendidikan dan kesehatan dengan gratis tidak ada perbedaannya. Dan semua orang bisa melakukan penelitian dengan bebas tidak dibatasi oleh aturan-aturan yang membuat peneliti tersebut malah dipermasalahkan.

Islam telah membangun paradigma yang benar tentang hakikat hidup manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Dengan akidah yang kokoh, generasi muda akan kuat dalam menjalani kehidupan walaupun banyak lika-liku kehidupan dan banyak tantangan yang kita hadapi dan mereka bisa melewati tantangan dengan mudah dan dia bisa berpikir dengan baik, akan memiliki visi sebagai pembangun peradaban Islam.[]


Oleh: Harminah 
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar