Darurat HIV Ancaman bagi Generasi Masa Depan
MutiaraUmat.com -- Meningkatnya kasus HIV di kalangan remaja adalah peringatan keras untuk negara. Remaja yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa, kini justru menghadapi ancaman kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu di antaranya adalah akibat pengaruh lingkungan dan pergaulan bebas.
Berdasarkan data dari dinas kesehatan pemkab di Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang yang selama ini hidup bersama HIV. Berdasarkan data kumulatif hingga Juni 2026, sejumlah pelajar PAUD hingga SMA tercatat sebanyak 522 anak yang diketahui positif terinfeksi HIV. Menyikapi hal itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menilai edukasi seksual sejak dini penting dilakukan sebagai upaya mencegah perilaku seksual berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV. (KumparanNEWS, 24/7/2026)
Meningkatnya temuan kasus HIV semestinya menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi sosial yang memengaruhi kehidupan generasi muda. Akibat dari penerapan sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan, dapat mendorong generasi muda, kepada gaya hidup yang bebas tanpa landasan nilai agama yang kuat. Ketika pergaulan tidak lagi dibatasi oleh agama, beragam perilaku menyimpang akan semakin berkembang. Akibatnya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga pada moral, keluarga dan masa depan generasi muda.
Dalam sistem sekuler sangat jelas bahwa penanganan HIV cenderung berfokus pada aspek kuratif saja tanpa menyentuh akar persoalan. Salah dalam mendefinisikan akar permasalahan, maka solusi yang di ambil pun menjadi problematik tidak benar-benar mengatasi masalah. Upaya penanggulangan selama ini cenderung menitikberatkan pada pemeriksaan, pengobatan, dan edukasi seksual berbasis safe sex untuk mengurangi risiko penyakit menular maupun kehamilan yang tidak direncanakan. Sementara itu, pembinaan nilai agama, moral, dan karakter belum menjadi fokus utama. Akibatnya, remaja mungkin memahami risikonya, tetapi belum memiliki landasan nilai agama yang kuat untuk menghindarinya.
Islam membangun upaya pencegahan HIV melalui pengaturan pergaulan yang berlandaskan syariat. Islam tidak hanya mengindukasi bahaya penyakit, tetapi Islam juga mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan supaya selalu berada dalam batasan syariat Islam. Seperti, aturan menundukkan pandangan, kewajiban menutup aurat dengan pakaian syar'i, larangan berkhalwat, dan zina. Islam juga memberikan sanksi bagi seseorang yang melanggar hukum syarak sebagai sarana pencegahan dan sekaligus memberikan efek jera. Sehingga remaja memiliki landasan moral dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.
Dalam Islam pencegahan tidak hanya dibebankan kepada individu remaja saja, orang tua berperan penting dalam menanamkan akidah dan membentuk kepribadian Islam sejak dini. Anak diarahkan untuk memahami bahwa menjaga kehormatan dan kesehatan diri merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Begitu juga dengan masyarakat dan lingkungan sekolah harus turut menjaga pergaulan sehat. Sekolah tidak hanya memberikan pelajaran akademik tetapi juga harus membentuk karakter dan akhlak. Tidak hanya itu, Negara pun mempunyai tanggungjawab besar dalam menciptakan sistem yang melindungi generasi. Yaitu dengan memastikan pendidikan, media dan lingkungan sosial bebas dari pengaruh yang merusak generasi. Karena itu, menjaga generasi dari ancaman HIV bukan hanya tugas individu, melainkan tugas bersama, sebagaimana Allah telah berpesan dalam Al-Qur'an:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah...” (TQS. An-Nisa: 9)
Ayat ini menegaskan agar generasi dijaga supaya tidak menjadi generasi yang lemah. Dengan adanya landasan Iman yang kuat, dan lingkungan yang sehat akan melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia. Demikianlah, susah seharusnya negara dalam Islam bertanggung jawab terhadap pendidikan generasi. Tentunya semua terwujud dalam naungan institusi pemerintahan Islam yang menjadikan akidah Islam sebagai pondasinya.
Wallahu a’lam bishshawab.[]
Nurul Ma'rifatur Rohmah
Muslimah Peduli Generasi
0 Komentar