Majelis Umat, Majelis Aspirasi Rakyat dalam Islam
MutiaraUmat.com -- Belum genap setengah perjalanan masa kepemimpinan Prabowo Gibran, telah beberapa kali terjadi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa. Kritik yang diberikan tidak lain yakni terhadap program unggulan pemerintah (MBG). Namun, lebih dari itu rakyat juga menuntut ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi krisis energi yang meliputi listrik dan bahan bakar minyak. (Detik.com, 21/6/26).
Masyarakat hari ini sudah melek politik. Berani menyampaikan kritik atas kebijakan pemerintah, baik melalui forum offline atau media sosial. Banyak masyarakat yang saling memberikan pandangan atas kebijakan pemerintah atau isu yang tengah terjadi hari ini.
Namun, disisi lain pemerintah seolah bebal dan anti kritik. Pandangan kepedulian yang diberikan oleh rakyat tidak lantas memuat pemerintah berbenah. Mereka tetap memberikan narasi-narasi tandingan dengan tetap mempertahankan kebijakan zalim. Isu yang terjadi hari ini pun tidak ditanggapi serius pemerintah, terbukti bahwa solusi yang diberikan tidak pernah menyelesaikan akar masalah.
Apabila ditinjau secara lebih mendalam bahwa hubungan antara rakyat dengan penguasa hari ini sangat dipengaruhi oleh asas manfaat yang akan dengan mudah goyah ketika manfaat tersebut hilang. Di sisi lain, pemerintah dengan kekuasaannya dapat dengan mudah memaksakan kehendak dan kepentingan sekalipun tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Hal ini jelas membuktikan bagaimana sistem pemerintah saat ini adalah sistem pemerintah kapitalis yang hanya bersandar pada asas manfaat. Pemerintah tidak hadir untuk mengayomi rakyat, tetapi membuat kebijakan yang hanya akan mengenyangkan sebagian pihak, yakni pemilik kepentingan.
Sistem demokrasi yang lahir dari rahim kapitalisme meniscayakan kebebasan bersuara, tetapi di sisi lain mengekang dan melahirkan konflik kepentingan atas nama rakyat. Sistem kapitalisme dengan berbagai turunannya adalah sistem yang rusak, bahkan sejak dari awal keberadaannya.
Islam merupakan ideologi yang berasal dari al-khaliq, Allah janjikan akan menjadi rahmatan lil alamin jika diterapkan secara sempurna. Dalam pandangan Islam, hubungan antara rakyat dan penguasa diatur berdasarkan syariat Islam, bukan kepentingan dan manfaat. Penguasa adalah sosok bertakwa dan dia wajib menerapkan syariat Islam secara keseluruhan dan sempurna dalam setiap lini kehidupan.
Rakyat memiliki hak untuk memberikan suaranya yang difasilitasi melalui majelis ummat. Majelis umat merupakan wadah aspirasi bagi masyarakat dalam khilafah. Orang-orang yang terpilih sebagai majelis ummat akan menyampaikan pendapat masyarakat kepada khalifah dalam berbagai urusan. Tugasnya adalah syura (musyarawah) dan mengoreksi kebijakan penguasa (khalifah). Maka dalam hal ini majelis ummat tidak akan bisa disuap untuk meloloskan kebijakan zalim dan tidak pro rakyat.
Khalifah sebagai penguasa yang memiliki ketakwaan sebagai dasar kepemimpinan, bertugas untuk mendengarkan dan membuat arah kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyat selama tidak melanggar syariat. Maka dalam hal ini bisa dipastikan bagaimana sistem Islam melakukan penjagaan atas kekuasaan yang diberikan oleh rakyat kepada penguasa dengan penjagaan maksimal dan sesuai syariat.
Yosie Purwanti
Aktivis Muslimah
0 Komentar