Generasi Z Cemas , Negara Masa Bodo

Mutiaraumat.com -- Ada banyak survei yang mencatat berbagai fakta kecemasan yang terjadi di generasi Z salah satunya diliput dari (mojok.com, 26/06/26) Lebih dari separuh gen Z, yakni mencapai 54%, mengatakan kecemasan mereka semakin memburuk. 

Hasil survei Deloitte mengungkapkan, kekhawatiran terbesar mereka berkaitan dengan biaya hidup, sebesar 53%. Ini mencerminkan sulitnya bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, mengingat biaya kebutuhan dasar yang juga tinggi.

Selain itu, sebanyak 22% responden juga mengaku cemas mengenai pekerjaan, 21% perubahan iklim, 19% kesehatan mental, diikuti 17% persen responden yang menyoroti keamanan pribadi.

Jadi secara garis besar ada berbagai faktor yang menyebabkan para gen Z cemas yaitu kekhawatiran terhadap masa depan, keuangan, pekerjaan, aktivitas sosial, dan hubungan. 
   
Fenomena ini menggejala di seluruh lapisan dunia dengan ketidakpastian karir dan masa depan membuat gen z bersikap acuh tak acuh dengan kondisi lingkungannya yang ada di benak mereka hanya bagaimana mereka bisa mendapatkan masa depan yang cerah dan terjamin secara materi. 
    
Faktor penyebab terjadinya rasa cemas di kalangan gen z tak lain karna krisis multidimensi yang terjadi di setiap aspek kehidupan. Mulai dari krisis ekonomi naik nya biaya hidup pokok terutama pangan yang terus meningkat. Lalu tekanan dari keluarga yang mengharuskan gen z menjadi sandaran untuk menggantungkan hidupnya dengan pekerjaan yang tak jelas apa. 

Orang tua para gen z pun akan merasa kebingungan dan ikut merasakan cemas akan masa depan anaknya meskipun sang anak sudah disekolahkan hingga perguruan tinggi. 
      
Lapangan pekerjaan yang langka berebut dengan jutaan para generasi bersaing mendapatkan satu pekerjaan. Syukur masih mendapatkan pekerjaan meskipun dengan sistem kontrak, gaji seadanya yang ada di benak mereka bisa menghasilkan uang. 

Walau besar pasak dari pada tiang. Pekerjaan seadanya kebutuhan dasar yang tak sedikit biayanya itulah yg membuat mereka cemas. 
     
Gen z akan berfokus pada hal hal seperti itu saja alhasil mengalihkan berbagai potensi yang dimiliki para pemuda, salah satunya sikap kritis dan mau bersuara. Negara berhasil merusak mental hingga jati diri dengan sistem sekuler-kapitalis ini.
     
Alih-alih negara membuka lapangan pekerjaan bagi rakyatnya mereka sudah tidak mau peduli dengan keadaan masyarakatnya sendiri. Generasi muda justru seringkali mendapatkan stigma negatif dari para generasi diatasnya. 

Mereka dicap generasi yang pemalas bahkan dianggap tidak mau bergerak merubah keadaan lebih baik. Padahal jika bisa melihat potensi pada generasi Z ini akan banyak manfaat yang diperoleh. Generasi Z memiliki sikap kritis yang bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang lebih ideal. 
       
Solusi yang harus digunakan untuk problem ini harus diambil dari Islam karena hanya Islam agama yang paripurna dengan segala aturan dan solusi yang bisa di dapatkan di dalamnya. 
    
Penerapan hukum hukum Islam yang di ambil dari Al Qur'an dan As- sunnah akan mendatangkan sebuah rahmat yang akan mensejahterakan rakyatnya mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak. 

Islam hadir akan membawa ketenangan dan keselamatan bagi siapa saja yang mau menerapkan di setiap aspek kehidupannya.
     
Sudah banyak bukti generasi emas pada zaman kejayaan Islam. Terutama pada masa kejayaan Abbasiyah abad ke 8 hingga 13 M. Lahirlah para cendikiawan salah satunya yaitu pertama Ibnu Sina, tokoh kedokteran dunia yang menulis kitab Al qonuun fii Al Tib. Kedua Al-Khawarizmi ahli matematika, astronomi, geografi yang menemukan angka nol dan Al Jabbar. 

Ketiga ada Ibnu Khaldun bapak sosiologi dan filsafat sejarah merumuskan teori siklus peradaban dalam karya muqodimmah. 
      
Di dalam kejayaan Daulah Islam semua terfasilitasi dari pendidikan hingga perekonomian. Peran penguasa penuh mendukung mensejahterakan rakyat. Para generasi memiliki karakteristik keimanan yang sangat kuat yang berorientasi pada ketakwaan, memanfaatkan waktu secara maksimal untuk menggali potensi diri. 
     
Memang peran negara sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa , bukan malah masa bodo, tidak peduli bahkan sampai membuat rakyat sengsara dan alhasil banyak generasi cemas akan masa depan. 

Negara haruslah mengayomi dengan sepenuhnya sesuai dengan petunjuk hukum Islam yang ada di Al Qur'an dan yang di contohkan Rasulullah Saw. Selain itu negara juga melindungi dan menjadikan pelayan bagi umat menjamin pemenuhan kebutuhan secara adil dan merata. 
      
Sudah saatnya harus menyadarkan pemuda hari ini dengan Islam secara menyeluruh bukan hanya agama ritual ibadah saja. Dan tak lupa untuk mengemban ideologi Islam di tengah masyarakat serta peduli terhadap kondisi di lingkungan sekitarnya yang menghasilkan masa depan emas bukan lagi khayalan belaka. Masa depan emas harus di raih dengan Islam secara kaffah sebagai rahmatan lil alamin. 
Allahu Akbar. Wallahu alam bishshawwab.[]

Oleh: Hakimah Izzah, S.Pd.
(Youth Enthusiast)

0 Komentar