Bulan Muharram, Saatnya Hijrah Menuju Islam Kaffah
MutiaraUmat.com -- Di negara tanah air Indonesia yang katanya sumber daya alam yang melimpah, dengan adanya fasilitas yang ada, membuat masyarakat jauh dari semua yang mereka harapkan. Dengan berbagai masalah yang terus membelit rakyat sepanjang tahun ke tahun, mulai dari kemiskinan, struktural, judi online, prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, dan kekerasan yang merajarela.
Di tingkat internasional, genosida Palestina terus berlangsung. Umat Islam di Gaza dibuat mati kelaparan. Mereka disekap, bahkan disiksa di dalam penjara. Sementara penguasa di negeri Muslim tidak bergerak sedikit pun mengirimkan pasukan tentaranya.
Ironisnya, mereka para penguasa Muslim malah bergandengan tangan dengan para antek-anteknya Zionis (Amerika). Di mana rasa kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang ada di Gaza. Mereka juga butuh rasa keadilan dan kenyamanan.
Momen 1 Muharram adalah alarm penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Mengingat kembali peristiwa tonggak sejarah di mana hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah. Beliau dengan dipicu ancaman dan pembunuhan oleh kaum Quraisy, Rasullulah menempuh rute padang pasir bersama Abu Bakar selama 7-8 hari, lalu mendirikan masjid Quba sebelum membangun masyarakat di Madinah.
Kenestapaan umat Islam terus terjadi. Ketika Islam tidak dijadikan sebuah patokan dan halal haram bukan lagi sebagai standar berperilaku. Maka umat akan kehilangan arah dan tujuan hidup sebagai seorang Muslim.
Lemahnya umat Islam dikarenakan tidak mempunyai seorang pemimpin (khalifah). Di mana saat saudaranya di Palestina dibantai, digenosida, kta tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tidak ada yang bisa menjaga dan melindungi umat Islam di Palestina dikarenakan oleh sekat-sekat nasionalisme dan tunduk pada kekuatan kafir.
Muharram adalah momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat dari jauhnya umat dari aturan Allah. Muharrom sebagai muhasabah (evaluasi diri), sebagai perjalanan hidup menuju umat yang lebih baik. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw.
Hijrah hakiki adalah berjuang untuk hijrah dari sistem kufur sekularisme kapitalisme menuju sistem Islam kaffah dalam naungan Daulah Khilafah.
Bukti keberhasilan dakwah Rasulullah mampu mengubah pemikiran, perasaan perilaku dan peraturan hidup jahiliah menjadi pemikiran perasaan dan peraturan Islam mampu membentuk generasi sahabat dalam meneruskan risalah dakwah hingga tersebar ke seluruh pelosok dunia. Fase ini diawali dengan turunnya firman Allah SWT yang memerintahkan untuk dakwah secara terang-terangan. Sebagaimana firman Allah Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 94 yang artinya, "Karena itu sampaikanlah secara terang-terangan segala perkara yang telah diperintahkan kepada kamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."
Begitulah pentingnya persatuan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Agar umat tak lagi terjajah. Kesatuan dan perjuangan umat akan mengubah masyarakat yang islami.[]
Oleh: Aminah
(Aktivis Muslimah)
0 Komentar