Harga Pertamax Naik, Rakyat Makin Tercekik
MutiaraUmat.com -- Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax yang sebelumnya dengan harga, Rp. 12.300/liter kini menjadi, Rp. 16.250/liter dan Pertamax Green Rp. 17.000/liter. Dengan dalih mengikuti perkembangan harga minyak dunia telah membuat kegaduhan ditengah-tengah masyarakat.
Kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Seiring pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite, menghasilkan antrean yang cukup panjang. Sementara itu, bahan bakar solar pun ikut sulit didapatkan. Masyarakat bawah terus terdampak kebijakan pemerintah. (Kompas.id, 12 Juni 2026).
Lagi dan lagi setiap kebijakan yang buat oleh pemerintah selalu saja menyusahkan masyarakat. Rakyat yang selalu menanggung semua akibat dari keputusan pemerintah. Kenapa ini selalu bisa terjadi? Karena, penguasa negeri ini menjadikan tata kelola BBM mengunakan paragdima kapitalisme. Yang dalam sistem kapitalis semua kebijakan selalu mengutamakan kepentingan pribadi, bukan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Harga naik maupun turun ikut pasar, subsidi dipangkas, dan rakyat disuruh "beradabtasi". Akibatnya BBM yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat kini menjadi barang mahal yang diperebutkan. Rakyat kecil semakin terjepit, kelas menengah terpaksa antre pertalite, ini jelas menzolimi.
Masalah yang kerap kali terjadi di negri ini, termasuk naiknya harga BBM tidak akan pernah dapat selesai sampai kapan pun. Jika sistem yang digunakan masih sistem kapitalisme. Maka dari itu mari kita sama-sama berjuang dan terus menerus bersuara untuk mengembalikan sistem Islam, yang kedaulatan berada ditangan Allah bukan manusia. Itulah sistem pemerintahan Islam khilafah. Wallahu a'lam bishshowab
Oleh: Masitah
Aktivis Muslimah
0 Komentar