Gencatan Senjata Palsu, Pembunuhan Terus Berlanjut di Gaza


MutiaraUmat.com -- Korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 1.000 jiwa sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat diberlakukan pada Oktober 2025. (Umpan Berita, 18/06/2026).

Zionis terus melakukan pelanggaran gencatan senjata secara sistematis, sementara AS sebagai penjamin dan sponsor utana Zionis terus memberi mereka bantuan dengan cara apapun. Dukungan rakyat Amerika terhadap Israel menurun dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul kekejaman yang didukung AS di Gaza, invasi ke Lebanon, dan perang AS-Israel dengan Iran. Jadi, tidak mengherankan jika Washington berupaya mengakhiri bantuan militer AS ke negara tersebut. 

Namun, yang mungkin mengejutkan warga Amerika adalah bahwa rencana ini didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan beberapa tokoh garis keras pro-Israel di Kongres. Mengapa demikian? Karena upaya yang sedang berlangsung untuk "mengakhiri" bantuan militer AS kepada Israel sebenarnya bukanlah rencana untuk mengakhiri dukungan Amerika terhadap agresi Israel di Timur Tengah. Hal ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk melindungi hubungan AS-Israel dari pengawasan publik dan pengawasan kongres dengan memindahkannya ke birokrasi kotak hitam Pentagon dan komunitas intelijen. (Berita Utama, 17/06/2026).

Gencatan Senjata Hakikatnya Strategi AS

Gencatan senjata tidak pernah benar-benar menciptakan perdamaian, melainkan strategi Barat meredakan opini dunia sambil membiarkan Zion*s terus membunuh secara terukur. Gencatan senjata hanyalah sandiwara, dan pada hakikatnya yang terjadi adalah kekejaman, kejahatan, dan pengkhianatan terhadap umat Islam. Perdamaian yang dijanjikan ternyata hanya basa-basi. Gencatan senjata yang berlangsung sejatinya adalah strategi tipu daya. 

AS berlagak sebagai penengah untuk menekan Zion*s, padahal tangannya sendiri yang mendanai agresi Zion*s terhadap Palestina. Dengan kata lain, AS butuh wajah “damai” untuk menjaga stabilitas pasar global dan citra demokrasi, sedangkan Zion*s butuh masa tenang untuk menata ulang kekuatan militer. AS sebagai penjamin sekaligus sekutu Zion*s tak mungkin adil. Mengandalkan negara penjajah untuk urusan umat Islam adalah kesalahan fatal dan melanggengkan penjajahan. 

Sungguh dunia terlalu naif jika percaya dengan janji-janji gencatan senjata dan BoP yang diinisiasi AS. Zion*s berulang kali sengaja melanggar perjanjian. Mengharapkan keadilan untuk Palestina dari PBB atau AS adalah sebuah kekeliruan fatal karena mereka adalah sumber masalahnya. Apalagi, perdamaian yang diajukan AS lebih condong kepada agenda keamanan entitas Zion*s.

Akar masalahnya bukan pelanggaran gencatan senjata, melainkan ketiadaan junnah (perisai) yang melindungi umat Islam, yakni Khilafah Islamiyyah. Sudah saatnya kekuasaan dan kekuatan militer dari negeri-negeri muslim tidak digunakan untuk menjaga stabilitas kepentingan penjajah, melainkan dikonsolidasikan untuk melindungi kehormatan darah dan nyawa saudara-saudara muslim di Gaza. Keberadaan negara Islam (Khilafah) sebagai institusi politik global yang akan mengimbangi hegemoni Barat. 

Umat Harus Mengambil Solusi IsIam

Umat tidak boleh berharap dan menggantungkan nasib pada kafir dan musuh-musuh Islam. Umat Islam harus mengambil solusi Islam dalam setiap lini hidup, termasuk menyelesaikan masalah Palestina.

Umat harus paham bahwa seluruh krisis yang terjadi di dunia, khususnya dunia Islam, termasuk penjajahan Zion*s di Palestina adalah akibat diterapkan ideologi kapitalisme yang diemban negara barat, Amerika, dan sekutunya. Mereka berkehendak melemahkan kepemimpinan umat Islam dengan menciptakan krisis berkepanjangan di negeri-negeri Islam, memecah kekuatan mereka, merebut kekayaan mereka, serta kedaulatan mereka.

Satu-satunya solusi Palestina adalah jihad fii sabilillah untuk mengusir penjajah Zion*s dan ini merupakan kewajiban syar’i. Jihad fii sabilillah akan sangat mudah dan berkekuatan luar biasa apabila umat bersatu dalam naungan Khilafah. Untuk menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah perlu ada upaya serius dalam mendakwahkan pemahaman yang sahih atas solusi Palestina, Agar umat tidak mengambil solusi dari Barat. Juga harus ada upaya untuk mendakwahkan metode yang sahih dalam mewujudkannya, yaitu sesuai dengan metode dakwah Rasulullah saw.

Umat harus memperjuangkan kembalinya Khilafah sebagai perisai kaum Muslimin yang akan menjaga setiap jengkal tanah mereka. Penegakan Khilafah adalah perjuangan mulia, ia merupakan Tajul furudh atau mahkota kewajiban dalam Islam. 

Khilafah akan mengangkat umat islam sedunia dari keterpurukan ekonomi, kemiskinan, dan penderitaan lain. Karena itu, memperjuangkan penegakannya hukumnya wajib bagi setiap muslim.

Khilafah juga akan memberikan perlindungan hakiki, yakni dengan memberikan pembelaan atas tanah dan kaum muslim di Palestina dan juga semua wilayah. Semua itu hanya dapat terwujud dalam komando Khilafah.

Oleh: Afriani
Aktivis Muslimah

0 Komentar