Derita Gaza Mencekam, Negeri Muslim Membungkam
MutiaraUmat.com -- Berita di Gaza kini semakin menghilang dan tidak ada kabar tentang penderitaan anak-anak Gaza, padahal keadaan masyarakat disana sedang tidak baik-baik saja. Mereka menghadapi keadaan yang membuat anak-anak disana menjadi trauma akibat serangan dari Israel.
Dengan terjadinya peristiwa perang, menyebabkan hancurnya fasilitas pemukiman warga terutama rumah yang menjadi tempat berlindung masyarakat Gaza. Tidak hanya itu, keadaan anak-anak disana pun ikut terancam fisik dan mentalnya. Anak-anak Gaza dibuat tidak mampu berbicara akibat serangan entitas zionis yang tiada henti, pembunuhan dan menghancurkan Gaza.
Reaksi dari tekanan itu berbeda di masing-masing anak. Sebagian dari mereka terlihat gelisah, susah tidur, emosi, hingga berteriak. Meskipun begitu, penderitaan seperti itu bisa dideteksi. Namun, ada anak-anak yang bereaksi dengan membisu sepenuhnya. Seolah-olah sistem saraf mereka mengatakan tidak ada kekuatan lagi. Akhirnya, mereka lebih baik menarik diri untuk berlindung dan diam untuk tidak berinteraksi dengan dunia, meskipun stress dan trauma ekstrem yang mereka alami. (news.detik.com, 30/05/26)
Berdasarkan keterangan psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk mengatakan bahwa tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma. Selain itu, lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah. Dokter-dokter setempat juga mengatakan kepada jaringan Al Jazeera bahwa kasus seperti itu jumlahnya terus meningkat. (bbc.com, 29/05/26)
Petugas kesehatan mental di Palestina melakukan terapi kepada anak-anak guna untuk menjadi ruang aman bagi mereka agar bisa mengekspresikan emosi setelah terjadinya peperangan 2 tahun lamanya. Kegiatan ini efektif untuk membantu mereka mengatasi trauma dan rasa takut yang masih membekas. Petugas mengajak anak-anak untuk mewarnai gambar, menonton film kartun, dibacakan dongeng dan cerita rakyat agar membantu mengembalikan daya konsentrasi dan pemulihan mereka semasa peperangan.
Sayangnya, dunia tak bisa berbuat banyak, apalagi hingga mampu menghentikan kejahatan entitas Zionis selama ini, kecuali sedikit bantuan kemanusiaan. Lebih parahnya lagi, penguasa negeri muslim justru diam dan berkhianat terhadap perjuangan warga Palestina. Padahal mereka disana butuh kita sebagai penolong untuk bisa memberikan dukungan untuk melawan Israel, tetapi tidak akan terwujud jika Negara saja masih bungkam dengan terjadinya perang antara Palestina dan Israel.
Semua ini tidak lain akibat dari sistem yang digenggam oleh negeri-negeri muslim yang dipengaruhi oleh adidaya Barat bernama Amerika, yaitu demokrasi sebagai sistem politiknya. Wajar saja, jika berbagai kezoliman terus menghantui warga Gaza karena adanya sekat nasionalisme. Penjajahan sulit dihapuskan. Duka dan luka tak kunjung reda. Bahkan gencatan senjata hanya sebatas perjanjian, dibaliknya masih menciptakan penderitaan.
Oleh karena itu, penjajahan dan penderitaan atas anak Palestina harus segera diakhiri, tak cukup hanya diterapi. Dalam hal ini, negeri mereka harus dibebaskan dari penjajahan Israel. Kejahatan entitas Zionis harus dilawan dengan Jihad Fii Sabilillah, untuk itu dibutuhkan institusi yang akan mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina.
Kesadaran perjuangan menegakkan Khilafah sangat penting bagi pembebasan Palestina dan Persatuan Kaum Muslimin diseluruh dunia, karena kita tidak bisa mendirikan Khilafah sendirian tanpa bantuan ummat.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga persaudaraan terutama bagi sesama muslim. Persaudaraan ini hanya bisa diwujudkan jika sesama muslim saling menyayangi dan mengasihi. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim)
Sudah saatnya semua negeri kaum muslim bersatu dan berusaha keras untuk menghentikan kekejaman Zionis Yahudi yang selama ini tidak berperikemanusiaan. Solusi satu-satunya untuk mengakhiri duka Palestina adalah dengan dukungan komunitas internasional untuk meraih kembali kekuasaan dan kedaulatan berada pada hukum syariat yang diterapkan oleh sebuah negara adidaya sebagaimana Khilafah yang dahulu pernah memimpin dunia. Dengan begitu, kebebasan Palestina akan terwujud secara nyata.
Wallahu a’lam bisshowab
Oleh: Kamelia Agustina
Muslimah Peduli Generasi
0 Komentar