Muslim Palestina Diperlakukan Tidak Manusiawi oleh Zionis, Makin Sadis!
MutiaraUmat.com -- Tiada habisnya ketika membicarakan tentang Palestina, selalu berderai air mata, nyesaknya sampai ke ulu hati, sakit hati dan raga ini. Benar adanya ucapan Rasulullah, umat muslim itu ibarat satu tubuh, apabila ada yang terluka, maka akan merasakan kesakitan yang sama. Serangan demi serangan masih terus dilakukan oleh zionis laknatullah, sampai kapan rakyat Palestina terus mengalami penderitaan?
Kekejamaan Zionis terhadap muslim Palestina semakin menggila, bukan hanya menyerang orang yang masih bernyawa, tetapi juga menyasar orang yang sudah meninggal. Selain mengenosida rakyat Palestina, termasuk anak-anak. Lebih mencenangkan lagi, yang sudah meninggal pun dilarang menguburkan jenazah di tanahnya sendiri.
Tentara Zionis melakukan tindakan memaksa warga Palestina untuk membongkar kuburan keluarganya dan dipindahkan secara paksa. Sungguh tindakan yang sangat biadab dan tidak manusiawi, kurang merasa puas sampai harus mendzolimi orang yang sudah tiada. Bahkan ketika membongkar kembali kuburan, mereka dilempari batu.
Zionis semakin menguasai wilayah di Palestina, mereka juga merancang rencana busuk dan licik untuk menyiapkan serangan baru guna memperluas wilayah pendudukan. Apapun mereka lakukan, sekalipun itu dengan memaksa rakyat Palestina untuk membongkar dan memindahkan jenazah para korban kebiadaban Zionis laknatullah. Sungguh tindakan tidak memanusiakan manusia, yang sudah meninggal masih ditindas.
Kepala Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Ajith Sunghay, menyatakan terkejut dengan insiden tersebut, "Ini menggerikan dan mewujudkan dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi diseluruh wilayah pendudukan, tanpa ada yang luput, baik yang masih hidup maupun yang mati." (sindonews.com, 10/5/2026)
Gaza tempat paling berbahaya bagi para jurnalis, bagaimana tidak? Sejak 7 oktober 2023, lebih dari 300 jiwa jurnalis tewas. Para jurnalis menjadi target bidikan militer Zionis, untuk membungkam pemberitaan kebenaran tentang Gaza. Ditarik dari 7 oktober 2023, masyarakat yang tewas mencapai 72.587 jiwa, dan sebanyak 172.381 mengalami luka-luka, banyak anak-anak Palestina yang diamputasi, dan masih banyak korban reruntuhan yang tidak dapat dijangkau tim medis.
Zionis selalu melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan terus menerus tiada henti menyerang Gaza dengan mendapat dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS untuk memperluas wilayah kependudukan dan mempersenjatai genosida. Membungkam pers agar tidak menyiarkan berita kejahatan zionis pada dunia. Tanpa suntikan dana dari AS, Zionis laknatulah hanya hama.
Dunia dan para pemimpin Muslim, serta kaum muslimin semestinya jangan hanya diam seribu bahasa atas kekejaman yang dilakukan zionis terhadap rakyat Palestina. Akar masalah yang dihadapi Gaza adalah keberadaan entitas Zionis di tanah milik umat muslim, sehingga entitas ini harus dihapuskan selamanya dari muka bumi.
Para pemimpin Muslim lebih dari 50 negeri, tidak tersentuh sedikitpun hatinya untuk membebaskan dan mengutus para tentara untuk melakukan jihad fii sabilillah, dinginnya sikap para pemimpin muslim karena terjerat oleh nasionalisme yang menjadi penyebab terkikisnya ukhuwah Islamiyyah.
Negeri-negeri Muslim harus bersatu padu, mengerahkan semua kekuatan untuk berjuang menegakkan daulah Islamiyyah. Karenanya semua negeri-negeri muslim akan terlindungi dari segala macam bentuk penjajahan. Bukan hanya Palestina, namun seluruh umat muslim yang tertindas oleh para penjajah laknatullah.
Ikatan ukhuwah Islamiyyah dengan pondasi yang kokoh, berupa persatuan umat Muslim di seluruh dunia untuk melakukan jihad fii sabilillah atas komando Sang Khalifah. Yang akan terwujud dan terlaksana hanya dengan daulah Islamiyyah yang merupakan institusi pemersatu umat Islam. Daulah Islamiyyah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina.
Daulah Islamiyyah akan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, rakyat Palestina akan mendapatkan kembali haknya. Warga Palestina akan di-riayah agar bisa hidup mulia. Agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini adalah penegakan daulah Islamiyyah yang akan mengutus militer untuk melakukan jihad fii sabilillah membebaskan Palestina dan menghapuskan keberadaan entitas Zionis laknatullah.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai wali (sekutu setia), kamu sampaikan kepada mereka rasa kasih sayang, padahal mereka telah kafir terhadap kebenaran yang datang kepadamu." (TQS. Al-Mumtahanah [60]:1)
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Oleh: Kartika Putri, S.Sos.
(Aktivis Muslimah)
0 Komentar