Matinya Marwah Pendidikan Saat Ini
MutiaraUmat.com -- Hari ini dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja. Marwah pendidikan telah mati. Hal tersebut bisa dilihat dari degradasi moral pelajar yang berada pada titik nadir.
Deretan peristiwa yang melibatkan pelajar benar-benar mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya menghasilkan pribadi beradab malah menjadi pelaku kriminal, mulai dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kampus. Kasus kecurangan dalam ujian, hingga perilaku pelajar di Bantul yang melakukan pengeroyokan terhadap temannya hingga tewas.
Kasus-kasus tersebut menjadi bukti kegagalan implementasi pendidikan. Pelajar yang krisis kepribadiannya cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.
Sistem pendidikan sekuler kapitalistik juga menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius. Orang-orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Di sisi lain, longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar yang mayoritas masih di bawah umur meskipun sudah baligh sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan remaja semata.
Minimnya pendidikan nilai-nilai agama yang benar dalam pendidikan sekuler, memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan.
Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan Islam. Islam memandang pendidikan sebagai pilar peradaban. Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara.
Asas akidah pada sistem pendidikan Islam juga menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan.
Sistem pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. Sehingga terbentuk pribadi yang luhur, beradab, dan berakhlak mulia.
Sistem sanksi yang tegas dalam Islam tidak terkecuali bagi para pelaku kejahatan dikalangan pelajar, menjadikan mereka berpikir berulang kali untuk berbuat kriminal karena sanksi yang sangat berat .
Selain itu, negara dalam sistem Islam akan membangun suasana kehidupan yang penuh ketakwaan. Media, lingkungan sosial, keluarga, dan lembaga pendidikan saling bersinergi dalam menanamkan nilai-nilai Islam.
Dengan demikian, pendidikan dalam sistem Islam tidak berjalan sendiri, tetapi didukung oleh sistem kehidupan Islam yang menjaga moral masyarakat.[]
Oleh: Lusi Dian W
Aktivis Muslimah
0 Komentar