Genosida Muslim Palestina Belum Berakhir
MutiaraUmat.com -- Tentara Israel mengungkapkan otoritas militer telah memerintahkan pasukan untuk membunuh setiap pria yang mereka temui di Gaza selama genosida yang dimulai pada tahun 2023. Tidak ada batasan usia siapa yang harus dibunuh (Republika.co.id, 10/5/2026). Kekejian yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina terus berlangsung lebih dari 78 tahun. Israel membunuh tanpa memandang apakah dia warga sipil atau pejuang, anak-anak atau orang dewasa, pria atau wanita. Semua mereka tebas dan tanpa belas kasihan sedikit pun. Mereka menembaki rakyat sipil yang tidak bersenjata. Rakyat Palestina yang sudah melambaikan bendera putih pertanda mereka menyerah pun tetap ditembaki. Gedung-gedung tempat para tawanan Palestina dibom. Sekolah-sekolah tempat anak-anak menuntut ilmu juga dibom dengan bahan kimia yang mematikan, bahkan jasad siapa saja yang terkena bahan kimia tersebut berubah menjadi debu.
Sebagai manusia yang waras, tentulah memandang bahwa Israel melakukan genosida tersadis di dunia ini. Tidak ada ampun, tidak ada ada hati. Namun, rakyat Palestina hanya sendirian menghadapi pembunuhan massal ini. Tidak ada aksi nyata negara mana pun peduli tentang penderitaan mereka. Bahkan kebanyakan pemimpin negeri-negeri muslim berkhianat terhadap Palestina. Bahkan diam-diam ternyata Uni Emirat Arab memiliki hubungan erat dengan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab dan mengadakan pembicaraan dengan presiden UEA. Netanyahu menggambarkan kunjungan tersebut sebagai terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan UEA (Investing.com, 14/5/2026).
Permasalahan Palestina yang tak kunjung usai membuktikan kepada kita semua bahwa seluruh dunia bungkam padahal penyiksaan ini disaksikan oleh kita semua melalui media-media yang beredar setiap harinya. Kaum muslimin yang jumlahnya lebih dari 2 milyar jiwa ini lemah tak berdaya. Kekuatannya hanya seperti buih di lautan. Tak banyak yang bisa diharapkan oleh pemimpin negeri-negeri muslim. Bahkan sanggup mereka berkhianat, mengkhianati saudara mereka dan parahnya mengkhianati agama mereka sendiri.
Sekat-sekat nasionalisme telah melemahkan kaum muslimin di seluruh penjuru bumi. Bahkan pemimpinnya sendiri pun ternyata memiliki hubungan harmonis dengan musuh. Ya, kita dikhianati oleh sekat nasionalisme ini. Tentara kita tidak bisa begitu saja pergi berjihad melawan Israel laknatullah membela saudara kita di Palestina karena terhalang urusan administrasi negara. Bahkan, Indonesia tunduk terhadap keputusan PBB dan juga BOP. Sejelas itu bahwa Amerika Serikat bersekutu dengan Israel untuk memborbardir Palestina, malah Indonesia tunduk ikut menjadi bagian dari musuh yang tergabung dengan BOP. Dimana akal nalarnya amanat konstitusi "Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan", tapi kok ikut bergabung dengan gerombolan musuh.
Nabi saw bersaba: “Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya)” Shahih Muslim 4685). Haram hukumnya kaum muslimin membiarkan saudara muslimnya menderita, apalagi dijajah dan dibantai massal. Islam mewajibkan jihad memerangi musuh-musuh Islam dan kaum muslimin. Sebagaimana firman Allah Ta'ala : “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.” (QS. Al-Baqarah : 190).
Ketiadaan Khilafah Islamiyah mengakibatkan tercerai berainya pasukan kaum muslimin. Meski Khilafah hari ini belum terwujud, kaum muslimin tetap memiliki kewajiban berjihad melawan Israel. Namun, tentara kita hari ini tidak bisa begitu saja berperang tanpa adanya komando. Sehingga keberadaan Khilafah menjadi sangat darurat karena Khilafah yang akan mengomandoi seluruh pasukan kaum muslimin untuk berjihad melawan Israel dan sekutunya. Keberadaan Khilafah akan membebaskan Palestina dari genosida dan meri'ayah rakyatnya dengan kehidupan yang mulia dalam naungan Islam. Sehingga agenda utama kaum muslimin hari ini harusnya adalah memaksa pemimpin negeri-negeri muslim mengirimkan tentaranya untuk berjihad melawan Israel dan sekutunya serta berupaya untuk menegakkan Khilafah Islamiyah yang menyatukan ukhuwah kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia. Karena terpecahnya kita dalam sekat nasionalisme membuat kita lemah, namun bersatunya kita dalam satu komando negara Khilafah Islamiyah menjadikan kita kuat dan mulia dalam syariatnya.
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Oleh: Endah Sefria, S.E
(Aktivis Muslimah)
0 Komentar