Dunia Pendidikan Kehilangan Arah
Mutiaraumat.com -- Akhir-akhir ini kita dibuat tercengang dengan arahan dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi ke depan. Wacana penutupan prodi yang sudah tidak relevan terdengar rasional bahkan modern.
Kegelisahan mulai menjalar diruang-ruang akademik, ketika pendidikan mulai ditakar dengan statistik daya serap kebutuhan industri. Kampus seolah-olah dipaksa menjadi pabrik industri dan meminggirkan peran besar pencetak para ilmuwan masa depan.
Kampus dipaksa mengubah arah dan fokus guna memenuhi target pasar. Padahal tugas utama kampus jauh lebih besar untuk mencetak calon pengisi negeri.
Faktanya dunia pendidikan sedang berada pada arus kebingungan dan kepanikan karena lulusan membludak namun lapangan kerja menyempit. Akhirnya penutupan prodi yang dianggap kurang relevan menjadi solusi praktis dan dianggap lebih sederhana.
Fenomena banyaknya lulusan pendidikan tinggi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan masih menjadi faktor utama. Hal ini tentunya menjadi penegas bahwa pemerintah telah gagal menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya.
Di tengah adopsi sistem kapitalisme meniscayakan dunia pendidikan hanya sekedar menjadi pencetak tenaga kerja guna memenuhi tuntutan pasar. Bahkan para generasi unggul tidak mampu mendapatkan tempat yang layak untuk sekedar mengabdi di negeri sendiri.
Dalam Islam, orientasi dunia pendidikan bukan untuk memenuhi permintaan pasar industri melainkan menciptakan para ilmuwan yang memiliki kapabilitas sesuai bidangnya. Selain itu mereka akan dibentuk menjadi pribadi yang memiliki syakhsiyah Islamiyah. Sehingga dengan bertambahnya ilmu bertambah pula keimanan dan ketaqwaanyya.
Pendidikan menjadi salah satu dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Negara akan memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya baik itu muslim maupun non muslim. Selain itu negara juga akan memberikan fasilitas penunjang belajar dan guru-guru terbaik pada zamannya. Rakyat akan sangat mudah dalam mengakses ilmu.
Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya perpustakaan terbesar kala itu di Andalusia. Universitas pertama dibangun oleh Fatimah Al fihri. Ini adalah salah satu bukti bagaimana Islam konsen di dunia pendidikan. Bagaimana Islam benar-benar memiliki visi yang jelas di dunia pendidikan.
Islam tidak mencetak generasi hanya untuk memenuhi permintaan pasar. Khalifah akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Pun khalifah akan memberikan modal baik berupa skil maupun keuangan jika memang rakyat membutuhkannya.
Inilah gambaran bagaimana negara melalui khalifah akan menjalankan perannya sebagai Junnah dan Ra'in. Khalifah akan berada di garda terdepan memastikan rakyatnya tidak hanya memiliki keilmuan yang mumpuni namun juga memastikan rakyatnya mampu memenuhi kebutuhan dasar dengan baik.
Lantas tidakkah kita merindukan bagaimana Islam diterapkan?
Wallahu'alam bishshowwab.[]
Oleh: Yosie Purwanti, S.E
(Aktivis Muslimah)
0 Komentar