Buramnya Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalis Saat Ini
MutiaraUmat.com -- "Semakin ke sini, semakin ke sana", merupakan ungkapan yang dapat menggambarkan keadaan sistem pendidikan di Indonesia hari ini. Di mana keadaan pendidikan yang semakin buram dan memprihatinkan terlihat jelas dengan permasalahan yang mencuat belakangan ini. Oknum pelajar dan pendidik tidak terlepas dari problem yang harusnya jauh dari lingkungan pendidikan. Namun, beginilah potret buram hidup dalam sistem sekuler kapitalis.
Tewasnya seorang pelajar SMA Negeri 5 Bandung bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata (17) di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 13 Maret 2026. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka penganiayaan pelajar, enam tersangka saat ini berstatus sebagai pelajar juga namun dari SMA yang berbeda (kompas.id, 21/4/2025).
Tiap tahunnya hari pendidikan Nasional selalu diperingati tanpa terlewati. Namun faktanya peringatan hari pendidikan tidak memberikan dampak yang berarti dalam sistem pendidikan, masih ada saja oknum pendidik dan peserta didik yang berhasil mencoreng nama baik pendidikan di Indonesia. Salah satu kasus yang sangat disayangkan adalah siswa yang tega melukai siswa lainnya.
Tak hanya sampai di situ, masih terdapat kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum pendidik. Salah satunya skandal dugaan pelecehan seksual terjadi di Indramayu yang melibatkan Oknum guru ekstrakurikuler, hingga saat ini tercatat 22 korban yang terdiri dari 3 siswi dan 19 siswa tingkat SMP dan prediksi jumlah tersebut akan terus bertambah (kompas.com, 25/4/2026). Ini semua terjadi mengakibatkan tidak terjaminnya ruang aman dalam sistem pendidikan.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional harusnya menjadi alarm nyaring bagi kita semua untuk memperbaiki kondisi buruk yang menimpa pendidikan hari ini. Rusaknya dunia pendidikan hari ini disebabkan oleh berbagai faktor pendukung. Salah satu contohnya adalah guru yang masih digaji dengan upah yang rendah dan disibukkan dengan administrasi yang ada. Sehingga mengurangi konsentrasi guru sebagai pendidik anak bangsa.
Dengan menurunnya konsentrasi para pendidik, dapat dipastikan kualitas yang dihasilkan oleh anak didik juga ikut menurun. Ditambah lagi sistem pendidikan hari ini yang cenderung sekuler, liberal dan pragmatis menghasilkan anak didik dengan krisis kepribadian sehingga jauh dari kaum intelektual yang beradab dan bermoral. Kegagalan peta arah pendidikan hari ini yang menyebabkan munculnya permasalahan dalam sistem pendidikan kita.
Sistem pendidikan sekuler kapitalistik hanya menghasilkan orang-orang yang ingin sukses dengan instan tanpa usaha yang serius. Juga melahirkan orang yang melakukan segala cara demi mendapatkan yang dia inginkan dalam jumlah yang maksimal tanpa melihat apakah yang dilakukannya halal ataukah haram. Kemudian longgarnya sanksi yang diberikan terhadap pelaku yang masih usia pelajar ataupun di bawah umur seperti menoleransi tindakan maksiat seperti kriminalitas yang mereka lakukan.
Keadaan kian memburuk karena minimnya nilai-nilai agama yang benar dalam pendidikan sekuler hari ini. Dengan sistem pendidikan sekuler, memperluas ruang kebebasan yang mengikis nilai moral dan kepribadian peserta didik. Maka dari itu para peserta didik bahkan pendidik sekalipun mudah untuk terseret pada tindak kriminal dan kemaksiatan.
Sistem Pendidikan Islam
Dalam Islam, pendidikan merupakan hal yang penting dan mendasar. Sehingga pendidikan di dalam Islam dijamin oleh negara pemenuhannya, di mana setiap individu wajib mendapatkan pendidikan yang sama dan setara. Dalam sistem pendidikan Islam akidah merupakan asas yang akan melahirkan generasi cerdas dan bertakwa. Dengan ketakwaan yang mereka miliki membuat mereka takut untuk melakukan tindakan kemaksiatan, sebab mereka memahami bahwa Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Sang Pengatur yang selalu mengetahui dan meminta pertanggungjawaban dari setiap yang mereka lakukan.
Di dalam Islam, pendidikan juga terfokus pada pembentukan karakter, di mana para pelajar harus memiliki keselarasan antara pola sikap dan pola pikirnya. Tidak hanya sekadar tau atas apa yang disampaikan oleh guru tetapi mengimplementasikan ilmu yang telah disampaikan oleh pendidik. Maka dari itu pelajar yang dihasilkan merupakan pelajar yang tidak hanya cerdas tapi memiliki nilai moral dan akhlak yang mulia.
Sehingga terwujudlah negara dengan suasana hidup yang penuh dengan ketakwaan, dan setiap orang terdorong untuk melakukan amal kebaikan. Ini semua juga harus didukung oleh individu yang bertakwa sehingga ia takut untuk melakukan kemaksiatan. Kemudian didukung oleh lingkungan yang saling mengingatkan atas pelanggaran dan perlakuan terhadap tindak kriminal dan kemaksiatan. Serta negara yang akan melindungi dan menjauhkan umatnya dari tindak kriminal dan kemaksiatan.
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Oleh: Sindi Laras Wari, S.K.M.
(Aktivis Dakwah)
0 Komentar