Umat Islam Wajib Cerdas Politik
Tintasiyasi.id.com -- Dunia sedang tidak baik-baik saja. Penyerangan Israel ke Palestina belum usai, ditambah AS berkolaborasi dengan Israel menggempur Iran. Sungguh miris, umat Islam yang berjumlah hampir dua milyar menjadi target kejahatan.
Setelah melalui ibadah suci di bulan Ramadhan, umat Islam merayakan kemenangannya di hari raya Idul Fitri. Tapi bagi yang sedang konflik perang, mereka masih dibayang-bayangi kematian. Tapi, dengan keimanan yang teguh, ditengah berbagai ujian yang melanda umat Islam mereka tetap istiqomah beribadah.
Bagaimana dengan kita?. Apakah kita tetap diam melihat saudara kita didholimi?.
Islam mengajarkan tentang ukhuwah Islamiyah dan kepedulian terhadap kondisi umat di berbagai belahan dunia. Dalam hadits Rasulullah Saw, disebutkan umat Islam laksana satu tubuh, jika sakit salah satu anggota tubuh maka anggota tubuh lainnya juga merasakannya.
Seharusnya sebagai saudara seaqidah kita harus menunjukkan pembelaan kepada saudara kita yang ada di Gaza dan di Iran. Jangan ikut arus memperdebatkan antara golongan Sunni dan Syiah.
Selama mereka muslim maka kita adalah saudara. Kita ikut mengopinikan bahwa seharusnya umat Islam ini bersatu jangan mudah diadu domba.
Dampak Terhadap Umat Islam
Saat konflik global yang terjadi dan melibatkan Iran sebagai salah satu negeri muslim. Maka akan berdampak bagi kaum muslimin semuanya.
Perang tersebut tidak terlepas dari agenda serta peran negara-negara besar. Amerika Serikat sebagai salah satu kekuatan dunia memiliki pengaruh besar dalam bidang militer, ekonomi, dan politik, sehingga banyak negara bersikap hati-hati bahkan cenderung takut dalam menentukan sikap.
Termasuk negeri-negeri muslim lainnya. Jika penguasanya adalah pembebek dan takut akan hegemoni AS, maka kebijakannya akan tunduk dengan kepentingan AS. Hal ini menunjukkan bagaimana kekuatan dunia dapat memengaruhi arah konflik yang terjadi.
AS menginginkan seluruh negeri muslim tunduk kepadanya. Jika ada yang menentangnya tak segan diperangi dan diboikot secara ekonomi seperti Iran.
Ternyata sanksi atas Iran menjadikannya negara mandiri sehingga berani perang melawan AS dan Israel. Fakta menarik seputar konflik global ini, membuka mata dunia. Bahwa kekuatan yang AS tidak sebesar opininya.
Mereka hanya sesumbar ingin menghancurkan Iran dalam sekejap, namun fakta berbicara lain. Kecanggihan pesawat tempur dan rudal-rudal mereka mampu dipatahkan oleh Iran. Akhirnya terpaksa AS mengaku kalah dalam perang dan meminta gencatan senjata.
Begitulah, sebagai umat Islam kita harus meletakkan rasa takut kita hanya kepada Allah SWT, bukan kepada AS dan Israel.
Ini pelajaran bagi seluruh umat Islam bahwa kita punya kekuatan untuk bersatu dan mengalahkan orang-orang kafir.
Kita harus yakin bahwa sebesar apa pun kekuatan manusia, tetap berada dibawah kekuasaan Allah SWT. Tidak ada kekuatan yang mampu menandingi kehendak-Nya.
Sudah selayaknya sebagai seorang muslim, kita harus peduli, harus melek politik global. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan internasional. Setiap muslim memiliki peran sebagai pejuang Islam, bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui doa, dakwah.
Kita harus menjaga keimanan, serta mendidik keluarga agar tetap berada di jalan Allah. Semangat perjuangan ini harus tumbuh dalam hati setiap muslim, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Selain itu, kita harus mengetahui pentingnya memiliki kesadaran politik. Umat Islam tidak boleh apatis terhadap kondisi dunia, tetapi harus melek terhadap berbagai peristiwa dan kebijakan yang terjadi. Dengan pemahaman yang baik, umat tidak mudah terpengaruh dan tidak hanya menjadi pengikut tanpa sikap.
Islam mengajarkan agar umatnya berpikir, memahami keadaan, dan bersikap bijak dalam menyikapi setiap persoalan. Menyikapi kondisi yang terjadi mari kita tingkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak konflik.
Kita memandang bahwa perang ini semestinya menjadi peluang bagi seluruh umat Islam di dunia merapatkan barisan. Menggerakkan kekuatan dan menyerukan bahwa kita butuh persatuan dibawah satu komando untuk menyelamatkan umat yang tertindas dan tidak berdaya.
Yaitu persatuan umat Islam dibawah naungan negara khilafah yang akan menjalankan seluruh hukum Allah SWT. Yang nantinya dibawah satu kepemimpinan kita akan melawan orang kafir dan memimpin dunia dengan aturan dari Sang Pencipta.
Allah SWT memberikan keberkahan dari langit dan bumi. Keadilan, perlindungan, keselamatan, akan terwujud kembali. Sistem pemerintahan Islam akan menghadirkan perdamaian InsyaAllah. Wallahu a'lam bishshowwab.[]
Oleh: Roudhotul Jannah
(Pemerhati Masyarakat)
0 Komentar