Gaza Terus Membara, Umat Tak Boleh Diam
Mutiaraumat.com -- Tujuh warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza pada 11 April 2026 (Tempo, 11-04-2026).
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa agresi terhadap warga sipil masih terus berlangsung tanpa jeda, bahkan di wilayah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi.
Sementara itu, kapal-kapal kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla diberangkatkan dari Barcelona menuju Gaza sebagai upaya menembus blokade dan menyalurkan bantuan bagi warga Palestina.
Sebanyak 30 kapal resmi dengan hampir 1.000 relawan dari berbagai negara terlibat dalam misi ini, menunjukkan adanya solidaritas global yang terus tumbuh terhadap penderitaan rakyat Gaza.
Para peserta terdiri dari aktivis, tenaga medis, dan relawan kemanusiaan yang membawa bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar.
Misi ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi juga bentuk perlawanan moral terhadap blokade yang menjerat Gaza, meskipun risiko menghadapi intersepsi militer Israel tetap mengintai (Tempo,13-04-2026).
Di tempat lain, aksi solidaritas berlangsung di Lapangan Dam, Amsterdam, Belanda. Ribuan hingga puluhan ribu sepatu anak-anak dipajang memenuhi ruang publik sebagai simbol duka atas gugurnya anak-anak Palestina.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan nama dan usia para korban. Suasana haru menyelimuti para pengunjung yang hadir. Aksi ini bukan hanya bentuk empati, tetapi juga seruan terbuka kepada dunia agar tidak terus membiarkan tragedi kemanusiaan di Gaza berlangsung tanpa tindakan nyata (Metrotvnews, 14-04-2026).
Tidak Boleh Diam
Kejahatan Israel telah melampaui batas kemanusiaan dan tidak bisa lagi dipandang sebagai perang biasa. Ini adalah penjajahan yang disertai kekerasan sistematis terhadap rakyat sipil. Pembunuhan, penghancuran, dan teror menjadi pola yang terus berulang tanpa ada penghentian yang tegas dari kekuatan dunia.
Sikap diam dalam kondisi seperti ini sama saja dengan membiarkan kezaliman terus berlangsung. Nurani manusia menuntut adanya keberpihakan yang jelas.
Berbagai aksi solidaritas yang muncul di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa kesadaran itu ada, namun belum cukup kuat untuk menghentikan kejahatan yang terjadi.
Butuh Khilafah
Gaza terus berada dalam lingkaran penderitaan. Tidak ada rasa aman bagi warganya. Kehidupan berjalan di bawah ancaman bom, peluru, dan kehancuran. Ini bukan sekadar perampasan wilayah, tetapi bukti nyata absennya pelindung bagi kaum Muslim.
Rasulullah ï·º bersabda: “Sesungguhnya imam (khalifah) itu adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan kepadanya mereka berlindung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa keberadaan pemimpin yang menerapkan hukum Islam berfungsi sebagai pelindung umat dari ancaman luar.
Selama puluhan tahun, penderitaan Palestina terus berulang tanpa penyelesaian. Kondisi ini tidak akan berubah tanpa adanya institusi yang mampu melindungi dan membela kaum Muslim secara nyata.
Khilafah memiliki peran strategis untuk menyatukan kekuatan umat dan menghentikan penjajahan, termasuk membebaskan Palestina dari kekuasaan Israel.
Khilafah akan menerapkan Islam secara kaffah dan menyerukan jihad mengusir Israel. Sebab Israel hanya mengerti bahasa perang. Khilafah akan mengerahkan tentaranya untuk melindungi umat Islam dan setiap jengkal wilayahnya.
Pentingnya Dakwah
Khilafah bukan sesuatu yang hadir tanpa usaha. Ia membutuhkan perjuangan yang terarah melalui dakwah. Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Ayat ini menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari kesadaran dan upaya umat itu sendiri.
Ini menjadi dorongan agar umat tidak bersikap pasif, tetapi aktif berjuang dalam mewujudkan perubahan. Sebab terwujud islam kaffah di bumi ini tentu butuh perjuangan.
Rasulullah telah memberikan teladan nyata dalam dakwah. Beliau membina para sahabat, menyampaikan Islam kepada berbagai kabilah, hingga akhirnya mendapatkan dukungan dari Madinah. Dari sanalah Islam tegak sebagai kekuatan yang melindungi umat dan menegakkan keadilan.
Ini menjadi bukti bahwa tegaknya khilafah sebagai pelindung umat hanya dapat terwujud melalui dakwah yang mengikuti metode Rasulullah. Dengan kesungguhan, kesadaran, dan perjuangan yang konsisten, perubahan itu bukan sesuatu yang mustahil. Wallahu’alam bishshowwab.[]
Oleh: Nurjannah S.
(Aktivis Muslimah)
0 Komentar