Beginilah Dua Tipe Wanita Setelah Diselingkuhi

MutiaraUmat.com -- Sakitnya bukan cuma karena dia pergi. Tapi karena kita pernah percaya sepenuh hati lalu dikhianati tanpa ampun.

Tangis itu bukan sekadar air mata, tapi runtuhnya harapan yang dulu kita bangun diam-diam. Dan di titik itu wanita akan terbelah jadi dua jalan.

1. Yang kehilangan dirinya sendiri
Dia mulai menyalahkan diri.
“Kurang cantik ya aku…”
“Kurang baik ya aku…”
“Kurang apa lagi sampai dia cari yang lain…”

Hari-harinya dipenuhi overthinking.
Makan tak enak, tidur tak nyenyak.
Hatinya kosong tapi pikirannya penuh.
Yang lebih menyakitkan.perlahan dia juga mulai menjauh dari Allah.

Padahal dulu sering berdoa,
sekarang malah bertanya:
“Kenapa aku ya Allah…?”

Dia tenggelam dalam luka,
dan tanpa sadar dia kehilangan dirinya sendiri hanya karena seseorang yang bahkan tidak menghargainya. 

Tatapan matanya sering kosong, perilaku dan penampilannya sudah bukan dia yang dulu, bahkan dia lupa bagaimana caranya tersenyum, ujungnya stres dan depresi.

2. Yang justru menemukan dirinya

Dia juga menangis. Dia juga hancur.
Tapi dia memilih satu hal, yaitu bangkit.

Dia mulai sadar bahwa cinta manusia bisa rusak, tapi cinta kepada Allah tidak pernah mengkhianati.

Dia perbaiki shalatnya.
Dia perbaiki hatinya.
Dia mulai mengenal dirinya sendiri lebih dalam.
Bukan lagi sibuk bertanya:
“Kenapa dia begitu?”
Tapi berubah menjadi:
“Apa yang Allah ingin aku pelajari dari ini?”

Dan dari luka itu, lahirlah versi dirinya yang baru:
lebih kuat
lebih tenang
lebih berharga

Dia tidak lagi menggantungkan bahagia pada manusia. Karena dia tahu yang tidak pernah berubah hanyalah Allah.

Syaikh Ibnu Atha’illah As-Sakandari pernah mengingatkan,

“Jangan sampai keterlambatan terkabulnya doa membuatmu putus asa, karena Allah telah menjamin penerimaan doa sesuai pilihan-Nya, bukan keinginanmu.”

Artinya, bisa jadi yang kita minta dipertahankan,
justru sedang Allah jauhkan, karena tidak baik untuk kita.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan,
bahwa seorang Muslim harus menjadikan akidah sebagai pusat kehidupannya, bukan perasaan semata.

Karena jika hidup dibangun di atas perasaan,
maka kita akan mudah hancur oleh manusia.
Tapi jika hidup dibangun di atas iman,
maka kita akan tetap kokoh bahkan saat dunia runtuh.

Jadi hari ini kamu mau jadi yang mana?
Yang hancur karena manusia?
Atau yang bangkit karena Allah?

Karena pada akhirnya perselingkuhan tidak pernah menghancurkan wanita. Yang menghancurkan adalah ketika dia lupa siapa dirinya dan lupa siapa Tuhannya.

Dan yang menguatkan adalah
ketika dia sadar bahwa kehilangan manusia,
adalah cara Allah menyelamatkannya dari kehilangan yang lebih besar.

Barakallahufikum

Oleh: Nabila Zidane
Jurnalis

0 Komentar