Panic Buying BBM Akibat dari Rusaknya Kedaulatan Ekonomi
MutiaraUmat.com -- Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan (AS) dan Israel yang terjadi hingga saat ini telah mengundang banyak gelombang reaksi kepanikan dan ketakutan di sejumlah negara-negara, tidak terkecuali Indonesia menjadi salah satu di antara negara yang ikut merasakannya.
Panic buying BBM disinyalir melanda sejumlah negara imbas dari perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel. Sebab memicu berbagai gejolak dirana politik maupun ekonomi dengan skala yang besar. Di Indonesia sendiri menjadi negara yang sangat urgen menghadapi situasi yang terjadi di Timur Tengah.
Terlihat dari situasi yang terupdate di beberapa wilayah menunjukkan respon yang tinggi dan nyata pada masa sekarang ini. Panik buying tentang kelangkaan BBM menjadi momok yang mengerikan bagi negeri ini yang notabene bergantung kepada persediaan impor minyak luar negeri.
Kepanikan ini terekam dari antrean panjang yang terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di kota Medan Sumatra Utara, Jumat (6/2/2026). Warga rela mengantri lebih dari satu jam karena khawatir pada kabar kelangkaan stok bahan bakar minyak akibat perang Timur Tengah. Dilansir oleh kompas.com, 6/3/2026.
Narasi tentang kelangkaan BBM ini begitu cepatnya sampai ditengah-tengah masyarakat negeri ini. Terlebih ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pernah mengkonfirmasi bahwa cadangan BBM di Indonesia cukup untuk 20 hari pasca penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi dunia, akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel.
Informasi yang terlanjur di telan mentah- mentah oleh masyarakat yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia beranggapan akan terjadinya situasi kelangkaan BBM, stok yang terbatas, membuat panic buying terjadi sehingga menyebabkan rasa khawatir yang berlebihan hingga akhirnya banyak warga berbondong-bondong datang ke SPBU dan rela dengan antrean yang panjang demi untuk membeli BBM.
Kita semua mengetahui bahwa BBM adalah komoditas strategis, kelangkaannya bisa menimbulkan gejolak ekonomi, sosial dan politik. Karenanya BBM menjadi sumber kebutuhan yang terbilang urgen dalam kelangsungan hidup masyarakat. Selama ini Indonesia bergantung dari pasokan BBM yang disediakan impor luar negeri.
Beginilah kalau sebuah negara bergantung pada negara lain. Kerugian dan keterancaman kelangsungan hidup akan terjadi di setiap negara yang tidak mampu mengolah sumber daya alamnya secara profesional. Dampak yang dihasilkan adalah menjadi negara yang lemah dan termanfaati oleh negara-negara lainnya yang telah maju.
Apakah negara ini tidak dapat berdiri sendiri diatas kakiknya? tentunya ini sangat memprihatinkan. Indonesia adalah sebuah negara yang terkenal dengan kesuburan tanahnya, memiliki ekosistem laut yang melimpah, sumber daya alam yang tidak diragukan kualitasnya, namun faktanya semua hanya menjadi ajang komoditas bisnis diantara orang-orang yang ingin mencari keuntungan.
Inilah potret dari kapitalisme global yang mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah untuk meraup keuntungan ekonomi dan menciptakan ketergantungan energi sebagai alat penjajahan ekonomi. Hal ini sangat terlihat jelas ketika Indonesia menjadi salah satu negara yang akan terdampak BBM jika perang dunia terus berlanjut.
Butuh antivasi yang tepat dan terarah dalam situasi Indonesia sebagai negara yang bergantung masalah energi kepada pihak luar negeri. Dan hanya Islam yang mampu menawarkan solusi tepat dalam mengatasi problem yang terjadi dinegeri ini. Menyadarkan umat Islam bahwa kekayaan negeri-negeri muslim dengan sumber daya alam yang berlimpah semestinya bisa mensejaterahkan umat.
Penjajahan kapitalisme global yang mengeruk kekayaan negeri-negeri Islam harus di hentikan dengan menegakkan syariat Islam kembali. Supaya tercipta kesejahteraan yang adil dan menyeluruh tanpa pandang bulu. Dan Islam akan mengatur secara real bagaimana sumber daya alam akan di gunakan untuk kepentingan umat seutuhnya, dengan melibatkan orang-orang yang berkompeten didalamnya.
Tanggungjawab tentang kemakmuran umat tentunya ada pada bingkai naungan khilafah yang mampu menerapkan syariat Islam secara kaffah. Dan kebijakan politik khilafah Islam dalam mengelolah sumber daya alam termasuk tambang baik itu status kepemilikan, pengolaan , dan distribusi semuanya akan jelas terwujud dalam penguasaan kepemimpinan khalifah.
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Oleh: Susilah Ningsih
Aktivis Muslimah
0 Komentar