Desakan Keluar dari BOP Menguat, Mengapa Pemerintah Masih Bertahan?


MutiaraUmat.com -- Desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) makin menguat, menyusul rangkaian serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Sejumlah anggota parlemen hingga majelis ulama Indonesia (MUI) mulai mempertanyakan posisi Indonesia di forum tersebut berpotensi mencederai prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia di panggung global.

Menurut Presiden RI, seorang kepala negara harus menyimak secara seksama dinamika yang muncul serta memperhatikan secara serius aspirasi public, khususnya perkembangan kondisi di timur tengah. Presiden juga membaca dan mendengarkan berbagai pandangan dari seluruh lapisan masyarakat sebelum mengambil langkah strategis. Di sisi lain presiden Prabowo juga menggambarkan kondisi timur tengah saat ini sebagai situasi yang memprihatinkan, memanas dan penuh ketidakpastian yang akan membawa dampak terhadap stabilitas global termasuk Indonesia.

Opersi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menyebabkan gugurnya sejumlah tokoh penting di Iran. Termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khosseini Khamenei. Peristiwa itu memicu kritik keras public Indonesia. Mulai dari MUI, Koalisi Masyarakat Sipil, Perguruan tinggi, hingga mahasiswa. Mendesak agar Presiden Prabowo menarik status keangotaan Indonesia di BOP. (www.tempo.com, 5/3/2026)

Mahasiswa Universitas Indonesia hingga Universitas Sumatera Utara menggelar aksi di kawasan Monas Jakarta. Dalam aksinya mereka menyatakan menolak segala bentuk penjajahan. Mereka juga mendesak Pemerintah dan DPR agar Indonesia keluar dari BOP jika dinilai tidak mendukung kemerdekaan palestina . Mahasiswa juja menolak rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza jika dilakukan dalam rangka mandat BOP . Mahasiswa dan masyarakat sipil mengecam serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang dinilai melanggar hokum Internasional. (www.tempo.com, 7/3/2026)

Bop terbukti tidak berhasil mewujudkan perdamaian, hal ini terbukti dari krisis berkepanjangan di Palestina yang di picu oleh ratusan pelanggaran perjanjian damai oleh zionis, karena pelaku perang adalah ketua BOP itu sendiri yaitu AS. Sehingga menciptakan ketidak stabilan structural yang membuat warga Palestina sulit mempercayai solusi ekonomi apapun dari luar, termasuk BOP yang di gagas oleh Trump. Dan Indonesia sebagai negara pengikut tidak mempunyai kekuatan untuk menentukan arah BOP.

Semuanya berakar pada rekam jejak AS yang secara konsisten berpihak kepada zionis, baik melaui dukungan,maupun kebijakan politik, bantuan militer dan penggunaan hak veto PBB untuk melindungi zionis dari sanksi Internasional.

Negara imperialis seperti AS tidak bergerak tanpa kepentingan strategis, mereka membungkus penjajahan dengan bahasa kemanusiaan, perdamaian dan stabilitas. BOP bentukan dari Trump pada dasarnya melegitimasi pembersihan etnis, genosida, perampasan tanah Palestina, melucuti Hamas, dan mengusir penduduknya. Serta memanfaatkan penguasa negeri-negeri Muslim untuk melegitiminasi rencana jahat AS termasuk Indonesia yang masih bertahan di BOP yang menunjukkan bahwa Negeri kita masih terjajah secara politik.

Negara kafir harbi seperti AS dan Zionis tidak akan pernah memberikan solusi menguntungkan Islam, maka klaim BOP sebagai jalan damai bagi Palestina adalah penyesatan opini yang nyata. Logika cacat ini berjuang dari dalam adalah tipu daya politik yang selalu digunakan kolonialisme untuk mengikat penguasa muslim agar tidak berani keluar dari lingkaran pengaruh penjajah. 

Dalam Islam haram hukumnya bergabung dengan BOP. Sebab BOP adalah bentukan Amerika sebagai penyesatan opini yang paling berbahaya bagi umat Islam di seluruh dunia. Umat yang telah dijangkiti pemikiran sekuler-kapitalis akan kehilangan kemampuan membedakan antara yang haq dan yang bathil. Seperti membalikkan logika, yaitu menolak penjajahan di tuduh membantu pejajah. Menolak normalisasi dituduh provokatif. Ini adalah pembalikan fakta yang merupakan senjata utama penjajah dalam perang pemikiran. Karena itu kaum muslim tidak boleh percaya apalagi mendukung upaya perdamaian dengn zionis yang jelas memusuhi umat Islam.

Amerika dan zionis merupakan negara sekutu dalam upaya memperluar dominasi melalui penjajahan politik ekonomi dan militer, sehingga umat Islam diharapkan mendukung solusi yang mereka tawarkan, karena mereka dikenal sebagai pihak yang sering menimbulkan kerusakan. Oleh sebab itu penjajahan yang di sebabkan oleh zionis terhadap Palestina tidak boleh di toleransi atau di anggap selesai hanya dengan pembentukan BOP.

Umat Islam harus bersatu melawan penjajahan zionis dan memperjuangkan pembebasan Palestina. Pembebasan Palestina hanya terwujud secara hakiki melalui jihad fii sabilillah di bawah komando khilafah. Hal ini telah diperintahkan Allah. Pada saat yang sama umat perlu disadarkan akan bahaya pengkhianatan sebagian penguaa negeri-negeri Muslim yang justru memilih bersekutu dengan inisiatif seperti BOP.yang di prakarsai oleh AS dan melibatkan zionis di dalamnya.

Karena itu umat Islam wajib membangun kekuatan global dengan bersatu di bawah kepemimpinan yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dengan melakukan jihad untuk membebaskan Palestina dan negeri-negiri Islam yang terjajah. Sehingga mampu mengakhiri dominasi serta penjajahan yang di lakukan oleh AS dan Zionis. Wallahu a’lam bishshawab.[]


Sari Handayani
Aktivis Muslimah

0 Komentar