Nasib Palestina Menderita Terus, Kapan Berakhir?


Mutiaraumat.com -- Tahun silih berganti, tapi dunia masih tetap tidak baik-baik saja. Palestina masih berlumuran darah, tangisan kelaparan, hujan senjata dan bom, munculnya penyakit karena ketiadaan air bersih, kehilangan keluarga satu persatu, diculik, disiksa, kekejaman zionist masih terus merajalela. 

Dentuman bom dan serangan secara membabi buta masih terus terjadi di Palestina. Pemberitaan tentang Palestina semakin sedikit, bukan berarti genosida telah usai, media sengaja dibungkam untuk mengaburkan fakta yang sebenarnya. 

Para jurnalis menjadi target sasaran bidikan senjata zionist laknatullah. Mereka menjadi target kebiadaban, dibungkam dengan segala cara, memutuskan informasi yang sebenarnya. 

Tak hentinya zionist melakukan serangan, pembunuhan, pencaplokan wilayah Palestina oleh rezim zionist laknatullah. Tak hanya cukup sampai di situ, kekejaman rezim zionist memberhentikan 37 organisasi bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Kemenlu dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian, mengutuk keputusan sewenang-wenang yang dilakukan zionist untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina, khususnya di jalur Gaza (Antara.com, 31/12/2025). 

Pihaknya menambahkan bahwa zionist berupaya melenyapkan saksi-saksi atas kejahatan yang mereka lakukan, dan menghalangi lembaga-lembaga kemanusiaan mendukung Palestina, memberi pelayanan kesehatan, perlindungan anak, pendidikan, sanitasi, dan bantuan bagi pengungsi.

Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan, "Tidak hanya pengabaian total terhadap nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan bahwa Israel secara sadar dan terencana menjadikan penderitaan rakyat sipil sebagai instrumen kebijakan politik dan militer." (Kumparan.com, 3/1/2026).

Penderitaan rakyat Palestina tidak akan berakhir, dan akan terus berlangsung selama kekejaman zionist laknatullah belum dihentikan. Zionist akan terus mewujudkan ambisinya untuk mendirikan Israel Raya, dan menguasai politik-ekonomi dunia dengan segala cara. 

Membiarkan dan mendiamkan zionist tetap berdiri tegak, sama saja dengan membiarkan rakyat Palestina menanggung penderitaan selamanya. Zionist laknatullah akan terus membuat suasana yang mencekam, dan dengan semena-mena membidik siapa saja yang akan menjadi target sasaran, sekalipun itu menewaskan anak-anak.

Berbagai tawaran penyelesaian yang dipimpin Amerika Serikat ke dalam jurang penderitaan yang semakin dalam. Genjatan senjata hanya ilusi belaka, sejak perjanjian genjatan senjata pada 11 oktober 2025, tercatat total 405 korban jiwa, dan 1.115 luka-luka, serta 649 jenazah telah ditemukan. 

Beberapa kali genjatan senjata dilakukan, tapi selalu dilanggar oleh zionist laknatullah. Secara leluasa mengenosida rakyat Gaza tanpa ada sedikit pun rasa kemanusiaan.

Mengutuk serta memohon kebaikan zionist untuk segera membuka blokade bantuan kemanusiaan, bukanlah merupakan solusi yang hakiki untuk membebaskan penderitaan rakyat Palestina.

Genosida akan terus berlangsung, zionist tetap melakukan serangan demi serangan secara membabi buta. Penderitaan dan penyiksaan akan terus dialami oleh rakyat Gaza. Mau sampai kapan rakyat Palestina mengalami penderitaan, apakah iman di hati umat Islam sudah hilang, bukannya umat Islam itu ibarat satu tubuh?

Pengkhianatan dan diamnya para penguasa muslim tanpa tindakan nyata, adalah sebuah tindakan mendukung zionist untuk terus melakukan genosida terhadap rakyat Gaza. Para penguasa muslim menutup mata dan hati atas kekejaman yang zionist lakukan. 

Pengkhianatan harus segera dihentikan, dan penuhnya kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan daulah Khilafah Islamiyyah. Ghiroh umat muslim harus berkobar untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi. Seluruh umat muslim akan dilindungi dari cengkraman para penjajah.

Penderitaan rakyat Palestina akan segera berakhir, jika ada negara adidaya Khilafah yang memiliki raa'in dan menjadi junnah bagi umat Islam. Bukan hanya Palestina, tapi seluruh umat muslim di penjuru dunia akan terlindungi dari kekejaman para penjajah. 

Sudah tiba saatnya kebiadaban zionist diakhiri, seluruh umat Islam harus saling mendorong, mendukung, serta menguatkan perjuangan dalam menegakkan daulah Khilafah Islamiyah di tengah umat dan dunia internasional. Menginggatkan kembali kondisi dan status Palestina sebagai tanah miliknya umat Islam, tanahnya kelahiran para nabi.

Rasulullah shallahu a'lahi wassalam bersabda: "Sesungguhnya al-imam (Khalifah/pemimpin) itu adalah junnah (perisai), di mana orang-orang akan berperang di belakangnya, mendukung dan berlindung dari musuh dengannya." ( HR Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam bishshawwab.[]

Oleh: Kartika Putri, S.Sos.
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar