Kalau Buah Saja Harus Fresh Everyday, Apalagi Kita?


MutiaraUmat.com -- Jualan buah saja punya slogan fresh everyday. Maka sungguh aneh bila manusia, yaitu makhluk yang diberi akal, iman, dan kesempatan hidup justru bangun pagi dengan jiwa yang basi, penuh keluh, putus asa, dan kelelahan batin. 

Padahal setiap pagi adalah halaman baru yang Allah buka khusus untuk kita. Sebuah kesempatan yang tidak semua orang miliki.

Al-Qur’an menggambarkan betapa orang yang telah mati akan memohon dengan penuh penyesalan, “Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.” (TQS. Al-Mu’minun: 99–100)

Dalam hadis Nabi Saw juga dijelaskan bahwa penghuni kubur berharap bisa dihidupkan kembali hanya satu hari saja untuk beramal, bersedekah, dan bertaubat. Mereka tidak meminta sepuluh tahun, tidak juga sebulan, tapi cukup satu hari. Karena di alam sana, baru mereka paham betapa berharganya satu pagi di dunia.

Namun ironisnya, kita yang masih hidup sering menyia-nyiakan hari. Bangun pagi dengan keluhan, tenggelam dalam luka, sibuk mengulang cerita musibah, lalu lupa bahwa kita masih diberi napas.

Syekh Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari berkata dalam Al-Hikam, “Jangan menunggu datangnya kelapangan, karena engkau tidak tahu kapan takdirmu akan berubah. Tugasmu adalah beramal di setiap keadaan.”

Artinya, jangan menunggu hidup sempurna baru bergerak. Jangan menunggu masalah selesai baru bersyukur. Justru di tengah keterbatasan dan luka itulah Allah sedang membuka pintu amal.

Musibah sering kita anggap hukuman. Padahal banyak ulama menjelaskan bahwa musibah bagi orang beriman adalah bentuk penjagaan. Ia menghentikan kita dari kesombongan, dari kelalaian, dari terjerumus dalam istidraj (kenikmatan yang menipu) hingga manusia lupa Allah.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa terkadang Allah mencabut sebagian kenyamanan dunia agar hamba-Nya tidak tertipu olehnya. Karena kebahagiaan yang tidak diikat dengan iman bisa menjadi jerat yang membinasakan.

Maka ketika hidup terasa berat, jangan buru-buru menyimpulkan Allah sedang murka. Bisa jadi justru Allah sedang menyelamatkan.

Syekh Ibnu ‘Atha’illah berkata lagi, “Boleh jadi Allah memberimu cobaan agar engkau kembali kepada-Nya, karena jika dibiarkan dalam kelapangan, engkau justru bisa tersesat.”

Orang yang hanya melihat musibah dari sisi dunia akan tenggelam dalam kesedihan. Tetapi orang beriman melihatnya sebagai undangan untuk naik level. Ya level sabar, level tawakal, level keikhlasan, dan level amal yang lebih tulus.

Karena itu, setiap pagi adalah karunia yang luar biasa. Setiap mata yang masih bisa terbuka, setiap paru-paru yang masih bisa menghirup udara, adalah bukti bahwa Allah masih memberi kesempatan kita di bumi ini untuk berbuat kebaikan, untuk bertaubat dan untuk menulis lembaran baru yang lebih baik.

Jangan iri pada orang yang tampak senang tapi lupa Allah. Jangan merasa kalah karena sedang diuji. Bisa jadi justru kita sedang dipeluk oleh rahmat Allah melalui cara yang tidak kita pahami.

Maka, sob, syukuri setiap pagimu. Gunakan setiap harimu. Beramallah di setiap keadaan. Karena orang-orang yang telah mati menangis karena ingin dihidupkan kembali walau hanya untuk satu hari di dunia dan kita masih memilikinya hari ini.

Jangan biarkan hidupmu basi. Kalau buah saja harus fresh, maka iman dan amal kita lebih pantas lagi untuk diperbarui setiap hari.[]


Nabila Zidane
Jurnalis

0 Komentar