Dunia Butuh Kepemimpinan Global yang Penuh Rahmat

Mutiaraumat.com -- Sistem Kapitalisme mencengkram dunia dibawah kendali Amerika Serikat (AS) telah membuat umat Islam terjajah, lemah, menderita. Penjajahan secara fisik seperti yang terjadi di Gaza dan Sudan, serta penjajahan pemikiran melalui food, fun dan fashion, dimana budaya luar terutama Barat masuk dan mempengaruhi pola pikir, gaya hidup, serta nilai-nilai tanpa paksaan fisik. 

Fenomena ini menggeser nilai-nilai lokal dan agama dengan budaya konsumtif dan kebarat-baratan. Sehingga umat Islam tanpa sadar semakin sekuler dan liberal.

Berbagai krisis terjadi di berbagai bidang. Misal, krisis ekonomi yang membuat kemiskinan sulit teratasi, krisis moral yang mengikis kemanusiaan, krisis politik yang mempertontonkan kerakusan jabatan dan harta dan krisis lingkungan yang menimbulkan bencana ekologis di dunia yang tak kunjung usai akibat keserakahan kepemimpinan Kapitalisme global.

Sebagai contoh bencana alam di Sumatera yang di akibatkan pembalakan hutan yang di alih fungsikan menjadi kebun sawit dan pertambangan. Demi ambisi keuntungan segelintir orang namun dampak kerusakannya dirasakan masyarakat luas.

Bergeser pada Amerika yang semakin menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan di Venezuela dan mengancam akan diperluas ke berbagai negara di dunia seperti Kolombia, Kuba dan Meksiko. Ini bukti bahwa tidak ada harapa perdamaian dunia bisa terwujud dibawah kepemimpinan sistem Kapitalisme.

Amerika menggunakan berbagai cara demi mewujudkan mimpinya sabagai satu-satunya negara yang kuat, kaya dan dihormati dengan memprioritaskan ekonomi, keamanan dan nilai-nilai Amerika dalam keputusan insternasional. 

Segala usaha di lakukan termasuk melakukan aneksasi ke negara lain demi menguasai sumber daya alam tanpa memperdulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia. Intinya Amerika memperkuat cengkraman hegemoninya pada negara dengan sumber daya alam melimpah, khususnya emas, minyak, dll.

Sebagai negara adidaya, Amerika merasa berwenang atas segalanya dan bisa melakukan apa saja, termasuk meposisikan dirinya sebagai polisi dunia kemudian ikut campur dalam urusan negara lain, hingga melakukan penyerangan dengan berbagai dalih.

Begitulah gambaran penerapan ideologi Sekulerisme-Kapitalisme, menjadikan penjajahan sebagai cara menguasai dunia. Namun, ideologi ini punya cacat bawaan berupa akidah sekuler yang tidak menghinakan peran Tuhan atau agama sebagai aturan kehidupan, mengagungkan kebebasan dan peran akal manusia yang lemah serta terbatas dalam mengatur seluruh urusan kehidupan. Dari asa ini munculah aturan yang rusak sekaligus menjadi sebab munculnya berbagai kezaliman di muka bumi.

Lain hal jika ideologi Islam yang diterapkan melalui sistem Khilafah yang tegak di atas akidah yang benar. Menjadikan kedaulatan membuat hukum hanya pada Allah. Sehingga mampu menjaga jiwa dan akal manusia, harta dan kehormatan serta agama dan negara.

Satu-satunya ideologi yang mempu menggulingkan hegemoni Amerika adalah ideologi Islam. Maka dari itu umat Islam harus bersatu dan bangkit menegakkan kembali Khilafah Islam. Hingga tatanan dunia yang rusak dalam cengkraman Amerika dapat dengan tatanan leradaban Islam yang rahmatan lil alamain.

Satu kepemimpinan dunia melalui Khilafah Islam tak hanya melindungi umat Islam, tapi melindungi seluruh manusia dengan peraturan kehidupan dari sang Khaliq maka seluruh umat manusia akan terbebas dari kedzaliman, kemungkaran, kemaksiatan dan berbagai kerusakan atau bencana. Perdamaian dunia yang sekarang terasa mustahil akan dirasakan nyata jika Khilafah tegak.[]

Oleh: Puput Weni R
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar