Indonesia Milik Allah, Kembalikan pada Aturan-Nya
MutiaraUmat.com -- Setiap tanggal 17 Agustus rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Di tahun ini Indonesia mengusung tema 'Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju'. Sekilas tema ini terliat bermakna namun pada faktanya sampai saat ini Indonesia jauh dari itu.
Indonesia memang sudah tidak dijajah secara fisik, namun tidak pada penjajahan ideologi yaitu kapitalis yang berakar pada sekularisme. Korban dari penjajahan ini memang tidak terlihat pada kematian fisik, tapi pada kematian pemikiran yang benar.
Pertama. Penjajahan sektor ekonomi, kondisi ini ditandai dengan adanya ketergantungan bangsa ini dengan pihak asing terhadap modal, impor bahan baku, pangan, dan teknologi membuat harga barang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga di pasar internasional.
Pengelolaan dan penguasaan hasil alam didominasi oleh asing yang akan menimbulkan eksploitasi tanpa batas yang akan menghilangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat Indonesia kecuali para penguasanya. Para penguasa yang diberikan tunjangan besar tanpa dibebankan pajak seperti para pekerja umumnya.
Kedua. Penjajahan sektor budaya. Indonesia kehilangan identitasnya sebagai bangsa yang majemuk dan bergotong royong. Kehidupan individual akibat mendominasinya pemikran barat sehingga mengerus indentitas lokal. Kerusakan budaya dan perilaku telah menjadi fenomena sosial akibat masuknya budaya asing yang sekuler-liberal.
Ketiga. Penjajahan di sektor hukum. Seringakali kebijakan yang lahir bukan orentasi kepentingan rakyat namun pro-asing untuk memuluskan sejumlah proyek mereka di negeri ini. Kekuatan asing membuat kedaulatan negara tergadaikan.
Keempat. Penjajahan di sektor pendidikan. Pendidikan Indonesia dijadikan sebagai market ditandai dengan lahirnya berbagai komoditas yang berorientasi pada profit daripada kualitas dan pemerataan. Sehingga pendidikan saat ini merupakan barang mewah yang hanya bisa dirasakan oleh segelinir orang yang akan mengakibatkan kesenjagan sosial di masyarakat.
Baru-baru ini dunia pendidikan dikejutkan dengan pernyataan bahwa guru merupakan beban negara, padahal sejatinya masih banyak para guru saat ini dengan bayaran yang kecil tetap mendedikasikan dirinya untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Kelima. Penjajahan di bidang kesehatan. Kesehatan dijadikan ajang bisinis atau komoditas yang berorientasi pada keuntungan bukan daripada pemenuhan kewajiban negara terhadap warganya. Negara hanya sebagai regulator yang pro pada asing.
Kembalikan Indonesia pada Hukum Allah
Merdeka berasal dari bahasa Sansekerta Maharddika artinya kaya, sejahtera, kuat. Merdeka menurut Islam adalah bebas dari perbudakan/penghambaan. Salah satunya tidak menjadi hamba hawa nafsu. Tapi hanya jadi hamba Allah SWT.
Ridha Allah harusnya menjadi dasar dalam semua aktivitas yang dilakukan oleh para pemangku kebijakan di negeri ini, bukan atas dasar hawa nafsu. Dengan inilah akan melahirkan sebuah kemerdekaan yang hakiki wujudkan kesejahteraan negara.
Potret keberhasilan pemimpin yang berbasis Islam. Rasulullah SAW adalah sosok pemimpin terbaik yang diakui oleh dunia manapun. Beliau menerapkan sistem kepemerintahan berbasis aqidah Islam di antaranya:
Sistem perekonomian Islam berlandaskan Al-Qur'an yang bertujuan menciptakan keadilan sosial, pemerataan dan kemashalatan dengan menjauhkan praktek ribawi serta ekploitasi hasil alam. Sumber pendapatan negara berasal dari baitu mal yang bersumber dari zakat, ghanimah, fai, kharaj, dan jizyah.
Sistem hukum Islam, mengatur semua sendi kehidupan yaitu hubungan dengan pencipta, masyarakat dan bernegara. Penetapan hukum islam bertujuan mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat dimana kejahatan yang terjadi di negara Islam akan diatasi dengan konsep jawabir (pembalasan) dan zawajir (pencegahan).
Sistem kehidupan dalam Islam akan mempersiapkan setiap individu dan masyarakat mempunyai pemikiran dan kepribadian Islam. Mengupayakan setiap aktivitas berlandaskan atas ridho Allah yang akan menjadikan syariat sebagai kontrol bersikap dan berkata.
Sistem pendidikan Islam akan mengembangkan kurikulum berbasis aqidah Islam. untuk menciptakan generasi yang beriman dan bertaqwa. Sehingga akan melahirkan generasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan Islam.
Sistem kesehatan dalam Islam. Kesehatan adalah persoalan insan. Agar kesehatan setiap orang terpelihara sepanjang hayatnya, dibutuhkan kehadiran Islam dalam upaya kesehatan, baik dalam rumusan konsep preventif maupun kuratif.
Semua ini konsep diatas menggambarkan tanggung jawab pemimpin Islam terhadap rakyatnya. Tegaknya kembali kepimipinan Islam haruslah kita perjuangkan secara bersama-sama yang merupakan kewajiban seluruh kaum Muslim. []
Putri Rahmi D.E.
Aktivis Muslimah
0 Komentar