Ibu Hebat Itu Fokus Pada Amanah, Bukan Sibuk Membandingkan Diri


Mutiaraumat.com -- Di era medsos sekarang, banyak ibu-ibu yang gampang kepancing buat bandingin hidupnya sama orang lain. Liat story temen pake tas branded, langsung ciut hati. Scroll IG ada ibu-ibu liburan ke Turki, eh jadi pengen juga. Padahal kalau dipikir-pikir, ngapain sih hidup ini habis buat banding-bandingin diri? Bukannya bikin bahagia, malah bikin stres.

Padahal, kalau mau jujur, fungsi utama seorang ibu dalam Islam itu bukan jadi “Kompetitor” di ajang pamer hidup mewah, tapi jadi penjaga amanah suami, pendidik generasi dengan Islam, dan penjaga kehormatan keluarga.

Pertama, ibu itu madrasah pertama. Rasulullah Saw bersabda,

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini jelas banget. Seorang ibu bukan hanya sekadar “Ngurus dapur, sumur dan kasur”, tapi dia pemimpin di rumahnya sendiri, bukan dirumah mertua. Anak-anak belajar pertama kali bukan dari guru les atau sekolah, tapi dari ibunya.

Makanya, ulama klasik sampai menyebut, al-ummu madrasatun idza a‘addadtaha a‘addadta sya‘ban thayyibal a‘raq ibu itu bagaikan sekolah, kalau engkau siapkan dengan baik, maka engkau sedang menyiapkan sebuah generasi yang baik pula.

Nah, bayangkan kalau seorang ibu sibuk bandingin dirinya dengan orang lain? Energinya habis buat iri dan minder, bukan buat ngedidik anak yang ada justru merugikan anak. Salah prioritas, SPP anak melayang jadi korban gaya hidup ibunya.

Kedua, menjaga amanah suami.
Allah Swt berfirman,

"Wanita-wanita yang salihah adalah yang taat (kepada Allah) lagi memelihara diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah memelihara mereka."
(QS. An-Nisa: 34)

Ayat ini ngajarin bahwa ibu itu punya fungsi mulia, yaitu menjaga rumah tangga saat suami nggak ada, baik dalam hal harta, anak, maupun kehormatan.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani juga menjelaskan dalam Nizham al-Ijtima’i fil Islam, bahwa tugas utama seorang istri adalah menjadi pendamping suami dalam kehidupan rumah tangga, menjaga kehormatannya, serta mendidik anak-anak agar tumbuh dengan syariat Islam.

Itu artinya, peran ibu bukan soal “Seberapa hits di medsos”, atau "Seberapa populer di perumahan," tapi seberapa kokoh dia menjaga amanah.

Ketiga, fokus mendidik anak dengan Islam. Jangan salah, mendidik anak itu bukan kerjaan gampang. Butuh kesabaran, doa, dan ilmu. 

Rasulullah Saw bersabda,

"Tidaklah seorang ayah memberikan pemberian yang lebih utama kepada anaknya selain pendidikan yang baik."
(HR. Tirmidzi)

Kalau ayah wajib kasih nafkah, ibu wajib jadi partner utama dalam mendidik anak. Jadi tim solid. Syaikh Taqiyuddin menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, dan kebaikan masyarakat berawal dari kebaikan keluarga.

Ibu yang fokus mendidik anak dengan Islam berarti sedang membangun pondasi generasi emas umat.

Keempat, menjaga kehormatan diri dan keluarga. Nih yang sering diremehin. Padahal kehormatan itu aset penting banget dalam Islam. Rasulullah Saw pernah bersabda dalam khutbah Haji Wada,

"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, negeri ini."
(HR. Bukhari danMuslim)

Seorang ibu punya tanggung jawab menjaga auratnya, adabnya, dan juga martabat keluarganya. Bukan berarti nggak boleh tampil cantik, tapi jangan sampe jatuh pada pamer aurat, pamer wajah full filter atau joget-joget jadi bahan tontonan.

Kalau sibuk bandingin diri dengan orang lain, biasanya jadi gampang “Kebobolan ekonomi”. Pengen tampil lebih heboh, lebih modis, biar nggak kalah, ujung-ujungnya ekonomi keluarga morat marit, tagihan utang dimana-mana, anak gak bisa sekolah. Padahal standar kemuliaan dalam Islam itu taqwa, bukan gaya.

Kelima, fokus bikin hidup lebih bernilai. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan, perempuan dalam Islam bukan sekadar “Makhluk domestik” atau “Alat pemuas kapitalisme” kayak di sistem sekarang. Tapi mereka pilar generasi. Fungsi ibu itu besar, yaitu menjadi pendidik utama generasi, menjaga stabilitas keluarga, menjadi teladan keimanan bagi anak-anak.

Kalau fungsi ini dijalankan, otomatis ibu sedang ikut serta dalam perjuangan besar membangun peradaban Islam.

Jadi, Gimana Biar Nggak Sibuk Bandingin Diri?

Pertama, ingat misi utama. Hidup bukan buat ngejar likes, tapi ridha Allah.

Kedua, perbanyak ilmu Islam. Ngaji biar makin paham jati diri.

Ketiga, syukuri apa yang ada bukan mencari yang tidak ada.

Kata Rasulullah Saw, “Lihatlah kepada orang yang di bawah kalian, dan jangan melihat kepada yang di atas kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim)

Keempat, bangun keluarga bareng suami. Jadi partner, bukan saingan.

Kelima, tanamkan bahwa anak itu investasi akhirat. Anak salih yang mendoakan kita adalah tabungan abadi.

Jadi, Sob, ibu hebat itu bukan yang paling mewah outfit-nya atau paling sering jalan-jalan ke luar negeri. Tapi ibu yang sadar posisinya, menjaga amanah suami, mendidik anak dengan Islam, menjaga kehormatan, dan jadi pilar peradaban. Kalau fokus ke sana, hati bakal tenang. Karena nggak lagi sibuk bandingin diri sama orang lain, tapi sibuk bikin bekal akhirat.[]

Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)

0 Komentar