Hanya Jihad dan Khilafah yang Mampu Menghentikan Kebrutalan Zion!s


MutiaraUmat.com -- Israel talah membunuh sebanyak 242 jurnalis Palestina sejak perang dimulai. Baru-baru ini serangan brutal pada tanggal 10 Agustus 2025 telah menewaskan lima orang jurnalis Al Jazeera dan salah satunya Anas Al Sharif yang mereka tuduh sebagai teroris yang terafiliasi dengan Hamas. Namun itu hanya dalih karena sejatinya membunuh jurnalis adalah kejahatan perang. 

Selain itu, satu juta perempuan dan anak perempuan menghadapi kelaparan massal, kekerasan, dan pelecehan di Gaza. Jumlah total korban tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah melampaui 61.800 orang, dengan lebih dari 155.000 orang terluka, menurut otoritas kesehatan. (antaranews.com, 17-8-2025)

Banyak pihak, mulai dari PBB, lembaga internasional dan nasional, aliansi, hingga tokoh internasional, media mengutuk hal tersebut. Rakyat Israel juga menyeru penghentian perang. Puluhan ribu demonstran berkumpul pada Minggu malam 17 Agustus 2025 di Tel Aviv, Israel untuk menyerukan diakhirinya perang di Gaza dan pembebasan sandera. (metrotvnews.com, 18-8-2025)

Pembunuhan para jurnalis merupakan tindakan keji Zionis dan hakikatnya untuk membungkam media agar tidak menyiarkan kejahatan genosida di Gaza. Pembunuhan jurnalis tidak hanya menghilangkan nyawa seseorang namun juga membunuh nyawa perjuangan rakyat Gaza hingga kejahatan mereka lakukan sunyi senyap. 

Bak mendapat angin segar karena Zionis mendapat dukungan politik dari AS selaku anggota DK PBB dan pengkhianatan para penguasa negeri Muslim oleh sebab nasionalisme dan cinta dunia menyandera meraka.

Serangan Zionis semakin brutal yang senantiasa menyasar perempuan dan anak-anak, serta tempat atau fasilitas publik seperti sekolah, masjid, dan rumah sakit. Ini bukti pengecutnya mereka tidak menghadapi lawan yang sepadan untuk bertempur secara militer. 

Mereka juga melakukan genosida melalui upaya pelaparan warga Gaza. Zionis bahkan tidak peduli dengan hukum apa pun. Perilaku ini menunjukkan ketakmampuan mereka mengalahkan perjuangan rakyat Gaza secara kesatria.

Seberapa pun kerasnya usaha Zionis membungkam media dengan membunuh jurnalis tidak akan memadamkan perjuangan rakyat Gaza. Mereka memahami kemuliaan yang Allah berikan atas tanah yang diberkahi dan juga kemuliaan menjaga tanah tersebut. 

Umat Islam harus sadar bahwa saudara Muslim kita di Gaza adalah bagaikan satu tubuh dengan kita. Kita tidak pantas membiarkan rakyat Gaza berjuang sendiri. Sekat nasionalisme harus disingkirkan karena membunuh rasa empati dan keperdulian umat, hingga pengkhianatan pemimpin negeri Muslim. Umat Islam wajib menolong dan mengobarkan perjuangan rakyat Gaza hingga tanah mereka biasa dibebaskan seutuhnya.

Satu-satunya solusi tuntas atas Palestina adalah jihad melawan Zionis. Umat Islam harus menyeru kepada para pemimpin muslim untuk mengirimkan pasukan melawan Zionis. Semua itu dapat terwujud hanya dengan komando khilafah.

Khilafah adalah raa’in (pengurus) dan junnah (perisai) bagi seluruh umat Islam. Khilafah akan melakukan pembelaan atas tanah dan kaum muslim di Palestina dan juga semua wilayah. Khilafah juga akan mengentaskan umat muslim seluruh dunia dari keterpurukan ekonomi, kebodohan, dan penderitaan lainnya. Umat muslim wajib terlibat dalam aktivitas memperjuangkan penegakan khilafah.

Butuh upaya serius dalam mendakwahkan pemahaman yang benar atas solusi Palestina. Sehingga umat membutuhkan kelompok dakwah Islam ideologis yang melakukan penyadaran dan pembinaan terhadap umat dan berjuang bersama menegakkan Khilafah berdasarkan metode Rasulullah Saw. []


Oleh: Puput Weni R.
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar