Gen-Z Bicara Perubahan: Potensi Besar Kebangkitan Umat
MutiaraUmat.com -- Gen-Z dengan segala keunikannya saat ini banyak menyita perhatian publik. Gen-Z yang dikenal sebagai generasi "mager" nyatanya mampu menggerakkan opini publik dengan cepat dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial. Mereka mampu menyampaikan aspirasi dalam bentuk yang cukup unik dan kreatif. Melalui meme, poster, hingga berbagai video pendek aesthetic, Gen-Z mampu mengemas berbagai isu politik dan sosial dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dimengerti.
Beberapa waktu ini Gen-Z juga turun ke jalan untuk mengkritisi kebijakan publik yang dinilai banyak merugikan rakyat. Menanggapi hal ini, Psikolog UI Prof. Rose Mini Agoes Salim mengingatkan, meski ikut aksi bisa menjadi ajang belajar, Gen-Z tetap rentan terprovokasi karena kontrol diri mereka belum matang (inforemaja.id, diakses 11 September 2025).
Gen-Z memiliki potensi besar yang dapat menjadi senjata mematikan jika tidak diarahkan dengan benar. Psikologi modern dalam bingkai kapitalisme menilai hal terpenting bagi generasi kita saat ini adalah ekspresi identitas. Padahal, ekspresi identitas adalah bentuk penampakan dari potensi naluri mempertahankan diri yang Allah ciptakan pada setiap manusia. Salah satu penampakan dalam naluri ini adalah adanya dorongan untuk menolak kezaliman. Naluri ini tidak dapat dihilangkan, tetapi harus diarahkan sesuai tuntunan Islam agar mengantarkan kepada kebangkitan umat yang benar.
Islam: Arah Perubahan yang Hakiki
Islam memandang bahwa manusia terlahir dengan potensi kehidupan berupa kebutuhan kehidupan dan berbagai naluri, salah satunya adalah naluri mempertahankan diri. Kedua potensi ini adalah fitrah manusia, tetapi sebagai ciptaan Allah, pemenuhan potensi kehidupan harus dituntun syariat.
Islam menilai keberanian bersuara untuk mengoreksi penguasa yang zalim merupakan wujud amar makruf nahi munkar. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl: 125 agar dakwah dilakukan dengan hikmah, dan Rasulullah saw. menegaskan: “Pemimpin para syuhadā’ adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa zalim lalu memerintahkannya pada kebaikan dan melarangnya dari kemungkaran, lalu ia dibunuh.”
Sejarah pun membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi garda terdepan perubahan. Pada masa Rasulullah saw., tokoh-tokoh muda seperti Ali bin Abi Thalib dan Mus’ab bin Umair tampil membawa Islam ke panggung besar peradaban. Artinya, potensi Gen-Z hari ini bisa diarahkan pada perubahan serupa jika dibimbing dengan ideologi Islam.
Solusi Praktis bagi Gen-Z
Persoalan generasi saat ini adalah lemahnya pijakan ideologi dalam diri mereka. Mereka berani bersuara tetapi gambaran perubahan yang diusung masih terlalu rapuh. Apa yang mereka suarakan masih berkutat pada solusi-solusi praktis dalam bingkai sistem kapitalisme. Karena itu, kebutuhan reideologisasi pemikiran dengan Islam menjadi hal yang mendesak agar potensi besar Gen-Z dapat membuahkan kebangkitan umat. Ada beberapa langkah praktis yang bisa ditempuh:
1. Perkuat ideologi Islam.
Gen-Z membutuhkan asupan literasi ideologi Islam yang benar. Asupan literasi tidak bisa berhenti pada literasi digital saja, tetapi membutuhkan keterlibatan secara langsung dalam forum pembinaan yang disediakan oleh partai ideologis Islam. Partai ideologis Islam yang mengusung kebangkitan umat sesuai dengan manhaj perjuangan Rasulullah saw. Karena perubahan sistem hanya akan terwujud dengan hadirnya partai politik berideologi Islam yang mengawalnya.
2. Gunakan media untuk dakwah.
Melalui berbagai platform media sosial, Gen-Z dapat memanfaatkannya untuk menyuarakan kebenaran serta melakukan edukasi tentang ideologi Islam. Gen-Z harus mengisi media sosial dengan konten dakwah kreatif untuk mengajak generasi muda memahami Islam secara menyeluruh, menghapus segala ketakutan yang sengaja ditanamkan oleh musuh-musuh Islam demi menjauhkan kaum muslimin dari ideologi Islam yang benar, serta membongkar segala kebohongan dan propaganda kaum kafir.
3. Terlibat aktif dalam jamaah dakwah berideologi Islam.
Seperti ungkapan pepatah, kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Melalui jamaah dakwah Islam, Gen-Z akan mendapatkan gambaran utuh dalam memahami berbagai kejadian di sekitar mereka dan mampu menyikapinya dengan benar. Terlibat dalam jamaah dakwah ideologis Islam akan menguatkan ruh perjuangan dan memberikan kematangan emosi Gen-Z sehingga tidak mudah terprovokasi.
Gen-Z telah menunjukkan keberanian dan kreativitas dalam bersuara. Tetapi agar energi itu tidak habis hanya di ruang digital atau aksi sporadis, mereka butuh pijakan ideologi yang kokoh. Islam menyediakan arah itu: menjadikan suara sebagai amar makruf nahi munkar, menjadikan keberanian sebagai ladang pahala, dan menjadikan kreativitas sebagai alat dakwah. Jika Gen-Z berpegang teguh pada Islam, maka kebangkitan umat bukan lagi sekadar retorika, melainkan kenyataan yang segera terwujud.
Oleh: Maziyahtul Hikmah, S.Si
Aktivis Muslimah
0 Komentar