Gaza Berjuang Taklukkan Dunia Sendirian
MutiaraUmat.com -- Sampai detik ini, dunia ditunjukkan oleh buruknya penjajahan yang sistemik. Terlihat setelah sederet perjuangan warga Gaza sendirian, sampai detik ini memilih mati kelaparan atau mati tertembak dari pada menuruti maunya penjajah. Kelaparan kali ini bukanlah tragedi kemanusiaan biasa, melainkan keadaan yang di jadikan senjata kebiadaban musuh Islam.
Apakah Mereka merasa gusar? takut, sedih, merasa lelah, dan terpuruk, dengan keadaan yang Mereka alami? Tidak!
Maka, dengan tegas Hamas mengatakan tidak akan setuju melucuti senjata, kecuali negara Palestina yang berdaulat di dirikan. Israel menganggap pelucutan senjata Hamas sebagai salah satu syarat utama bagi kesepakatan apa pun untuk mengakhiri konflik.
Dikutip dari detiknews (3/8/2025), Hamas yang di anggap kelompok teror terlarang di AS, Inggris dan Uni Eropa menyatakan mereka tidak dapat melepaskan haknya untuk melakukan perlawanan dan persenjataan kecuali negeri Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai Ibukotanya.
Anehnya di tengah konflik begitu pelik, akhir-akhir ini pemerintah Arab telah mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali atas Gaza. Bukankah ini berarti pengkhianatan terhadap saudara Muslim sendiri? Lalu timbulnya desakan ini muncul setelah sejumlah negara Barat termasuk Prancis dan Kanada mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina. Inggris mengatakan akan melakukannya jika Israel tidak memenuhinya.
Laman berita ini memunculkan pertanyaan yang mesti jujur menjawabnya. Sejak kapan kita percaya kepada janji manis penjajah? Saat ini saja penjajah Israel, dengan segala kelicikannya sudah berapa kali kaidah perang di langgarnya.
Masih tertancap di benak dunia akan peristiwa gencatan senjata yang ditabraknya. Hingga fakta hari ini fakta yang membelalakkan mata dunia tonjolan tulang belakang, tulang iga, Gaza karena kelaparan, menghiasi potret kejinya penjajahan zionis dan sekutunya. Tetapi mana? Bisa menandinginya, dari kekuatan dunia manusia di luar Gaza, termasuk negeri terdekat seperti Mesir, Yordania, Lebanon, dll, enggak pernah membayangkan jika lapar menimpanya dan akhirnya berakhir mati! Dunia yang isinya manusia ini tak menyadari bahwa yang terkuat di dunia adalah Palestina, Gaza, utamanya kuatnya iman mereka. Buktinya Gaza tak tertarik menukar nyawa dan imannya kepada dunia terlebih sama penjajah dan sekutu-sekutunya.
Masya Allah sangat ironis menyedihkan sekali, warga Gaza terus berjuang sendirian. Di manakah kita sebagai umat Muslim berada? Padahal itu saudara kita, ibarat satu tubuh. Harusnya kita turut merasakan sakit melihat saudara kita di zalimi diperlakukan dengan keji dan biadab.
Seandainya umat ini bersatu, pasti zionis itu hanya sebesar kutu. Dan andai sekarang itu ada junnah, sang perisai umat pasti penjajah bakal dilumat. Tidakkah dengar umat ini tentang sejarah membuktikan! Kala Islam memimpin dunia? Gaung kekuatan militernya tembus di dua pertiga dunia. Membuat musuhnya tunduk dan takluk tak berdaya.
Yuk jangan biarkan Gaza berjuang sendirian. Mari ciptakan persatuan, umat bersatu di bawah satu komando, kobarkan jihad! Karena segala upaya tidak solutif dan hanya jihadlah satu-satunya adalah pembelaan terhadap kaum lemah yang ditindas karena imannya. Padahal jelas, kita semua sama punya tugas yang di formanka Allah SWT di Q.S. An_Nisa : 75.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu."(Q.S. An-Nisā : 75).
Semoga kita semua dimudahkan menerapkan keimanan kita seperti dalam ayat ini, dengan komando seorang khalifah, dengan sistemnya khilafah. Ini satu-satunya kekuatan yang sudah teruji. []
Oleh: Eulis Martini
(Anggota KMM Depok)
0 Komentar