Evakuasi Gaza: Solusi Semu yang Menguntungkan Penjajah
Mutiaraumat.com -- Dikutip dari CNBC (7/8/2025) di tengah polemik pencarian solusi yang tepat untuk Gaza, Presiden RI Prabowo Subianto ikutan ambil bagian, dengan turut mengusulkan evakuasi sekitar 2.000 warga Gaza untuk dirawat di Pulau Galang, Batam.
Sekilas terlihat baik dan apresiatif untuk peduli. Ternyata rencana ini malah menuai pro dan kontra. Pada sebagian pikiran orang masuk di akal sih, saking geramnya melihat kebiadaban Zionis ini. Tetapi kita tetap harus waras, karena justru banyak yang menilai langkah tersebut berbahaya.
Yaitu menguntungkan penjajah Zionis dengan mengosongkan tanah Gaza, yang secara langsung mendukung cita-citanya selama ini yang mereka gigih perjuangkan.
Hendaknya hati-hati sebelum berucap, bertindak pakailah standar yang benar. Ingat berapa pengkhianatan Zionis yang telah dilakukan, masih percaya? Ada apa?
Sejenak kita ingat kembali sejarah terbukti dari peristiwa pengusiran Nakba tahun 1948 dengan dalih yang sama, evakuasi sementara berujung permanen. 800.000 warga Palestina diusir hanya dengan membawa kunci rumah, berharap bisa kembali.
Nyatanya, hingga lebih dari 70 tahun berlalu, hampir tidak ada yang bisa kembali. Pola ini berulang pada tahun 1967 dan 1973. Fakta ini hendaknya menjadi pelajaran berharga jangan sampai ada kasus serupa terulang kembali.
Kini, mengevakuasi 2000 ke Indonesia atau ke negara lain, yang berujung Palestina kelak kehilangan hak kembali ke tanah wakaf umat. Rencana evakuasi ini hanya mengalihkan fokus dari kejahatan perang Zionis: blokade ribuan truk bantuan, pelaparan sistematis, dan pembantaian massal yang menelan puluhan ribu nyawa.
Palestina bukan sekadar soal korban luka, tetapi penjajahan yang terus berlanjut, hingga benar-benar ia kuasai seluruh wilayah tersebut. Ini menurut akal mereka. Juga berdasarkan bantuan genosida pemikiran dari sekutu-sekutunya. Allah telah mengingatkan:
“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu’.” (QS An-Nisā’: 75).
Firman ini tidak hanya untuk di ingat saja, sebab segala solusi sudah di upayakan. Dan tak kunjung selesai perpecahan. Yang belum hanya seruan persatuan. Untuk perang seluruh muslim di dunia memerangi zionis yang mengangkangi Baitul Maqdis.
Rasulullah ﷺ juga menegaskan keutamaan perjuangan di Baitul Maqdis dan sekitarnya:
“Akan selalu ada golongan dari umatku yang menegakkan kebenaran, teguh menghadapi musuh, hingga datang keputusan Allah. Mereka berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya.” (HR Ahmad).
Maka hayo kita ambil bagian, menyeru kepada penguasa kita, kepada penguasa negara selevelnya. untuk mengajak mempersatukan tentara seluruh negara Islam yang ada.
Mengirimkan tentara berjihad fi Sabilillah, memilih Amirul jihad, dan menentukan siapa yang menjadi pemimpin tunggal di antara mereka. Agar satu komando, satu perintah ketundukan kepada nash islam yang Allah perintahkan. Dan pemimpin yang Allah tetapkan, yaitu Khalifah untuk angkat senjata perangi dan tumpas habis zionis berikut pemikiran ideologinya.
Maka jelas, evakuasi bukanlah solusi. Palestina adalah tanah wakaf umat Islam, tidak boleh dikosongkan, apalagi diserahkan pada penjajah. Solusi sejati hanya lahir dari penerapan Islam kaffah di bawah kepemimpinan Khilafah, yang akan mengutus pasukan jihad untuk membebaskan tanah suci.
Kini, tugas umat adalah menyatukan barisan, dengan meluruskan shaff-shaff kita jangan sampai sesama umat Islam, kita terpecah-pecah. Lalu menekan pemimpin agar berpihak pada aturan Allah, bukan pada skenario negara adidaya. Hanya dengan persatuan umat dan kepemimpinan Islam, Palestina akan benar-benar merdeka.[]
Oleh: Istiqomah
(Anggota KMM Depok)
0 Komentar