Bukan One Piece, Bro! Tapi One Ummah yang Harus Kita Suarakan

TintaSiyasi.id -- One Piece Bisa Tamat, Tapi Perjuangan One Ummah Belum Selesai

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya: 92)

Kita semua tahu, sejak Eiichiro Oda menciptakan dunia bajak laut dengan judul One Piece, jutaan umat manusia mendadak sibuk ngikutin petualangan bocah pakai topi jerami yang bercita-cita jadi Raja Bajak Laut.

Tapi, pernah mikir nggak sih, kenapa kita bisa sebegitu semangatnya ngikutin petualangan Luffy cs, tapi lemes kayak kerupuk melempem waktu dengar isu Palestina, Uyghur, atau Suriah?

Luffy nyari harta karun. Kita nyari apa? Kalau cuma mau hidup ngikutin arus hiburan doang, ya selamat datang di dunia yang menjauhkan kamu dari One Ummah. Dunia yang disetir sama ide sekuler yang sengaja memisahkan agama dari hidup, dari perjuangan, bahkan dari tuntunan.

Makanya, jangan heran kalau banyak dari kita lebih tahu nama-nama kru Topi Jerami daripada nama sahabat Rasul. Lebih hapal simbol Jolly Roger daripada panji Rasulullah Saw, Liwa’ dan Rayah.

Simbol itu penting, tapi harus simbol yang membentuk kesatuan arah perjuangan dan kemuliaan umat. Dalam One Piece, simbol Jolly Roger bukan sekadar tengkorak tulang nyengir, tapi simbol perlawanan, kebebasan, dan mimpi para bajak laut. Di balik itu, ada juga ideologi yang dibawa, yaitu kebebasan tanpa batas, individualisme, dan glorifikasi pelanggaran hukum. Bajak laut yang harusnya kriminal malah dikisahkan sebagai pahlawan.

Sementara umat Islam? Kita punya simbol paling mulia, yaitu Liwa’ berwarna putih dan Rayah berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Ini bukan sekadar bendera. Ini simbol kesatuan, perjuangan, dan kemuliaan umat di bawah kepemimpinan Islam.

Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu laksana perisai; di belakangnya kaum Muslim berperang dan dengannya mereka berlindung." (HR. Muslim)

Tapi, lihat sekarang. Panji tauhid dituduh simbol teroris. Sedih nggak sih? Yang simbol bajak laut malah dibangga-banggain, yang simbol tauhid malah ditakutin.

Hiburan Bukan Netral, Dia Bawa Misi

Jangan anggap anime, film, atau tontonan itu netral. Semua ada ideologinya.

One Piece bawa misi liberal, seperti kehidupan bebas sebebas-bebasnya tanpa aturan agama, norma, dan negara. Naruto bawa misi rekonsiliasi musuh bebuyutan. Attack on Titan bawa kritik sistemik, tapi ending-nya tetap kompromi.

Pertanyaannya, mana yang mengarahkan kita untuk mikir tentang khilafah? Mana yang ngajak kita mikir soal jihad membebaskan Masjid Al-Aqsha? Nggak ada. Yang ada malah bikin kita makin jauh dari problem umat.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 124:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

Makin sering kita lari ke hiburan, makin kita buta arah perjuangan.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab Nizhamul Islam menegaskan:

"Perjuangan Islam tidak boleh sekadar emosional atau simbolik, tapi harus ideologis, yakni dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya dasar perjuangan. Khilafah adalah institusi yang akan menerapkan Islam secara kaffah dan menjadi pelindung bagi umat.”

Artinya, kita nggak bisa puas cuma teriak “Free Palestine” di IG Story, terus balik nonton anime lagi. Perjuangan itu harus punya arah. Dan arah itu hanya bisa dicapai dengan khilafah. Karena khilafah bukan sekadar sistem politik, tapi satu-satunya cara menyatukan umat dan mengembalikan kemuliaan Islam.

Jangan Salah Teladan, Luffy Bukan Qudwah

Banyak remaja hari ini lebih ingin jadi Luffy, Zoro, Naruto, atau Nami daripada jadi Khalid bin Walid, Shalahuddin Al-Ayyubi, atau Muhammad Al-Fatih. Padahal, yang beneran mengukir sejarah justru mereka yang hidupnya dipersembahkan buat Islam, bukan buat nyari follower.

Rasulullah Saw bersabda:

Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Mau disangka bagian dari bajak laut?

Khilafah bukan dongeng. Bukan juga mimpi mustahil. Ini janji Allah Swt yang pasti terwujud:

Allah telah berjanji kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.” (QS. An-Nur: 55)

Dan kita nggak butuh Topi Jerami buat jadi pahlawan. Kita butuh ilmu, iman, dan keberanian untuk memperjuangkan tegaknya sistem Islam. Itulah satu-satunya jalan membebaskan negeri-negeri Muslim dari penjajahan dan kehinaan.

Simbolmu Tengkorak, Simbol Kami Tauhid

Jadi, bukan berarti nggak boleh nonton anime. Tapi nonton boleh, asal akidah jangan goyah. Jangan sampai seru nonton, tapi nggak ngerti arah perjuangan. Jangan sampai cinta Jolly Roger, tapi asing sama Liwa’ Rasulullah Saw.

"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai...” (QS. Ali Imran: 103)

“Sungguh, umat ini adalah umat kamu semua, umat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Al-Mukminun: 52)

Bukan One Piece yang harus dicari, tapi One Ummah yang harus kita perjuangkan. Karena kalau kamu hidup di dunia sebagai kru bajak laut, pastikan di akhirat kamu bukan penumpang kapal yang karam.

Oleh: Nabila Zidane
Jurnalis

0 Komentar