Bendera One Piece Berkibar, Pengungkapan Kekecewaan terhadap Penguasa
MutiaraUmat.com -- Menjelang peringatan 17 Agustus 2025 marak pengibaran bendera One Piece dari berbagai kalangan. Bukan maksud apa-apa, hanya sekadar pengungkapan perasaan rakyat terhadap penguasa zalim. Bukan mengagungkan bendera One Piece, melainkan muak dengan sistem sekularisme yang semakin hari semakin terlihat buruknya.
Misalkan yang sedang dialami oleh banyak masyarakat akhir-akhir ini: rekening tidak ada transaksi selama tiga bulan diblokir, tanah menganggur selama dua tahun diambil alih negara, naiknya pajak, dan permasalahan yang lainnya. Seolah-olah rakyat hanya dijadikan budaknya. Kenapa tidak? Rakyat ditarik pajak setiap tahunnya dengan ringannya penguasa memblokir rekening, mengambil alih tanah rakyat dengan semaunya sendiri. Aturan hanya digunakan untuk menindas rakyat, memeras rakyat, zalim terhadap rakyat.
Apakah pantas setiap tahunnya peringatan 17 Agustus sebagai tanda hari kemerdekaan? Apakah itu yang dinamakan merdeka? Menurut saya, itu bukan merdeka, tetapi menderita. Ya, para penguasa, para pemodal mereka merdeka, tetapi tidak untuk rakyat. Hidup di negara sendiri, tetapi serasa dijajah. Itu fakta, sebab yang digunakan untuk mengatur kehidupan ini adalah aturan penjajah. Lantas, pantas dikatakan jika saat ini belum merdeka. Merdeka dalam artian apa jika masih demikian yang dirasakan?
Tetapi, saya masih heran dengan orang-orang. Mereka merasakan menderita dengan sistem saat ini, tetapi mereka masih saja mengekspresikan bahwa Indonesia telah merdeka. Ya, mungkin merdeka dalam artian tidak sedang dijajah secara fisik. Namun, tidak sadar bahwasanya saat ini sedang dijajah pula. Iya, dijajah. Dijajah pemikirannya supaya tunduk dan patuh terhadap aturan yang telah disediakan meskipun dalam hati nuraninya menolak. Karena kebanyakan dari rakyat pun enggan untuk menolak, mereka pasrah terhadap aturan sistem yang ada, bahkan ada yang mengatakan, “Sabar aja dulu,” “Mau gimana lagi orang rakyat kecil.” Padahal, suara kita waktu pemilu pun diperlukan, berarti ketika satu suara menyuarakan kebenaran ada kemungkinan itu bermanfaat. Bahkan ketika seluruh rakyat bersatu dengan satu akidah, luar biasa sekali.
Mengapa saya katakan demikian? Karena sistem saat ini yang digunakan adalah sistem sekularisme kapitalis, yang mana sistem ini adalah sistem buatan manusia yang berlandaskan hawa nafsu. Contohnya permasalahan di atas tadi: tiba-tiba buat aturan blokir rekening rakyat, dan sebagainya. Jadi, sistem sekularisme ini adalah sistem yang dibuat sesuka hati para penguasa itu sendiri dan tidak memikirkan apakah ini baik untuk rakyat atau tidak, atau bahkan baik untuk negeri ini atau tidak. Makanya, rakyat saat ini sedang marak menyuarakan kekecewaannya lewat mengibarkan bendera One Piece.
Itu hanya menyuarakan kekecewaan melalui pengibaran bendera One Piece. Tetapi, perlu digarisbawahi, itu bukan solusi untuk permasalahan ini, itu hanya pengungkapan perasaan saja. Lalu apa solusinya? Solusinya, kita semua harus lebih dekat dengan aturan Sang Pencipta. Apa aturannya? Sebagai umat muslim, aturannya adalah menaati peraturan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan panduan Al-Qur’an tentunya. Karena sejatinya manusia diciptakan itu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan menghamba kepada manusia. Jadi, sebaik-baiknya sistem adalah sistem Allah, yang jelas menciptakan manusia tentu juga memberikan aturannya. Yuk, pelajari Islam secara kaffah agar lebih paham bahwa Islam itu sempurna dan tentunya tidak hanya mengatur soal ibadah ritual saja, melainkan semua aspek juga diatur dengan sempurna. Wallahu a‘lam bissawab.
Aktivis Muslimah
0 Komentar