Pentingnya Belajar Islam secara Kaffah


MutiaraUmat.com -- Dalam kehidupan modern saat ini, informasi berseliweran tanpa batas. Generasi muda termasuk kalangan zillenials hidup dalam derasnya arus teknologi, tren, dan gaya hidup yang serba instan. 

Namun di tengah derasnya perubahan itu, ada satu hal mendasar yang sering terlupakan, yaitu belajar Islam secara menyeluruh (kaffah). Bukan sekadar tahu ritual ibadah, tapi memahami seluruh aspek ajaran Islam, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga sistem hidup bermasyarakat.

Mengapa Belajar Islam Kaffah Itu Wajib? Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 208 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.”

Ayat ini menegaskan, kewajiban kita bukan hanya memeluk Islam sebagai identitas, tetapi mengamalkannya secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Termasuk cara berpikir, mencari rezeki, bermuamalah, bahkan berpolitik dan bernegara.

Rasulullah Sawn juga menegaskan keutamaan menuntut ilmu agama, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Ilmu yang dimaksud di sini bukan sekadar ilmu dunia, tetapi ilmu syar’i yang menjadi kompas hidup menuju ridha Allah. Tanpa ilmu ini, manusia mudah terjebak pada kesalahan, meskipun berniat baik. 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata, “Barang siapa menghendaki dunia, hendaklah ia berilmu; barang siapa menghendaki akhirat, hendaklah ia berilmu; barang siapa menghendaki keduanya, hendaklah ia berilmu."

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Beliau membagi ilmu menjadi dua: fardhu ‘ain (ilmu yang wajib dipelajari setiap individu, seperti akidah, ibadah, halal-haram) dan fardhu kifayah (ilmu yang dibutuhkan masyarakat). Tanpa ilmu fardhu ‘ain, ibadah seseorang rawan salah dan tanpa ilmu kifayah, masyarakat akan tertinggal dan terombang-ambing dalam urusan dunia.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah juga menegaskan dalam Miftah Daris Sa’adah bahwa ilmu adalah cahaya bagi hati. Orang yang beribadah tanpa ilmu ibarat orang buta berjalan di jalan gelap dan akan mudah tersesat, meskipun penuh semangat.

Pandangan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizb ut-Tahrir ini sangat menekankan belajar Islam secara kaffah. Menurut beliau, Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi sistem hidup yang mengatur seluruh aspek, mulai dari individu, keluarga, masyarakat, hingga negara. 

Dalam kitabnya Nizhamul Islam beliau menulis, “Islam diturunkan bukan hanya untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya melalui ibadah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri (akhlak, makanan, pakaian) dan hubungan manusia dengan sesamanya (muamalah, politik, hukum, ekonomi)."

Beliau juga mengingatkan bahwa kebangkitan umat hanya bisa terjadi dengan ilmu dan kesadaran syar’i. Tanpa pemahaman Islam menyeluruh, umat akan mudah terseret sistem buatan manusia yang sering bertentangan dengan syariat.


Manfaat Belajar Islam Kaffah
Menyelamatkan Hidup Dunia Akhirat

Pertama, ilmu syar’i menuntun kita menghindari yang haram dan memilih yang halal.

Kedua, membentuk akhlak mulia. Ilmu membuat kita paham batasan dan etika dalam pergaulan.

Ketiga, menjadi benteng dari ideologi sesat. Generasi muda terjaga dari paham liberalisme, sekularisme, dan hedonisme.

Keempat, menyiapkan pemimpin masa depan. Umat butuh pemimpin berilmu syar’i agar hukum Allah ditegakkan di muka bumi.

Kelima, mendatangkan pahala tanpa batas. Ilmu yang diamalkan dan diajarkan akan terus mengalir pahalanya, bahkan setelah wafat (amal jariyah).

Oleh karena itu, belajar Islam secara kaffah sangatlah penting. Karena itu adalah kunci kebahagiaan sejati. Bukan hanya untuk pribadi, tapi juga untuk masyarakat dan peradaban.

Rasulullah Saw. membangun generasi sahabat bukan dengan harta atau kekuasaan, tapi dengan ilmu syar’i yang membentuk keimanan dan ketaatan mereka secara total kepada Allah Swt.

Di era serba cepat seperti sekarang, mempelajari Islam kaffah adalah investasi terbesar. Sebab dengan ilmu itu, kita tidak hanya selamat dari kesalahan di dunia, tapi juga meraih surga di akhirat. Maka, mari jadikan belajar Islam kaffah sebagai prioritas hidup, bukan sekadar pelengkap. Karena sebagaimana pesan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani, “Kebangkitan umat hanya akan terwujud dengan kesadaran Islam yang menyeluruh.” []


Nabila Zidane
(Jurnalis)

0 Komentar