Analis Politik dan Media: Sistem Kapitalisme tidak Layak Diberi Panggung Kembali


MutiaraUmat.com -- Analis politik dan media Hanif Kristanto mengatakan, sistem kapitalisme tidak layak diberi panggung lagi.

“Sistem kapitalisme ini tidak layak diberi panggung lagi karena sebuah bangsa perlu sistem yang lebih baik,” ungkapnya dalam Kabar Petang Live: Rezim Kapitalis Toxic bagi Rakyat, Sabtu(11/5/2024) di Kanal YouTube Khilafah News.

Ia melihat bahwa sistem kapitalis saat ini sedang mengalami degradasi kepercayaan publik. Selain itu, sistem kapitalis juga mengalami berbagai guncangan seperti dalam bidang politik, hukum, ekonomi dan sebagainya.

“Sebagai contoh dalam bidang politik, ya jual beli kongkalikong, kemudian juga nepotisme, korupsi, kolusi, dan seabrek masalah politik juga terjadi. Misal, bagaimana kecurangan dalam Pemilu. Belum lagi masalah hukum yang bisa diperjualbelikan. Masalah ekonomi juga ya, tambah utang menumpuk, juga pengelolaan SDA diserahkan ke Asing. Juga adanya ketimpangan di tengah masyarakat dan kemunculan krisis ekonomi dari waktu ke waktu,”  jelasnya.

Ia menilai, sistem kapitalisme maupun politik demokrasi dan hukum yang liberal seperti lingkaran setan yang saling memengaruhi, baik dalam kepentingan maupun penetapan kebijakan

Oleh karena itu, ia berharap rakyat bisa berpikir lebih keras lagi bahwa berharap pada rezim kapitalisme tidak akan pernah menyelesaikan problem-problem di dalam kehidupan. Bahkan akan menjadikan masa depan bangsa lebih suram lagi.

“Gagasan mereka (rezim kapitalisme) seolah-olah futuristik, seolah-olah akan menjadikan sebuah negara yang maju ‘Indonesia maju’,” ungkapnya.

Menurutnya, selama sistem yang dipakai kapitalis liberal dan juga sekuler, maka tidak akan terjadi perubahan dalam rakyat. Rakyat akan menjadi objek pesakitan.

“Inilah saatnya rakyat menjadi subjek pelaku, yakni pelaku perubahan, juga sebagai penasihat kepada penguasa,” tuturnya.

Ia berharap kepada rezim yang akan berkuasa, jika Anda seorang muslim, maka di dalam Al Qur’an ketaatan itu hanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Buktinya yakni dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam pengelolaan berbangsa dan bernegara dan menerapkan hukumnya.

“Bukti penguasa taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah pertama, menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, khususnya dalam berbangsa dan bernegara dan menerapkan hukumnya. Kedua, menjadi penguasa yang mengurusi rakyatnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ketiga, menjadi penguasa yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan rakyatnya, serta menjamin kesehatan, pendidikan, keamanan betul-betul terjamin,” ungkapnya.

Terakhir, ia berpesan terhadap penguasa negeri ini agar mengambil syariat Islam secara Kaffah agar kehidupan Anda berkah, negara berkah, cita-cita baldatun thoyibatun wa rabbun ghofur bisa terlaksana.

“Tidak hanya Indonesia maju, tetapi Indonesia bisa melaju menjadi negara yang hebat ketika mengambil Islam sebagai sebuah jalan kehidupan,” pungkasnya.[] Mustaqfiroh

0 Komentar