Palestina, Ukhuwah dan Khilafah

MutiaraUmat.com -- Palestina merupakan negri muslim. Tanahnya mayoritas merupakan tanah kharajiyah yang dimiliki Baitul mal kaum muslimin. Dana kharaj yang dibayarkan ke Baitul mal adalah milik umat Islam sedunia. Tentu saja termasuk muslim Indonesia ini. Khalifah akan mendistribusikan dana kharaj ini untuk kemaslahatan muslim sedunia. Mau kan kita kebagian juga? Pasti mau lah.

Disisi lain, muslim adalah saudara muslim yang lain. Muslim di manapun baik di Indonesia, Saudi, Turki dan Palestina bahkan muslim sedunia itu bersaudara. Itulah ukhuwah alias persaudaraan Islam. 

Ukhuwah Islamiah, merupakan salah satu tujuan besar yang hendak dicapai oleh syari’at. Merupakan salah satu pondasi dan tali keimanan yang paling kokoh, sebagaimana sabda Nabi:

أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ اَلْمُوَالاَةُ فِي اللهِ وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ

Tali iman yang paling kuat adalah saling berkasih sayang karena Allah, memusuhi karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. (HR Thabrani).

Dengan ukhuwah Islamiah, kaum beriman saling mencintai, berkasih sayang dan bersatu, sehingga kaum muslimin bisa menikmati kebahagian di bawah naungan ukhuwah Islamiyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ

Sesungguhnya kaum beriman itu bersaudara. [Al Hujurat/49 :10].

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Ruh-ruh manusia adalah pasukan yang besar. Selagi ruh-ruh itu saling mengenal, maka mereka akan bersatu padu. Dan selagi ruh-ruh itu saling mengingkari, maka mereka akan berselisih. [HR Muslim]
.
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلاَيُكَذِّبُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya, menghinakannya, mendustakannya dan merendahkannya. [HR Muslim, no. 2580].

Maka kita bertanggung jawab terhadap nasib saudara kita muslim dimanapun termasuk di Palestina. Jika mereka dizalimi apalagi dijajah maka kita wajib menolong mereka. Dengan mengusir penjajah itu dengan jihad. Itulah wujud riil ukhuwah, saling menolong dan melindungi muslim sedunia. 

Hanya saja realisasi kepemilikan Baitul mal dan ukhuwah muslim sedunia mustahil terjadi tanpa khilafah. Yakni negara Islam yang menerapkan syariat Islam secara kaffah termasuk merealisasikan Baitul mal dan ukhuwah. Termasuk melaksanakan jihad membebaskan negeri muslim yang dijajah seperti palestina. Membebaskan Al Quds dan Masjidil Aqsha dari najis Yahudi laknatullahi alayhim.

Jadi ukhuwah itu bukan hanya teori. Harus diwujudkan dalam bentuk konkrit dalam bentuk pelaksanaan syariat Islam secara kaffah oleh khalifah dalam sistem khilafah. 

Sistem nation state tidak kompatibel dengan syariat Islam. Bahkan bertentangan secara diametral. Bertentangan dari akidahnya. Syariah akidah Islam sementara nation state akidahnya sekuler. Karena itulah nation state tidak mampu merealisasikan ukhuwah. Bahkan jutru menghancurkan ukhuwah. 

Itulah mengapa saudi, Mesir, turki, Yordan hanya jadi penonton atas genosida palestina. Sebagai nation state mereka tidak punya kewajiban membela Palestina secara konstitusi masing masing. Apalagi posisi para penguasa mereka hanyalah pelayan penjajah termasuk pelayan entitas Yahudi yang taat.

Oleh karena itulah khilafah merupakan satu satunya cara merealisasikan ukhuwah secara konkrit dan totalitas dalam bentuk pelaksanaan Islam secara kaffah. Hingga khalifah bisa memberikan komando untuk umat Islam segera bersatu berjihad di palestina. Hingga entitas penjajah yang merampok negri Islam Palestina bisa segera dienyahkan.

Begitulah kabar gembira dari Baginda Nabi Muhammad SAW tentang khilafah di Syam dan Palestina:

Rasulullah bersabda,

عن عبد الله بن حوالة رضي الله عنه قال: بعثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حول المدينة على أقدامنا… الحديث، وفي آخره: ثم وضع يده على رأسي ـ أو على هامتي، ثم قال: “يا ابن حوالة إذا رأيت الخلافة قد نزلت الأرض المقدسة، فقد دنت الزلازل والبلايا والأمور العظام، والساعة يومئذ أقرب إلى الناس من يدي هذه من رأسك”

Artinya: Dari Abdullah bin Hawalah radhiallahu ‘anhu katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus kami kepada penduduk sekitar Madinah dengan berjalan kaki,…. di akhirnya ia berkata: Kemudian baginda meletakan tangannya di kepalaku, kemudian beliau bersabda: “Ya Ibnu Hawalah, jika kamu melihat khilafah telah turun di Bumi Suci, maka sesungguhnya telah dekatlah gempa bumi, bala bencana dan perkara-perkara besar, dan kiamat pada hari itu lebih dekat kepada manusia dibandingkan dengan tanganku ini dari kepalamu”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim). 

Wallaahu a'lam.[]


Oleh: Ustaz Abu Zaid 
Ulama Aswaja

0 Komentar