Pejabat di Wilayah Uttarakhand-India Merusak Masjid dan Sekolah


MutiaraUmat.com -- Pejabat di wilayah Uttarakhand-India mengatakan, sebuah kantor polisi akan dibangun di samping sebuah masjid dan sekolah yang dihancurkan (bulldozer) minggu lalu.

Akibatnya, masyarakat sekitar melakukan aksi protes dan menewaskan lima demontran. Salah satu korban adalah saudara dari warga yang bernama Mohammad Arif dan keponankannya. 

“Mereka (petugas keamanan) menembak saudara saya, Zahid, di dada. Aparat polisi itu tidak membiarkan para korban untuk pergi ke rumah sakit. Jika mereka diizinkan, kemungkinan masih bisa terselamatkan,” ujar Mohammad Arif yang dikutip dari Al-Jazeera English, Mosque Demolition Sparks Deadly Protest in India, Al-Jazeera Newsfeed, Selasa (13/02/2024).

Otoritas setempat menggunakan sirine, menangguhkan layanan intrenet, dan menguris banyak warga. Keluarga para korban mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan meski hanya untuk sekedar berkabung dengan korban. 

“Bahkan untuk melakukan ibadah pemakaman pun kami tidak diizinkan. Jika kami bersikeras ke sana (ke pemakaman), kami akan ditembak juga,” beber Shabeena, salah satu keluarga korban yang tewas. 

Namun otoritas setempat menyangkal dan mengatakan bahwa bangunan-bangunan tersebut (masjid dan sekolah) adalah konstruksi ilegal. 

Padahal, umat Islam yang sudah menetap di sana mengatakan jika mereka sebenarnya adalah sasaran utama. 

“Saya mengalami luka-luka. Tangan saya dipukul sangat keras dengan tongkat. Dan semua tangan say ini terluka. Kami tidak mendapatkan kebebasan, persamaan, dan hak-hak kami ketika kami menjadi warga yang sah di negara ini. kenapa kami tidak mendapatkan hak-hak kami? Bukankah pertolongan kepada Muslim membutuhkan pembebasan dari ketertindasan di suatu negeri?” pungkas Samreen Khanam, salah satu peserta protes. [] M. Siregar

0 Komentar