Nihilnya Rasa Kemanusiaan untuk Palestina

Mutiaraumat.com -- Kabar terbaru kali dari Palestina bahwa negara penyumbang dana bantuan untuk Palestina dipangkas, sungguh sangat miris sekali disaat rakyat Gaza sangat kelaparan dan kesusahan bukan dukungan bertambah agar segera usai peperangan dan penindasan ini justru malah dipangkas dana anggaran bantuan untuk Palestina.

Beberapa donor besar menangguhkan pendanaan. Palestina sebut UNRWA memainkan peran penting di Gaza. Israel menyerukan pembubaran UNRWA, badan PBB yang membantu Palestina, setelah Israel memberikan bukti sedikitnya 12 staf UNRWA berpartisipasi dalam pembantaian 7 Oktober. 

UNRWA, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB yang bertugas membantu Palestina yang di tetapkan sebagai pengungsi di Gaza. Dalam Kongres Amerika Serikat (AS) pada minggu ini mengadakan sesi dengar pendapat mengenai apakah Washington harus secara permanen menghentikan pendanaan.

Beberapa donor besar,  termasuk AS, telah menangguhkan pendanaan untuk UNRWA sebagai tanggapan Israel baru-baru ini bahwa staf UNRWA secara besar berpartisipasi dalam pembantaian Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang
(29/1/24 kumparan.com).

Sejak peperangan yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu, rakyat Palestina mengalami kehidupan yang sangat menyediakan hingga saat ini, zionis Israel telah melakukan pembantaian secara besar-besaran. Siapa yang tidak ngilu dan teris hatinya melihat saudara Palestina, hidup mereka tidak tenang jangankan untuk istirahat sejenak untuk tidurpun mereka tidak tau harus dimana. Karena semua tempat sudah tidak aman dan telah di rusak oleh zionis Israel.

Pemboman yang terjadi setiap hari telah menghancurkan tempat tinggal mereka tidak hanya itu mereka juga harus kehilangan orang-orang yang mereka cintai, bahkan para zionis Israel melakukan penembakan dan pembantaian yang membabi buta tidak Padang bulu baik laki-laki ataupun perempuan dan anak-anak juga banyak yang menjadi korban dari kebiadaban zionis Israel, sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan dan penjajahan itu masih terus berlangsung hingga hari ini.

Akibat dari peperangan ini banyak anak-anak yang menjadi korban dan juga menjadi yatim-piatu karena kedua orang tuanya telah syahid di bunuh oleh zionis Israel. pemboman dan pembantaian yang setiap hari terjadi membuat trauma yang mendalam bagi anak-anak Gaza Palestina.

Sehingga tidak sedikit dari anak-anak yang perlu penanganan mental. Selain itu juga Israel membatasi jumlah batuan yang masuk karena memang inilah kelicikan Israel yang tidak akan membiarkan Palestina untuk hidup tenang.

Negara-negara pendonor anggaran UNRWA untuk Palestina malah akan dipangkas semakin memperjelas bahwa barat memang tidak berpihak pada kemanusiaan buktinya sudah jelas pembantaian dan penindasan masih berlangsung saat ini di Gaza Palestina.

Tetapi karena rasa enterpati negara-negara barat terhadap Israel begitu besar, tanpa melihat kemanusiaan dengan mudahnya memangkas dana bantuan untuk korban perang seperti tidak memiliki hati nurani yang menari-nari diatas air mata dan darah Palestina.

UNRWA berdiri sudah sejak lama UNRWA adalah lembaga yang memberikan bantuan untuk Palestina dan korban-korban perang, bantuan itu berupa kebutuhan makan sehari-hari, pakai yang dibutuhkan, kesehatan dan juga pendidikan.  

Dipotongnya anggaran bantuan untuk Palestina karena Israel mengatakan ada 7 orang anggota UNRWA yang berpartisipasi untuk membantu Palestina dalam peperangan 7 oktober 2023 sehingga banyak dari negara-negara barat yang berkerja sama dengan Israel mengundurkan diri dan memangkas anggaran dananya dari UNRWA, tentu saja ini akan makin memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.

Sepertinya tidak ada hukum yang mampu menghentikan kekajaman dan kebiadaban zionis Israel, buktinya mereka memangkas dana kemanusiaan karena alasan kerjasama dan persahabatan dengan Israel. Tanpa melihat tidakan apa yang telah zionis lakukan pada saudara kita di Palestina, entah berapa jiwa lagi yang akan hilang akibat kekejaman Israel dan sampai detik ini pembantai itu masih terus berlangsung.

Bahkan tidak ada satupun hukum yang mampu menghentikan kejahatan Israel. Hukum PPB dan hukum Internasionalpun tidak mampu menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh zionis. Mereka semua seakan menutup mata dan telinga atas kejahatan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Adanya sekat Nasionalisme yang membuat negara-negara Islam berpikir kalau masalah Palestina itu bukan menjadi urusan negara kami, seperti itulah sistem demokrasi yang telah mengubah cara berpikir umat Islam hari ini. Sistem demokrasi yang memisahkan agama dari kehidupan dan juga membuat sekat-sekat di dalam negeri-negeri Islam sehingga mereka masa bodo dan tak ambil pusing dengan apa yang terjadi di Palestina.

Padahal umat Islam itu bagaikan satu tubuh apabila ada satu bagian tubuh yang sakit maka tubuh yang lainpun akan merasakannya dan begitu juga dengan penderita saudara Palestina hari ini harusnya kita juga merasakan penderitaan dan kesedihan mereka.

Sistem demokrasi kapitalis yang kufur telah melahirkan pemimpin yang kejam dan jahat tidak punya hati nurani semua dilakukan demi kepentingannya tidak perduli siapa lawannya perempuan atau anak kecil bahkan bisa-bisa hewan pun jadi sasarannya asalkan kepentingan dan tujuannya tercapai.

Inilah kenapa sebabnya Allah turunkan Al-Qur'an untuk mengatur kehidupan manusia karena Allah tau hukum buatan manusia tidak adil, tumpul ke atas tajam ke bawah. Sistem kapitalis juga telah memisahkan kehidupan manusia dari agama sehingga umat lupa dan jauh dari kehidupan yang sesungguhnya yang sesuai dengan syariat Islam kafah.

Allah Swt berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan. Mereka menerima (keputusan tersebut) dengan sepenuhnya. (TQS an-Nisa’ [4]: 65)

Allah Swt berfirman:

وَأَنِ ٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَٱحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ 
Hendaklah kamu (Muhammad) memutuskan perkara di antara mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagaian wahyu yang telah Allah turunkan kepadamu. (TQS al-Maidah [5]: 49)

Dalam sistem Islam hukum akan berjalan dengan adil sesuai dalam Al-Qur'an, semua kejahatan akan mendapatkan hukuman yang setimpal hingga akan membuat jera pelaku kejahatan. Karena dalam Islam nyawa manusia sangat berharga jadi apapun alasan bila menghilangkan nyawa akan ada hukumannya.

Islam tak memandang ras selama ia terbukti melakukan kejahatan akan ada hukumannya. Islam adalah agama yang sempurna dan agama satu-satunya yang Allah ridho agama yang mengajarkan kebaikan dan keadilan jadi jika berislam kafah tidak akan mungkin ada kezoliman di atas muka bumi ini.

Sudah saatnya umat bangkit dan bersatu untuk keluar dari sistem yang kufur ini, mau menugu sampai kapan?

Apa rela hidup terus terzolimi
Apa rela melihat pembantaian terus terjadi pada saudara Palestina dan 
Apa rela mesjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam di rebut oleh zionis Israel.

Jadi apalagi yang membuat umat ragu, satu abad adalah seratus tahun, apa masih kurang waktu 101 tahun untuk kebangkitan umat Islam. Kehidupan yang aman damai dan sejahtera akan tercapai dibawah naungan khilafah Islamiyyah. Waallahu a'lam bish-shawab.[]

Oleh: Ermawati
(Pengiat Literasi)

0 Komentar