Iran Mengumumkan Serangan Udara di Erbil Irak

MutiaraUmat.com -- Markas mata-mata Iran mengatakan, hantaman terjadi pada Senin malam (15/01/2024) di Irak. Iran mengumumkan sebuah serangan udara di Erbil, ibukota Kurdis, Iraq. Ledakan bertubi-tubi terlihat di kota sebagai hantaman rudal.  Setidaknya empat orang tewas termasuk seorang pebisnis terkenal.

Pihak Iran mengeklaim bahwa targetnya adalah Israel dan beberapa kelompok “anti-Iran”. Tetapi  Pejabat setempat (Irak) mengatakan pemukiman warga sipil jadi sasaran. Serangan datang ditengah meningkatnya ketakutan perang Israel di Gaza, dan harus ada yang memimpin untuk sebuah eskalasi wilayah yang lebih luas. 

AS telah menyebut serangan tersebut adalah kecerobohan dan tidak tepat sasaran.  Sementara Analis Kemanan Internasional, Sina Azodi mengatakan, "Selama konflik yang terjadi di Gaza berlangsung terus-menerus, saya pikir kita akan melihat banyak konflik-konflik. Tetapi saya tidak percaya bahwa ini adalah sebuah eskalasi. Juru bicara untuk departemen kenegaraan mengatakan, ini adalah serangan ceroboh, dan bukan penunjukkan sebagai perlawanan langsung terhadap AS. Jadi AS juga meremehkan hal ini. dan Iran telah berulang kali mengatakan mereka tidak tertarik dalam konflik eskalasi,” ungkapnya. 

Iran mengatakan, mereka juga menargetkan kelompok teroris yang melakukan penyerangan di Suriah.

"Ini telah menjadi serangan roket terluas bahwa Iran telah mengumpulkan sejak pembunuhan Jenderal Soleimani pada Januari 2020. Jadi saya yakin bahwa pesannya untuk Israel dan dengan perpanjangan kepada AS,” tambahnya.

Sina menerangkan, sejak Oktober tahun lalu, AS dan tentara sekutu mengatakan mereka telah menghantam target di Irak dan Suriah dengan alasan untuk merespons terhadap puluhan serangan kelompok afiliasi-Iran. Wilayah itu telah terlihat peningkatan ketidakstabilan sejak perang Israel-Gaza dimulai. 

"Saya berfikir bahwa kekhawatiran utama dalam serangan-serangan ini adalah akan terjadi korban jiwa, korban dari AS yang akan dipaksa untuk merespons. Dan ini bisa terjadi eskalasi tanpa seseorang yang tentu menginginkan perang," pungkasnya.  []M.Siregar

(Sumber Terjemahan Berita: What We Know About Iran’s Strikes on Northern Iraq, Al-Jazeera Englsh, 16/01/2024. Al-Jazeera English)

0 Comments