Dengan Dakwah Kemuliaan Islam Bisa Dikembalikan


MutiaraUmat.com -- Dakwah adalah upaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan. Menyeru manusia pada agama Islam maknanya adalah berupaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan pada apa yang diserukan, yakni Islam. Dakwah Islam tidak hanya terbatas pada aktivitas lisan semata, tetapi mencakup seluruh aktivitas termasuk di dalamnya menulis. Dakwah merupakan kewajiban sekaligus ibadah yang bisa mengantarkan pelakunya untuk dekat dengan Tuhannya. Dakwah merupakan aktivitas terpenting dari para nabi. Mereka berupaya menegakkan agama Allah dengan dakwah.
    
Allah SWT berfirman yang artinya: "Sesunggunya kami senantiasa mengutus kepada setiap umat seorang rasul agar mereka menyembah Allah dan menjauhi thaghut." (QS an-Nahl: 36).

Dakwah Islam merupakan aktivitas yang diwariskan Nabi SAW kepada umatnya, maka kita harus menjaga dan memeliharanya supaya Islam tetap tegak di tengah-tengah kita. Seandainya tidak melalui perjuangan dakwah, Islam tidak mungkin mempunyai pengaruh, kemurnian Islam tidak akan terasakan dalam jiwa-jiwa para pengikutnya, Islam tidak akan memiliki kekuatan, tidak mungkin akan tersebar luas, tidak mungkin dapat dijaga, dan tidak mungkin hujjah Allah bisa ditegakkan atas para makhluk-Nya.

Inilah urgensi dakwah Islam harus senantiasa disosialisasikan di tengah-tengah umat Islam. Aktivitas semacam inilah yang senantiasa dilakukan umat Islam generasi awal. Mereka senantiasa menjaga konsistensi perjuangan dakwah Islam sekaligus memelihara eksistensi agama Islam.

Kita bisa memahami bahwa dakwah dan Islam laksana air dengan orang yang mengalirkannya. Air dapat mengalir, memeri minum, dan memberi kebaikan bagi umat manusia. Akan tetapi ia butuh manusia untuk mengalirkannya. Demikian pula Islam sebagai agama yang benar membutuhkan orang yang "mengalirkannya", yakni mengalirkan kebaikannya agar umat manusia bisa teraliri, dapat merasakannya, dan mendapatkan petunjuk.

Seperti tadi penulis sebutkan, bahwa aktivitas menulis adalah bagian dari dakwah. Menulis adalah amalan luar biasa, apalagi menulis sebagai uslub dakwah. Sepanjang sejarah para ulama generasi salaf senantiasa menghasilkan karya tulis terbaik yang sampai saat ini bisa dibaca dan ditadaburi oleh umat Islam generasi setelahnya, oleh karena itu sebagai penulis kita harus berupaya untuk membuat tulisan yang hanya untuk menegakkan agama Islam dan untuk mengembalikan kemulian Islam. []

Klaten, 10 Februari 2024


Muh. Mardani
Aktivis Muslim

0 Komentar