Strategi Islam dalam Menyelesaikan Penjajahan di Gaza


MutiaraUmat.com -- Penyelesaian masalah penjajahan tidak lain adalah dengan mengusir penjajah dan menghentikan penjajahan itu terjadi. Masalah di Palestina bukan hanya sekadar masalah kemanusiaan, tetapi masalah akidah Islam. Pendekatan yang dilakukan jika memandang ini adalah masalah kemanusiaan, kaum Muslim hanya menggalang dana sosial untuk kaum Muslim di Gaza, padahal yang mereka butuhkan tidak hanya makanan dan obat-obatan, tetapi juga perlindungan terhadap nyawa dan harta mereka dari penjajah zionis Yahudi. 

Islam memandang masalah di Palestina adalah kezaliman yang tersistematis dan masif yang dilakukan oleh entitas Yahudi yang didalangi oleh negara-negara global kafir harbi fi'lan sebagaimana Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan sekutunya. Sejatinya merekalah otak penjajahan yang terjadi di Palestina ataupun di Timur Tengah. Di sisi lain, penguasa negeri-negeri Muslim menjadi setan bisu karena terjerat mereka dipimpin oleh penguasa-penguasa boneka buatan Amerika Serikat dan sekutunya itu. 

Didapatkan dalam sejarah kegemilangan Islam, Palestina adalah tanah kharaj milik kaum Muslim, tanah tersebut adalah tanah wakaf dari pemimpin tertinggi kaum Nasrani yang telah diberikan kepada Umar bin Khattab r.a., dalam penyerahan kunci Baitul Maqdis itu, kaum Muslim berjanji akan menjaga Masjidilaqsa dari penjajahan dalam bentuk apa pun yang akan dilakukan oleh siapa saja yang akan merebutnya. Oleh karena itu, kaum Muslim wajib menjaganya. 

Hal mendesak dan wajib yang dilakukan kaum Muslim saat ini, pertama, mendukung milisi Hamas dalam melawan penjajahan yang dilakukan entitas Yahudi di sana. Jangan sampai ada umat Islam yang mencap Hamas teroris lagi, karena itu adalah tudingan bodoh yang dinarasikan kafir penjajah terhadap umat Islam. Umat Islam jangan sampai terbawa narasi sesat kafir penjajah dalam mendiskreditkan kaum Muslim di sana. 

Kedua, mengerahkan daya upaya yang bisa diikhtiarkan untuk membantu kaum Muslim di Palestina. Jika belum bisa membantu secara fisik atau tenaga, maka bantu dengan kekuatan pemikiran untuk menangkal narasi sesat yang ditujukan kepada kaum Muslim di sana. Kaum Muslim harus menyadari yang dibutuhkan saudara Muslim di sana, mereka tidak hanya butuh obat-obatan, makanan, pakaian, dan uang untuk hidup, tetapi juga keamanan dan perlindungan agar nyawa mereka terjaga. Upaya kita membantu kaum Muslim di sana, jangan sebatas makanan dan obat-obatan, tetapi juga pembebasan Palestina dari penjajahan, yaitu dengan mengerahkan militer secara nyata mengusir entitas Yahudi dari sana.

Ketiga, wajib dan mendesak kaum Muslim bersatu dalam naungan Khilafah Islamiah untuk memobilisasi militernya dan membebaskan Palestina dari penjajahan entitas Yahudi. Begitu pun menolong kaum Muslim yang dizalimi oleh rezim-rezim kafir seperti Rohingya, Uighur, dan lain sebagainya. Apabila Khilafah Islamiah belum ada, wajib dan mendesak kaum Muslim untuk menyuarakannya, memperjuangkan, dan mengembalikannya tegak di dunia ini.

Persatuan dan kesatuan kaum Muslim di bawah naungan Khilafah Islamiah bukan hanya sekadar retorika semata, tetapi harus ada upaya perjuangan menuju ke sana, karena hanya dengan Khilafah Islamiah umat Islam dapat terlindungi dari penjajahan yang dilakukan rezim penjajah yang berkuasa hari ini, yaitu penguasa boneka yang menjadi antek penjajah kafir harbi fi'lan. Jangan sampai ada kaum Muslim yang alergi, bahkan benci dengan narasi Khilafah Islamiah. Seolah-olah memang sulit diwujudkan, tetapi tidak sulit untuk diperjuangkan. Tugas umat Islam adalah berjuang mengembalikannya, bukan putus asa tidak mengupayakannya. Karena yang akan memenangkan perjuangan umat Islam dalam mewujudkan Khilafah Islamiah adalah Allah SWT, dan tugas umat Islam adalah terus mengevaluasi dan menyempurnakan usahanya.[]

Ika Mawarningtyas, Direktur Mutiara Umat Institute 

0 Comments