Refleksi 2023 dan Resolusi 2024


MutiaraUmat.com -- Ahlan wa sahlan tahun Masehi mo2024. Untuk menapaki awal tahun baru masehi, alangkah beruntungnya orang-orang yang melakukan intropeksi atau muhasabah pada tahun kemarin. Merenungi perjalanan hidup yang telah dilewati. Menjadikan sebuah pelajaran hidup agar tidak terulang kembali. Maka dari itu kita harus melakukan refleksi diri.

Bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang lain, pada umat. Karena semakin hari kondisi masyarakat semakin rusak, baik akhlak maupun pemikiran. Yang benar dianggap salah dan salah dianggap benar. Terbukti dari banyaknya problematika umat yang tak menemukan solusi tepat. Seperti, kasus pembunuhan seakan-akan nyawa tidak berharga sama sekali. Juga seperti kasus pemerkosaan, perzinahan, pelecehan seksual dan berbagai macam kejahatan lainnya. Apa penyebabnya?

Jika ditelaah lebih jauh, dalam mencari akar masalah dari semua persoalan hidup adalah dikarenakan pada sistem yang kita adopsi. Sistem Kapitalisme sekuler dan liberal yang memisahkan agama dari kehidupan, serta aturan kebebasan yang diemban. Yang mempunyai patokan keuntungan dan kemanfaatan. Itulah penyebab utama dari semua kerusakan umat Biang dari segala persoalan umat. Mulai dari faktor sosial, seperti kasus KDRT, perceraian, pelecehan seksual yang terjadi pada anak dan perempuan plus LGBT.

Kemudian faktor ekonomi yang termasuk masalah besar. Seperti, sulitnya lahan pekerjaan yang mengakibatkan banyaknya pengangguran hingga kemiskinan yang memicu kriminalitas dan juga kesenjangan sosial. Faktor ekonomi juga berhubungan dengan beberapa bidang, yaitu bidang kesehatan dan pendidikan. Sungguh persoalan yang benar-benar komplit.

Belum lagi masalah dibidang politik, mulai dari perebutan kekuasaan, perubahan UU yang bisa diinden. Permainan politik uang dan korupsi yang tak pernah berhenti. Mirisnya semua itu dilakukan oleh orang yang berdasi dan memiliki jabatan tinggi. Alih-alih mencalonkan diri sebagai pelayan masyarakat namun niat mereka hanya memperkaya diri.

Artinya dari semua persoalan yang kita hadapi bukan terletak pada faktor individu, buktinya kadang ada orang yang jujur dan amanah namun tersingkir. Ada juga orang yang baik beramar ma'ruf nahi mungkar dibilang sok alim. Orang yang taat syariat dianggap radikal. Anehnya lagi orang Islam tapi anti khilafah. Padahal khilafah adalah ajaran Islam. Maksudnya aturannya dengan cara menerapkan sistem pemerintahan Islam, sebagaimana Rasulullah SAW dahulu. Dan terbukti pada masa itu, yang terkenal dengan masa kejayaan Islam.

Jadi wajar kerusakan dan kemungkaran sering terjadi. Karena sistem yang kita adopsi yang sudah jelas terbukti. Persis seperti firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ.


"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Bangunlah wahai saudaraku.... Sadarlah....Tahun ini harus ganti sistem. Mari kita tinggalkan sistem yang telah terbukti bathil. Terbukti merusak umat dan seluruh alam. Waktunya beralih pada aturan dari sang Maha Pencipta, yaitu Allah SWT. Yakinlah, bahwa tak ada solusi lain selain syariat Islam. Tak akan ada yang bisa menyelamatkan umat dan seluruh alam selain diterapkannya syriat Islam secara keseluruhan, dalam naungan Khilafah Rasyidah 'ala minhajin nubuwah.

Wallahu a'lam bishshawab. []


Muflihatul Chusnia
Aktivis Muslimah

0 Komentar