Politik Oligarki Merampas Ruang Hidup Perempuan dan Generasi


 
MutiaraUmat.com -- Ahad, 31 Desember 2023 di penghujung tahun, acara Risalah Akhir Tahun dengan tema Politik Oligarki Merampas Ruang Hidup Perempuan dan Generasi kembali digelar.
 
Di Ahad yang cerah itu, para ibu menghadiri majelis taklim yang rutin diadakan setiap bulan. Sebelum kajian dimulai dan sambil menunggu para peserta hadir, Ustadzah Sri Sumarwasih mengajak ibu-ibu untuk bersama membaca sholawat Asyghil, dilanjutkan penayangan video tentang peristiwa yang terjadi di negeri ini akibat dari politik oligarki merampas kehidupan dan menyengsarakan rakyat.
 
Mulailah Ustadzah Sri Wahyuni selaku moderator membuka acaranya. Acara dibuka dengan membaca ayat suci Al-Quran, dilanjut pemaparan materi, tanya jawab dan ditutup dengan doa.
 
Tibalah acara yang dinanti-nanti yaitu pemaparan materi. Pemateri pertama yaitu Ustadzah Irma Hidayati dan pemateri kedua Ustadzah Ummu Syauqi.
 
Sebelum menyampaikan materi, Ustadzah Irma mengomentari penayangan video penghancuran rumah warga karena menolak pembebasan jalan tol. Saat ini negeri kita lambat laun akan mengalami kerusakan. Kezaliman terjadi di mana-mana. Semua ini akibat kezaliman penguasa yang merupakan kaki tangan para oligarki. Penguasa merampas lahan rakyat dengan dalih untuk pembangunan infrastruktur maupun untuk peningkatan ekonomi. Apalagi pembangunan itu telah dimasukkan dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sudah diundangkan.
 
Dijelaskan juga oleh Ustadzah Irma, hal ini terjadi karena pemimpin kapitalisme dari Amerika, PBB beserta jajaran organisasi yang ada di bawahnya, melakukan perintah kepada negara-negara anggotanya. Sehingga kita bisa melihat bagaimana kondisi dunia saat ini. Hampir semua benua mengalami persoalan perampasan lahan. Indonesia termasuk yang tertinggi, yakni 71,39 persen konflik lahan. Solusi dari konflik ini sudah dilakukan yaitu mengubah hukum agraria melalui Perpres. Namun, berdasarkan data Walhi, solusi tersebut hanya menguntungkan para investor saja.
 
Lanjutnya, banyak dampak yang dialami negeri ini akibat program dari pemerintah. Mulai dari pertambangan, gunung tinggi menjadi lembah, pembukaan hutan besar-besaran untuk perkebunan pangan tanpa adanya analisa tanah terlebih dahulu sehingga tidak menghasilkan dan justru merugikan rakyat. Begitu pula proyek wisata yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Masyarakat banyak yang kehilangan mata pencahariannya. Sedangkan untuk bekerja di sektor lainnya mereka tidak memiliki keahlian.
 
Solusi perampasan ruang hidup perempuan dan generasi adalah sistem Syariah-Khilafah. Sebab sistem ini adalah solusi atas berbagai persoalan hidup manusia. Sistem ini terbukti sebagai penjamin kesejahteraan, keamanan, dan perlindungan terhadap marabahaya. Sejarah menuliskan bahwa selama 13 abad, Islam berhasil mewujudkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman dalam kehidupan masyarakat.
 
Bumi ini adalah milik Allah, dan manusia sebagai penguasanya harus tunduk pada aturan-Nya. Pemimpin dalam Islam bukan hanya pengurus, tetapi juga pelindung yang tunduk pada hukum Al-Qur'an. Pemimpin harus menjalankan tugasnya untuk melindungi rakyat dari kelaparan, marabahaya, dan masuknya pemikiran yang tidak islami. Sistem ini menuntut pemimpin untuk mengikuti aturan Allah dalam menjalankan tugasnya.
 
Lanjutnya, pembicara membandingkan dengan penguasa kapitalisme. Mereka berfungsi sebagai pebisnis terhadap rakyatnya. Jadi hanya berorientasi pada keuntungan pribadi dan golongan tertentu saja, bukan untuk kepentingan masyarakat.
 
Sedangkan Islam memberikan perlindungan, memberikan fasilitas yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam pengaturan lahan yang mengharamkan adanya perampasan lahan. Islam secara sempurna mengatur tata ruang kota sebagaimana di zaman kekhilafahan dulu. Pengaturan mitigasi bencana juga dilakukan demi keselamatan seluruh rakyatnya.

Selanjutnya paparan pemateri kedua, oleh Ustadzah Ummu Syauqi. Bagaimana mengubah sistem kapitalisme menjadi sistem Islam. Paparnya, bahwa sistem yang bisa menyejahterakan masyarakat yaitu sistem Khilafah. Untuk mengubah sistem kapitalisme menjadi khilafah maka perlu adanya perubahan yaitu melalui metode perubahan yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dengan dakwah. Melakukan amal atau tindakan yang sama persis seperti cara Rasul melakukan perubahan. Demikian pula target dan tujuannya harus sama dengan target dan tujuan Rasul.
 
Dari kedua pemaparan materi yang telah disampaikan, mencerminkan urgensi dan kewajiban bagi muslimah untuk menuntut ilmu Islam serta menggambarkan pentingnya dakwah Islamiyah sebagai sarana perubahan sosial. Pemateri menekankan perlunya kesadaran kolektif dalam masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Islam guna mencapai kesejahteraan. Selain itu, pemateri mengingatkan tentang konsekuensi dan tantangan dalam perjuangan dakwah, sebagaimana yang dialami oleh Rasulullah dan para Sahabatnya.
 
Setelah pemaparan materi selesai, sampailah pada sesi tanya jawab. Moderator mempersilakan audiens untuk bertanya. Para audiens sangat antusias menyampaikan pertanyaan yang masih kurang dipahaminya.
 
Sampai pada penghujung acara, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadzah Rosyidah. Acara Risalah Akhir Tahun berakhir dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Reporter: Surya
Praktisi Pendidikan

#KapitalismeSengsarakanUmat
#IslamSolusi
#KhilafahPerisaiHakiki
#Khilafah

0 Komentar