Khilafah Ajaran Islam, Fix! No Debat!

 
MutiaraUmat.com -- Tahun 2024 ini tepat 100 tahun Islam tanpa kepemimpinan. Terhitung sejak runtuhnya kekhilafahan terakhir, Daulah Turki Utsmani pada Maret 1924 lalu. Sejak saat itu, kaum muslimin yang sebelumnya bersatu padu dalam satu kepemimpinan; menerapkan syariat Islam, tercerai berai menjadi negeri- negeri kecil. Lebih parahnya, negeri-negeri ini kehilangan ruh keislamannya. Mereka justru menonjolkan kebangsaan mereka.

Runtuhnya kekhilafahan Islam adalah buah perjuangan panjang musuh-musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Mereka iri dengan kegemilangan Islam yang berhasil menciptakan peradaban agung nan mulia selama 13 abad lamanya.

Meski peradaban Islam terbukti mensejahterakan seluruh umat manusia, tak hanya umat Islam saja. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT,

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ ...

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka...."

Tak berhenti dengan melenyapkan kekhilafahan Islam saja, orang-orang kafir juga berusaha melenyapkan sejarah kekhilafahan dari  benak Kaum Muslim. Mereka tidak ingin Kaum Muslim tahu bahwa dulu Islam pernah bersatu dan berjaya dalam satu kepemimpinan. Mereka bahkan menciptakan narasi-narasi jahat tentang kekhilafahan. Akibatnya umat Islam asing bahkan takut dengan 'khilafah'.

Salah satunya adalah apa yang disampaikan oleh salah satu Akademisi dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, Mohammad Iqbal Ahnaf. Dia mengatakan bahwa potensi ancaman dari ideologi transnasional itu akan selalu ada. Gagasan khilafah yang ditawarkan menjadi semacam panacea atau obat segala penyakit dan mampu menyembuhkan kekecewaan, ketidakadilan, dan emosi negatif lainnya, jelas (itu) menggiurkan bagi beberapa masyarakat (www.beritasatu.com,11/01/2024).

Pernyataan-pernyataan semacam ini tentunya sangat membahayakan bagi pemahaman kaum muslimin. Tanpa ada gambaran lengkap dan mendalam tentang khilafah, langsung memberikan statemen negatif tentang khilafah. Ini jelas tidak fair.

Ini membuktikan, lagi-lagi, keberhasilan musuh-musuh Islam melenyapkan ide khilafah dari benak kaum muslimin: apa itu khilafah, bagaimana sejarah khilafah.  Atau umat dikenalkan dengan khilafah, tapi lebih pada aib-aib sejarah, perebutan kekuasaan, pertumpahan darah dan hal-hal negatif lainnya. Akibatnya umat menjadi takut bahkan anti khilafah.

Hal ini tentu saja hal yang memprihatinkan dan harus segera diselesaikan agar umat memahami tentang khilafah dan hakikatnya.

Khilafah Ajaran Islam, No Debat!

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim pada kitab Shahih mereka dari Abu Huraerah dari Rasulullah SAW bersabda:
 
"Dahulu Bani Israel dipimpin para Nabi, setiap meninggal seorang nabi digantikan oleh nabi yang lain. Akan tetapi sepeninggalku tidak akan ada Nabi tetapi akan ada khalifah-khalifah yang banyak." Para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkan kepada kami?" Nabi bersabda, "Tunaikanlah baiat yang pertama kemudian berikan kepada mereka hak-hak mereka karena sesungguhnya Allah akan memintai pertanggungjawaan mereka tentang rakyat mereka.”

Dan masih banyak lagi dalil-dalil tentang khilafah yang bertebaran di dalam kitab-kitab ulama salaf.
Jika umat Islam saat ini tidak tahu tentang khilafah, atau salah paham terhadap khilafah, maka harus ada upaya penyadaran terus menerus yang dilakukan.

Umat harus dipahamkan sejarah panjang gemilang khilafah yang pernah memimpin dunia selama 13 abad lamanya. Umat juga harus paham bahwa semua permasalahan yang menimpa kaum muslimin di seluruh dunia saat ini adalah karena ketiadaan khilafah yang menerapkan Islam kaffah.

Terakhir umat harus bergerak berjuang bersama untuk menegakkan kembali kekhilafahan Islam yang akan menerapkan syariat Islam secara sempurna, yang dengannya kemuliaan Islam dan kaum muslimin akan terjaga.
Wallahu 'alam bishshowab.[]

Oleh: Salma
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar