Aksi MIlisi Houti Harus Dicermati dengan Melihat Kebijakan Negara Patronnya


Topswara.com -- Pengamat Politik Internasional Farid Wdjdi mengatakan bahwa apa yang dilakukan milisi Houti dan Hizbullah berupa serangan-serangan militernya harus dicermati dengan melihat kebijakan negara patronnya yaitu Iran.

“Serangan-serangan dari milisi Houti harus kita cermati ya karena di belakang milisi Houti ini kan ada Iran. Maka untuk menganalisis apa yang dilakukan oleh milisi Houti atau milisi Hizbullah itu harus kita lihat kebijakan negara patronnya yaitu Iran,” tuturmya dalam Dialogika; Perang Palestina Meluas, Otak Atik AS? Sabtu (20/1/2024) di kanal YouTube Peradaban Islam ID.

Farid mengatakan jika benar Milisi Houti ingin membantu Palestina melawan entitas Zionis Yahudi Israel, mengapa selama ini tidak mentargetkan kepulauan Dahlak? Padahal jarak sebenarnya terjangkau oleh rudal-rudal Yaman atau rudal-rudal milisi Houti. Kalau sampai ke Tel Aviv itu agak berat, tetapi ke wilayah eriteria apalagi kepulauan Dahlak, sebenarnya bisa diserang. Kepulauan Dahlak itu merupakan pangkalan angkatan laut terbesar entitas Zionis Yahudi di luar Israel. Pulau itu juga yang dijadikan markas intelijen untuk mengawasi setiap keluar masuknya kapal-kapal dari di Laut Merah oleh Israel. 

“Kenapa ini tidak diserang oleh milisi Houti? kan ini jadi pertanyaan-pertanyaan, karena bagaimanapun milisi Houti ini kan punya patron ya. Patronnya itu kan adalah Iran gitu, jadi sama seperti Hizbullah, patronnya itu adalah Iran,” imbuhnya.

Kebijakan Iran selama ini kata Farid sesungguhnya tidak pernah sungguh-sungguh untuk melakukan pembebasan terhadap tanah Palestina. Memang sangat ironis, sekarang ini, baru-baru seperti diketahui garda revolusi Iran itu melancarkan serangan ke tiga tempat yaitu Irak, Suriah dan Pakistan. Kalau ke Irak, pihak Teheran mengatakan bahwa mereka menargetkan markas mata-mata Israel yang dekat dengan konsulat Amerika di Erbil di wilayah Kurdistan. 

“Pertanyaannya kenapa enggak langsung ke tel Aviv gitu kan? Pertanyaan demikian juga, serangan ini dilakukan sampai ke Pakistan ya. Di Pakistan itu ada kelompok bersenjata Sunni di provinsi Balochistan, sementara di Suriah mereka mengaku mentargetkan kelompok teroris yang itu biasanya dikaitkan dengan ISIS. Rudal yang digunakan Iran ini kan rudal jarak jauh Khaibar Sheikan. Serangan ke Idlib di wilayah Suriah itu sejauh 1200 KM, bisa dijangkau. Nah sementara jarak Tel Aviv dan Iran Barat itu sekitar 1240 KM, artinya kalau rudal jarak jauh yang ditembakkan ke Suriah dengan jarak 1200 KM ditembakkan ke wilayah Tel Aviv itu bisa, karena jarak ke idlib itu kan dari Iran itu lebih kurang 1200 KM, sementara jarak Iran Barat dengan Tel Aviv itu adalah 1240 KM. Iran juga pernah melakukan uji coba bilistik rudal jarak jauh yang jarak maksimalnya itu 1350 KM. Pertanyaannya Kenapa Iran itu tidak langsung menyerang tel aviv?,” tanyanya.

Farid mengatakan apa yang dilakukan milisi-milisi Houti dan Hizbullah itu adalah upaya pelebaran perang tetapi pelebaran yang melemahkan, bukan pelebaran/perluasan perang yang memperkuat pembebasan Gaza, tetapi justru memperlemah fokus terhadap pembebasan eh Gaza. Pada faktanya, jika dilihat seperti itulah sebenarnya dilakukan oleh Iran. Karena itu jika ingin melihat bagaimana langkah-langkah suatu milisi seperti Houti itu, harus dilihat negara patronnya. Itu penting karena milisi ini pasti punya patron. Patron milisi Houti ini adalah Iran, patron milisi Hizbullah itu adalah Iran. 

”Nah kalau Iran sendiri tidak secara serius melakukan penyerangan terhadap Zionis entitas penjajah Yahudi, maka demikian pula sebenarnya milisi-milisi mereka. Memang ada serangan-serangan, tapi bukan serangan-serangan yang bisa disebut serangan yang memiliki konsekuensi yang sangat signifikan untuk menghentikan kejahatan entitas penjajah Yahudi ini,” jelasnya. 

Padahal, lanjut Farid jika dilihat secara strategi militer, sebenarnya sangat mudah untuk bisa menghentikan serangan biadab entitas penjajah Yahudi ini, karena selama ini serangan mereka terhadap target-target di Gaza itu kan melalui pesawat tempur dan helikopter. Kalau serangan darat lewat tank baja mereka mengalami kesulitan. Jadi sebagian besar itu melalui pesawat tempur, jet-jet tempur dan helikopter. Kalaupun ada target-target khusus itu melalui drone, seperti target wartawan Aljazerah itu melalui melalui Drone.

“Artinya apa? Secra militer kalau Iran ini serius untuk membantu Palestina, rudal itu kalau diarahkan ke pangkalan-pangkalan udara entitas penjajah Yahudi, ini sebenarnya sudah bisa mendistorsi keganasan/kebiadaban entita penjajah Yahudi 70 persen lebih kurang begitu, karena mereka itu untuk serangan ke rakyat sipil Gaza itu mengandalkan pesawat tempur sama helikopter mereka,” tuturnya.

Palestina dan Kepentingan Penguasa Arab 

Pengamat Politik Internasional itu mengatakan isu Palestina sangat penting dijaga oleh siapapun di Timur Tengah, baik itu milisi-milisi yang ada, demikian juga penguasa-penguasa Arab. Dukungan masyarakat terhadap penguasa Arab itu juga sangat ditentukan bagaimana sikap penguasa Arab terhadap Palestina. Karena kecintaan rakyat Arab terhadap Palestina ini kecintaan yang luar biasa. Artinya bagaimanapun penguasa-penguasa Arab ini harus menunjukkan bahwa mereka itu perhatian terhadap masalah Palestina. Nah bentuk perhatian mereka tentu adalah bentuk perhatian yang menunjukkan mereka simpati tapi tetap sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat. Arab Saudi selalu memberikan bantuan kemanusiaan, padahal itu itu tidak bisa hentikan kebiadaban Entitas Penjajah Yahudi.

"Nah demikian juga Erdogan, untuk mendapatkan simpati dari kaum Muslimin di Turki yang memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap rakyat Palestina itu kan harus menunjukkan perhatiannya. Tetapi apakah dengan menggerakkan masyarakat melakukan dan hadir dalam demonstrasi menentang Israel di Angkara Turki misalkan itu akan signifikan menghentikan penjajah Yahudi? Ini tentu tidak ya, seharusnya yang dilakukan oleh Erdogan itu bukan hadir dalam aksi-aksi seperti itu, tapi menggerakkan tentara-tentaranya. Itu yang kemudian menjadi signifikan pembelaannya,” tuturnya.

Demikian juga milisi-milisi yang ada harus menunjukkan bahwa mereka itu hiraukan persoalan Palestina tapi sampai batas Apa kehirauannya? Bentuk Apa kehirauannya? Itu sangat ditentukan patronnya siapa? Kalau kebijakan umumnya patronnya itu merujuk kepada Amerika, apapun bentuk Simpatinya, apapun bentuk aksinya itu pastilah tidak sampai pada tingkat yang mengancam keberadaan entitas penjajah Yahudi. Termasuk milisi-milisi seperti Houti dan sebagainya termasuk Hizbullah misalkan. Ini yang harus kemudian dierhatikan.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan Amerika itu terkadang dia memberikan jalur perlawanan terhadap kebijakan dia, tapi jalur perlawanan yang bisa dikendalikan oleh Amerika. Ini strategi umum Amerika. Dalam kasus Suriah, seolah melawan tetapi bisa dikendalikan. Jadi strategi Amerika harus dibaca/dilihat seperti itu, jadi jalur perlawanan dibuat tapi jalur perlawanan yang dikendalikan oleh mereka. Contoh, ketika terjadi Arab spring, Amerika menginisiasi pembentukan kelompok oposisi. Kelompok oposisi itu tampak melawan Basar Asad, sementara Basar Asad itu berada dalam kontrol Amerika. Nah kenapa kemudian Amerika mendesain munculnya kelompok oposisi ini? Kalaupun ada perubahan, kalaupun ada perlawanan terhadap yang ada, itu tetap dalam kendali Amerika. 

“Jadi kita tidak cukup dengan melihat ini kan perlawanan gitu. Kurang apa Amerika terhadap Iran kan gitu. Amerika mengatakan Iran itu poros setan dan sebagainya. Kurang apa Iran terhadap Amerika gitu kan menyebut Amerika itu musuh Besarnya tapi dalam kebijakan-kebijakan, Iran itu kerap kali justru sejalan dengan kepentingan Amerika. Siapa negara yang pertama kali mendukung negara boneka Irak yang dibentuk oleh Amerika setelah pendudukan mereka di Irak itu? Ira! Siapa negara yang pertama kali mendukung rezim boneka Afghanistan Hamid karze itu? Iran gitu. Siapa yang kemudian mempertahankan basar Asad di Suriah? Karena Amerika masih berkepentingan juga mempertahankan basar Asad itu? Iran. Jadi kalau kalau kita lihat dalam masalah politik ini, kita jangan melihat selalu sebatas apa yang di depan mata kita tapi harus melihat juga ada sesuatu yang dibalik dinding begitu. Ini ini penting ya,” pungkasnya. []Rasman

0 Komentar