Spirit Kemanusiaan vs. Akidah



MutiaraUmat.com -- Persolanan pendudukan yang terjadi di Palestina jika menggunakan spirit kemanusiaan memandangnya, tentu solusinya mentok pada bantuan obat-obatan dan uang, padahal tidak hanya itu yang dibutuhkan kaum Muslim di sana. Jika melihat permasalahan di Palestina, mereka membutuhkan perlindungan dan penjagaan nyawa mereka dari kebiadaban dan kebrutalan kaum zionis Yahudi. Oleh karena itu ada beberapa catatan sebagai berikut.

Pertama, umat Islam hari tidak mampu menolong saudaranya di Palestina karena sekat-sekat nasionalisme. Walhasil umat Islam tersekat dan tidak bisa memberikan bantuan sepenuhnya terhadap umat Islam di Palestina. Kedua, para pemimpin-pemimpin negeri Muslim, mereka diam. Mereka lebih takut terhadap Israel daripada Allah SWT. Mereka tahu, di balik Israel ada Amerika Serikat dan sekutunya, sehingga mulut mereka bisu, tangan mereka terborgol, mata mereka buta, dan telinga mereka tuli melihat kesengsaraan kaum Muslim di Palestina. 

Ketiga, umat Islam harus memahami akar permasalahan yang terjadi di Palestina sehingga mampu menemukan solusi yang hakiki. Sesungguhnya, hal ini mampu menyentuh pemikiran dan perasaan umat Islam, karena masalah Palestina harus dipandang dari sudut pandang akidah, tidak hanya soal kemanusiaan saja. Namun, yang terjadi di Palestina adalah perebutan tanah suci milik kaum Muslim. 

Keempat, umat Islam harus sadar menjaga dan membela tanah di Palestina adalah bagian dari konsekuensi iman. Oleh karena itu, umat Islam harus memahami bahwa mereka butuh pertolongan secara fisik agar terbebas dari penjajahan entitas Yahudi. Kelima, solusi hakiki permasalahan Palestina tidak lain dan tidak bukan adalah dengan hadirnya kembali institusi politik khilafah Islamiah yang menyatukan kaum Muslim di seluruh dunia dan memobilisasi militer untuk membebaskan Palestina. 

 وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Al-Imron: 103). 

Memandang masalah Palestina harus menggunakan pendekatan akidah, tidak hanya soal kemanusiaan, karena tidak ada yang bisa memanusiakan manusia kecuali syariat Islam yang diterapkan karena dorongan akidah Islam.[] 

Ika Mawarningtyas
Direktur Mutiara Umat Institute 

0 Comments