Sistem Demokrasi Lahan Subur Terjadinya Penistaan Agama


MutiaraUmat.com -- Maraknya penistaan agama yang terjadi saat ini, Direktur Siyasah Institute Ustaz Iwan Januar mengatakan bahwa sistem demokrasi lahan subur terjadinya penistaan agama.

“Sistem demokrasi ini lahan subur terjadinya penistaan agama dan menjadikan agama sebagai bahan candaan sebagai konten dalam komedi,” ujarnya di acara Kabar Petang Live dengan tema Kelakar Zulkifli Hasan Soal Shalat Tuai Polemik, di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (20/12/2023)

Menurut Ustaz Iwan, politisi sekarang menjadikan agama sebagai komoditas kampanye dan politik. Padahal, para politisi sebetulnya tidak suka agama dijadikan politik, tetapi malah menjadikan agama sebagai bahan lawakan, candaan dan sebagainya.

“Dalam konteks politik Pilpres, katanya jangan bawa-bawa agama dalam politik, tetapi malah menjadikan agama sebagai bahan candaan. Dalam demokrasi ini memang ada yang namanya freedom for speech bebas untuk berpendapat,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, di Amerika Serikat (AS) Tuhan pun bisa dijadikan bahan candaan oleh mereka.

"Sedangkan umat Islam sudah mempunyai komitmen terhadap syariah Islam, ketaatan kepada agama, itu yang harus jadikan pegangan sebagai Muslim dan jangan terbawa dengan suasana yang ada," lugasnya.

Cuma memang, katanya, dalam sistem Demokrasi ini, siapa yang bisa mencegah? kerena kadang-kadang sering kali kalau pelakunya tokoh, pelakunya orang besar, orang yang dia punya kedudukan, dia punya backing apalagi partai segala macam, biasanya lolos saja dari jerat hukum.

“Namun, kalau pelakunya misalnya cuma komika, bisanya kan langsung kena atau biasa netizen dia bikin status di medsos langsung kena, tetapi kalau pelakunya kemudian orang-orang tertentu yang dia punya kolega para pejabat, partai segala macam, ini yang kemudian sering kali lolos. Jadi cukup dengan permintaan maaf kemudian selesai,” terangnya.

Oleh karena itu Ustaz Iwan menyampaikan, sebagai Muslim harus ngaji, harus mengkaji agama dengan serius, dengan sungguh-sungguh dan kemudian jadikan agama sebagai sesuatu hal yang sakral atau suci. Al-Qur’an djadikan sebagai tuntunan bukan tontonan, jadikan sebagai panduan bukan hiburan.

"Umat Islam harus menjaga lisan, karena selamatnya manusia ketika dia menjaga lisan, jangan karena ingin terkenal ingin viral, ingin didukung rakyat dan segala macam, menjadikan agama sebagai konteks candaan," pesannya.

Maka, menurutnya, memang sistem demokrasi ini yang di dalamnya ada freedom for speech itu sudah saatnya kemudian kita harus diubah.

"Kita harus hentikan sistem demokrasi dan jangan mempertahankan sistem seperti ini dengan alasan,  kan bagus dan sebagainya,” tutupnya. [] Aslan La Asamu

0 Comments