Merdeka Belajar Mengubah Paradigma Guru dan Generasi

MutiaraUmat.com -- Tanggal 25 November kita selalu memperingati Hari Guru Nasional sejak tahun 1945, dan ditetapkan berdasarkan Keppres No78 tahun 1994. Artinya tahun ini merupakan peringatan yang ke-78. Tujuan dari peringatan tersebut adalah sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada guru yang telah berkontribusi untuk masa depan bangsa. Kali ini pemerintah merayakan Hari Guru Nasional dengan tema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar"
Tirto.id.(25/11/2023)

Maksud dari tema tersebut adalah mengajak kepada  seluruh lini masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas serta menerapkan konsep merdeka belajar dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Artinya masyarakat ikut andil dalam layanan pendidikan, alias gotong royong yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Yang wajib memberikan jaminan dan fasilitas terbaik dalam layanan pendidikan untuk bisa mencetak generasi bangsa adalah negara. Karena pelayanan  pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok, serta menjadi modal utama dalam membangun peradaban.

Kemudian makna dari "Merdeka balajar" adalah agar murid dan guru memiliki kebebasan dalam berfikir dan berekspresi, mandiri dan kretif. Konsep tersebut digagas oleh Mentri Pendidikan dan Kebudyaan, Nadiem Makarim. Dengan konsep merdeka belajar  harapannya dapat menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Dengan asas kebebasan, mampukah melahirkan generasi yang berkualitas?

Mustahil, karena kebebasan dalam membangun minat dan karakter siswa tanpa mengetahui batasan yang jelas, akan sangat mudah terpengaruh oleh pemikiran asing dan budaya yang akan merusak generasi serta akan melenyapkan pemahaman Islam. Karena tanpa memiliki dasar akidah yang kuat, layanan pendidikan akan berorientasi pada materi yang mempunyai tolak ukur untung rugi.

walhasil, dengan konsep tersebut akan semakin memperkuat liberisasi pendidikan di negeri ini. Sehingga tidak heran jika output pendidikan saat ini tidak sesuai harapan justru malah semakin rusak dengan minim akhlak dan healthy mental. Faktanya sering kita dengar berita tentang anak-anak menjadi pelaku kejahatan seperti mencuri, membully bahkan sampai membunuh. Naudzubillahi mindzalik.

Sungguh tidak mudah menjadi guru dengan seabrek tugas dan tanggung jawabnya ternyata tidak sebanding dengan apresiasi yang mereka dapatkan. Misal, banyak guru yang mengabdi puluhan tahun tapi tidak lulus tes. Artinya mereka tetap sebagai guru honorer yang gajinya tidak seberapa , malah tak jarang gajinya tidak keluar hingga berbulan-bulan. 

Jadi wajar saat ini banyak guru yang tidak sejahtera sehingga mencari usaha sampingan. Malah ada yang terjebak dalam pinjaman online. Gaji mereka kecil tapi tugas dan tanggung jawab mereka sangatlah besar. Sungguh sangat disayangkan sampai saat ini kehidupan guru masih belum mendapatkan perhatian khusus dari negara.

Ini hanya salah satu problem guru. Selain pada pembiayaan pendidikan dan infastruktur yang baik juga pada sistem pendidikan yang optimal. Sehingga sulit untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas karena bercampurnya pemikiran sekuler kapitalisme yang kita adopsi.

Berbeda jauh dengan konsep Islam. Islam sangat memuliakan guru, karena guru adalah pelaku utama dalam menggerakkan perubahan. Guru adalah orang-orang yang mendapat perhatian khusus dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah:11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan".

Kemudian Nabi SAW juga menyampaikan,

كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

"Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fiqih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak". (HR Bukhari).

Islam mampu memberikan apresiasi terbaik bagi semua guru atau pengajar dengan gaji yang besar, sehingga bisa mendukung perekonomian mereka. Bukan cuma itu, dari segi keamanan dan kesehatanpun akan terjamin dalam naungan sistem Islam.Yaitu Khilafatur Rasyidah 'ala minhajin nubuwah

Dan sebagai bentuk penghormatan kepada semua guru, mari bersama-sama kita haturkan do'a terbaik untuk semua guru, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan dunia akhirat. Agar ilmu yang kita dapatkan bermanfaat. Salam ta'dzim pada semua guru.[]

Oleh: Muflihatul Chusnia
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar