Inilah Strategi Islam Mewujudkan Guru Berkualitas

MutiaraUmat.com -- Pemerhati Generasi, Ustazah Noor Afeefa, S.Si. menjelaskan strategi Islam dalam mewujudkan guru yang berkualitas. 

"Pertama,  landasan dalam membuat kebijakan. "Bahwa harus bisa memandang pendidikan itu sendiri dengan benar, jangan sampai keliru paradigma tentang guru, paradigma tentang pendidikan harus lurus, pendidikan ini sebuah kebutuhan, kebutuhan pokok masyarakat yang dia harus diwujudkan tidak bisa dikomersialkan tidak bisa juga dipandang rendah," ungkapnya dalam acara Refleksi Hari Guru: Kualitas Guru Antara Harapan dan Kenyataan, Muslimah Bicara Eps. 160 di kanal YouTube Muslimah Media Center, Sabtu (2/12/2023).

Maka dengan demikian menurutnya, guru harus dipandang sebagai pihak yang paling menentukan, apakah masyarakat ketika dia mendapatkan pendidikan, dia akhirnya mampu menjadi manusia yang diharapkan.

"Kedua, terkait dengan tata kelola guru yang benar. Dengan paradigma yang benar, nantinya menjadikan tata kelola guru ini akan include dalam sistem pendidikan Islam. Dua hal penting tersebut akan diadopsi oleh negara. Negara nanti akan membuat berbagai kebijakan untuk mewujudkan tata kelola guru yang benar dengan landasan akidah Islam," jelsnya. 

Dia mengatakan bahwa pendidikan guru harus difungsikan sebagai media untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Karena itu, negara harus melakukan upaya untuk menghasilkan guru berkualitas. 

Menghasilkan Guru Berkualitas 

Pertama, negara harus bisa membuat dan menyediakan kurikulum yang benar. Hal ini sudah sering disinggung bahwa salah satu faktor pemicu stress guru adalah kalau kurikulum sering berganti. Artinya, hal paling penting dilakukan negara adalah harus memastikan kurikulum yang diadopsi adalah kurikulum yang shahih, tidak berganti-ganti. 

"Kurikulum yang lagi-lagi harus berdasarkan pada paradigma pendidikan yang benar, Karena itu kurikulumnya harus berasaskan pada akidah Islam. Ini akan sangat membantu guru dalam mengimplementasikan apa yang harus diajarkan ke anak-anak. Ini sangat jelas, bahkan kalau kita baca secara jangka panjang, andaikan negara itu mampu menetapkan kurikulum yang shahih itu, tidak hanya membantu guru memudahkan mencetak generasi yang benar dan baik, tetapi juga dipastikan ketika generasi yang tercetak itu baik dan mereka  juga bisa menjadi calon-calon guru masa datang," terangnya. 

Kedua, negara harus menetapkan standar kompetensi yang tepat. "Kalau ingin anak didik kita terlahir orang-orang bersyakhsiyah Islam, mereka punya kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, maka harus dipastikan gurunya harus mampu kesana. Jadi tidak absurd seperti saat ini.

"Oleh karena itu, negara harus menetapkan standar kompetensi guru yang tepat karena itulah yang akan menjadi standar dalam penentuan kelulusan orang-orang yang memang ingin menjadi guru. Karena itu nanti negara harus membuat lembaga pendidikan pencetak guru dikelola dengan benar dengan kurikulum pendidikan tinggi yang benar," jelasnya.

Ketiga, negara harus memberikan layanan pendidikan yang tepat dengan memberikan sarana prasarana yang mendukung tugas guru. Ini yang kemarin juga dikeluhkan oleh guru, bahkan presiden sempat menegur tentang ketimpangan sarana prasarana.

"Ya, wajar memang ditegur, karena persoalan sarana prasarana ini sangat vital bagi guru untuk bisa menjalankan tugasnya," tegasnya. 

Ia mengatakan, guru itu mengajar memang butuh sarana. Sarana tidak cuma bicara, tetapi kebutuhan ajar yang apalagi saat ini ketika dunia digital sudah begitu maju, seharusnya bisa memanfaatkan digital untuk penyampaian materi-materi ajar. Nah, bagaimana jika sarana prasarana itu tidak memadai, bahkan mereka ada yang malah sibuk mengurus bagaimana menyelamatkan siswa dari bangunan sekolah yang roboh?

"Guru berkualitas harus didukung oleh sarana prasarana yang mendukung. Apa yang harus dilakukan negara agar guru itu berkualitas yaitu kesejahteraan atau tunjangan atau gaji yang layak pada guru. Jadi, negara harus memberikan tunjangan yang layak bagi guru, jangan sampai guru mengeluh karena persoalan ekonomi karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok, padahal bagaimana dia bisa melaksanakan tugas dengan baik kalau dia masih bingung," imbuhnya.

Keempat, guru itu harus diberikan lingkungan yang baik. Dan ini menjadi tugas negara untuk memberikan support sistemnya baik dari sisi politik, ekonomi, dan dari sisi anggaran. Jadi, anggaran juga harus cukup dan yang terpenting lagi bagaimana negara membuat susasana yang baik agar sentral pendidikan menentukan bagaimana output pendidikan itu nanti terjadi harus terwujud atau dikondisikan dengan baik oleh negara.

"Jadi negara harus bisa menyiapkan masyarakat yang kondusif. Menyiapkan keluarga yang kondusi juga. Sehingga, tugas guru nanti akan lebih ringan. Jadi di situ nanti juga guru akan mampu mengupgrade dirinya. Guru juga akan berfungsi dengan baik," pungkasnya," [] Alfia Purwanti

0 Komentar