Zionis Yahudi Ancam Bom Nuklir Palestina, Pamong Institut: Mengancam Perdamaian Dunia


MutiaraUmat.com -- Merespons pemberitaan tentang Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu yang mengeluarkan ancaman akan membombardir Gaza dengan nuklir, Direktur Pamong Institute Ustaz Wahyudi al-Maroky mengatakan hal itu merupakan ancaman bukan hanya bagi warga Palestina saja, tetapi mengancam perdamaian dunia.

"Ini ancaman bukan ke warga Palestina saja, tapi ini sudah mengancam terhadap perdamaian dunia. Dan pasti nuklir itu memberi dampak yang luas dan bisa memicu perang yang lebih besar. Saya pikir pemicu besar utamanya bukan penduduk Gaza, bukan umat Islam tetapi teroris zionis laknatullah itulah teroris yang sejati di bekingi oleh Amerika dan Inggris," tegasnya dalam acara diskusi Teror Bom Nuklir dari Zionis Yahudi Ancam Perdamaian Dunia dan Genosida Palestina di YouTube Bincang Bersama Sahabat Wahyu, Rabu (8/11/2023). 

Menurutnya, penting untuk menjelaskan kepada publik bahwa Zionis Yahudi itu tidak sendirian. Ada Amerika dan Inggris yang setia ada di belakangnya. Maka, menurutnya, tak heran para penguasa muslim tidak berdaya untuk menolong Palestina karena berada dalam tekanan dua negara besar tersebut. 

Padahal, lanjutnya, negeri-negeri Muslim yang berada di sekitar Palestina punya kekuatan yang memadai dari segi militer, sehingga sebenarnya bisa saja mengerahkan pasukan militernya. Akan tetapi, imbuhnya, upaya itu akan terhalang hegemoni Barat. 

"Saya ingin mengingatkan kepada penguasa dan pemimpin negeri Muslim. Semuanya punya kewajiban yang sama menghentikan kebiadaban Zionis Yahudi laknatullah. Jangan sampai akhirnya mereka menggunakan bom nuklir. Dan sebelum itu terjadi, maka kerahkanlah kekuatan kalian baik di negeri-negeri Timur Tengah yang memiliki pasukan dan kekuatan harusnya bisa mencegah tindakan keji dan kebiadaban Zionis Yahudi laknatullah untuk tidak semakin luas," ujarnya

Menurutnya, saat ini Palestina tidak butuh kecaman, melainkan seharusnya ada tindakan nyata, seperti mengirim bala tentara untuk membantu saudara Muslim di sana. 

"Jadi tidak cukup mengecam, tidak cukup memberikan bantuan pangan, obat-obatan. Tapi, hentikanlah orang yang membuat kerusakan itu, yang membuat orang luka dan harus diobati, yang membuat orang yang akhirnya lapar dan harus dibantu makan, membuat orang lain meninggal dan harus kita bantu dengan kain kafan. Mestinya bantuan itu bukan sekadar dengan kain kafan, makanan, obat-obatan tetapi kirimlah pasukan supaya bisa menghentikan tindakan-tindakan yang mengakibatkan adanya kematian dan kerusakan yang lebih jauh lagi," tegasnya.

Wahyudi menegaskan bahwa hanya penguasalah yang mampu menghentikan tindakan biadab Zionis Yahudi. Sebab, menurutnya, penguasalah yang punya peralatan lengkap, mulai dari senjata, pasukan tentara, hingga pesawat tempur. Terlebih lagi, penjajah Yahudi sudah makin brutal hingga mengancam akan melakukan pengeboman dengan bukan bom biasa lagi, tetapi menggunakan bom nuklir. 

"Oleh karenanya, jangan buang-buang waktu dan jangan ragu karena pasti Allah akan meminta pertanggungjawaban kalian yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, tetapi tidak digunakan untuk membela saudara-saudaranya, termasuk membiarkan terjadinya kezaliman yang lebih besar di muka bumi ini. Kalau betul-betul bom nuklir digunakan, maka yang paling bertanggung jawab paling besar adalah para penguasa pemimpin yang punya kekuasaan, yang tidak mau menggunakan tentaranya untuk menghentikan Zionis laknatullah," tegasnya.

Islam Tidak Anti-Yahudi

Menurut catatan sejarah, Wahyudi menjelaskan bahwa tabiat orang Yahudi selalu membuat kerusakan di muka bumi, bahkan Al-Qur'an membenarkan hal ini. Di sisi lain, lanjutnya, peristiwa yang tak terlupakan juga terjadi, yakni pembantaian etnis Yahudi oleh politisi Jerman Adolf Hitler. Menurutnya, dalam peristiwa tersebut terlihat betapa Hitler sangat membenci dan anti-Yahudi. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa di setiap zaman tabiat Yahudi memang bertindak sesuka hati dan membuat kerusakan.

"Saya pikir kita bukan anti dia (Yahudi), tapi dia harus dikontrol. Persoalan berikutnya adalah yang mengontrol saat ini tidak ada. Justru mereka yang mengendalikan penguasa-penguasa, baik di Arab maupun di Barat, sehingga kita bisa melihat penguasa-penguasa di Timur Tengah, di Arab itu tidak memberikan respons yang cukup terhadap kebrutalan Zionis Yahudi ini. Bayangkan, sudah lebih dari 10.000 nyawa yang hilang seolah menutup mata dan tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan kebiadaban ini," ungkapnya.

Dengan demikian, menurutnya memang harus ada penguasa atau pemimpin yang mampu mengontrol Yahudi supaya tidak membuat kerusakan lebih jauh lagi. 

"Hari ini tidak ada penguasa, baik di negeri-negeri Muslim maupun Barat yang mengontrol mereka sehingga mereka sesuka-sukanya. Kalau dulu di zaman Nabi, di Madinah itu dikontrol, dibuat perjanjian. Jadi, begitu mereka melanggar, membuat kekacauan, dan membuat kerusakan di tengah-tengah masyarakat, maka mereka diusir dari Kota Madinah, bahkan ada juga yang dihukum. Nah, ini menurut saya yang tidak ada sekarang. Jadi, tidak ada pemerintah yang mau menghukum mereka ini," ujarnya. 

Wahyudi prihatin dengan kondisi saat ini, terlebih mengingat betapa berharganya nyawa seorang muslim di hadapan Allah. Ia mengutip sabda Rasulullah saw., "Di sisi Allah, hilangnya nyawa seorang muslim lebih lebih besar perkaranya dari pada hilangnya dunia. Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak."

"Hari ini ada 10.000 nyawa dan tidak ada yang peduli dengan itu, tidak ada yang melakukan langkah yang untuk menghentikan kebiadaban zionis Yahudi ini. Bahkan, sekarang dia meningkatkan ancamannya. Kalau genosida sudah dilakukan, sudah membunuhi anak-anak dan juga wanita, ini bukanlah perang. Kalau perang itu, kan, pasukan berhadapan dengan pasukan," jelasnya.

"Justru ini sengaja targetnya ke anak-anak dan ibu-ibu, sehingga ini targetnya pembersihan etnis dan hal itu sudah disebutkan oleh mereka. Mereka ingin membersihkan. Dan terakhir, ide gila atau ide tidak waras tadi, ingin menjatuhkan bom atom atau bom nuklir sebagai salah satu opsi untuk melakukan pembersihan etnis atau genosida di Gaza. Saya pikir ini harus dihentikan," tandasnya. [] Tenira

0 Komentar