Ocehan Netizen Membuat Stres Zionis


MutiaraUmat.com -- Ustaz Rizqi Awal Founder Dakwah Islamid mengatakan, ocehan netizen membuat stres Zionis, sehingga mereka memblokir dan memprivatisasi akun-akunnya.

Netizen Asia Tenggara, khususnya Indonesia menyerbu akun-akun tentara Zionis dengan ocehan pedas. sehingga semua akun yang dimiliki oleh tentara-tentara Zionis diprivatisasi. 

“Mereka sangat tertekan, akun mereka tiba-tiba dipenuhi spam-spam, dalam bentuk private masage atau komentar- komentar di post-post mereka,” jelasnya di Fokus Live Streaming: Krisis Palestina: War in Media? Ahad q(19/11/2023) di kanal YouTube UIY Official.

Bentuk perlawanan netizen Indonesia semakin kreatif. “Ada semacam anekdot kalau hidup kalian itu merasa tidak berguna, sebenarnya ada yang lebih tidak berguna daripada hidup kalian itu. Mereka menampilkan bagaimana ketidak bergunaan United Nations selaku PBB,” papar Rizky.

Rizky mengungkapkan, netizen Indonesia itu luar biasa, berperingkat pertama paling cerewat di dunia. Akun komik tekotok yang biasanya membahas lucu-lucuan remaja, malah membicarakan tentang masalah Palestina dan mengangkat pembicaraan ini ramai sekali di sosial media. Mereka menggambarkan, menyadarkan Muslim untuk membela rakyat Palestina.

Pembatasan Sosmed

Ia menyampaikan, Zionis melakukan pembatasan konten terkait isu Israel dan Palestina. Ada beberapa konten yang di band di youtube, termasuk U chanel dan media umat. Memang tidak bisa dielakkan, youtube khususnya google dan Meta melakukan upaya ketat pemilihan dan pemilahan konten-konten yang berbau Palestinan dan Israel.

“Namun tipikal orang netizen itu pintar, diblok aksesnya asal bisa akses pakai akun lain, mereka tetap menyimak dan perang di sosial media. Itu berpengaruhi sekali terhadap minat anak muda, khususnya di Amerika anak muda dengan usia 16 sampai 24 tahun lebih Pro kepada Palestina, sementara usia diatasnya itu pro Yahudi Zionis Pro Israel,“ papar Rizky.

Ia menyambung, sekuat apapun pembatasan aplikasi, ada kelemahannya. Manfaatkan kelemahan-kelemahan ini, untuk bisa tetap mengopinikan isu-isu Pro Palestin, pro kepada kaum Muslimin di Palestina dan isu-isu tentang persatuan umat.

“Sosmed itu mau enggak mau, enggak bisa dibantah , bagaimana dukungan umat, dukungan kaum muslimin kepada masyarakat Palestina, bahkan isunya tidak lagi membicarakan bagaimana mengirimkan bantuan dana, tetapi menyerukan mengirimkan pasukan militer untuk membantu rakyat Palestina,” tegasnya.[]Yesi

0 Komentar