Pelucutan Senjata Hamas hanya Strategi AS dan Zi*nis Isr4el


MutiaraUmat.com -- Dilansir oleh kantor berita AFP (31/7/2026), Trump mengumumkan pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza sebagai langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng. Untuk menuju perdamaian yang langgeng maka AS mengumumkan untuk pelucutan senjata tetapi pelucutan senjata hanya untuk Palestina tetapi bukan untuk Israel dan biar mereka mudah untuk mengalahkan Palestina. Mereka biar mudah untuk menyerang karena Palestina sudah tidak punya senjata secara tidak langsung itu memudahkan Israel untuk menyerang Palestina. Hal itu merupakan misi AS untuk membohongi Palestina.

Setelah selesai pelucutan senjata, tentara zionis Israel diminta mundur dari Gaza dan pasukan Stabilitas Internasional akan bekerja sama dengan polisi Palestina yang baru untuk mengambil alih tanggung jawab atas Gaza. Semua itu terjadi karena adanya BoP yang melemahkan Palestina. Karena walaupun sudah pelucutan senjata tetapi Israel masih tetap menyerang Palestina. Maka dari itu sebelum pelucutan senjata seharusnya senjata Israel yang dilucuti dulu biar Palestina benar-benar aman dari serangan Israel. Karena selama ini antara Israel dan AS sama-sama tidak dapat dipercaya karena kedua-duanya selalu mengingkari janji. Jangan mudah percaya dengan janji mereka karena mereka selalu mengingkari janjinya. Maka kita bisa mengambil pelajaran dari sini bahwa orang-orang ini tidak dapat dipercaya dan kita harus tetap berhati-hati dan waspada. Serangan zionis Israel tetap berlanjut sekalipun Hamas sepakat pelucutan senjata. 

Pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza sejatinya merupakan siasat AS dan Zionis Israel melalui BoP untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina. Pemikiran tolak BoP hari ini mulai hilang, karena itu umat harus diingatkan lagi bahwa bergabung dengan BoP sama dengan menyerahkan Gaza pada mulut harimau (zionis Israel dan AS), sementara Hamas dan kelompok bersenjata dilucuti.

Dilihat dari sini jelas bahwa AS dan zionis merupakan kerja sama yang sangat nyata untuk menyerang Palestina sebab Palestina sangat sulit untuk dikalahkan dan terlalu kuat tidak dapat diajak kerja sama dan akhirnya AS membuat cara lewat BoP yang melemahkan pihak Palestina dan mendukung pihak Zionis Israel.

Pelucutan senjata bukan solusi bagi perdamaian, keamanan, dan pembebasan Gaza. Penjajahan, perampasan tanah dan genosida atas Gaza akan terus dilakukan oleh zionis Israel. Faktanya pembangunan New Gaza terus berlanjut menggunakan aktor lokal supaya diterima. Bahkan propaganda yang disuarakan "demi penyelamatan penduduk Gaza". Kenapa tidak dari dulu? Karena dari dulu tidak ada upaya untuk membantu atau menyelamatkan Palestina. AS selalu membela Zionis Israel karena AS merasa persenjataannya kurang kuat maka mereka membentuk BoP dengan tujuan untuk memerdekakan Palestina padahal itu untuk kepentingan AS.

Kehadiran pasukan stabilitas Internasional tidak bisa memecahkan permasalahan antara Palestina dengan Zionis Israel tetapi tidak ditujukan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Dari sini sudah bisa dilihat kalau AS tidak dapat menyelesaikan masalah tetapi malah memperkeruh keadaan Palestina.

Sungguh, umat harus sadar akan bahaya AS dan Zionis Israel, mereka terus membuat siasat baru untuk melanggengkan penjajahan atas Palestina. Saat ini banyak umat yang belum paham bahwa AS dan Zionis itu sangat-sangat berbahaya karena mereka berusaha untuk merusak negeri-negeri Muslim. Dan semua tipu daya dimasukkan di setiap negara. Jika negara itu menolak akan diancam atau tidak mau diajak kerja sama. Sehingga negara-negara yang ada takut untuk tidak diajak kerja sama.

Mendorong umat agar terus melakukan kritik dan koreksi atas pengkhianatan pemimpin negeri-negeri Muslim yang bersekutu dengan AS dan BoP-nya. Jika ada orang yang mengkritik dianggap aneh pada saat ini. Dan ada yang bilang 'mek opo negoro kok dipikir, sudah ada yang memikirkan, itu urusan negara bukan urusanku'. Padahal kalau negara salah bertindak maka yang menjadi korban adalah rakyat atau umat.

Kita berkewajiban untuk memahamkan umat dan mendorong umat untuk terus berjuang menyatukan umat Islam di seluruh dunia karena sebagai orang Islam banyak yang belum paham dengan agama yang dianut. Dan mereka masuk Islam hanya karena keturunan bukan pilihan sendiri. Jadi mereka itu malas untuk menjalankan syariat Islam karena biasanya orang tuanya atau lingkungannya juga sama. Maka dari itu di bawah kepemimpinan Khilafah Islam, semua aturan-aturan akan berjalan dengan tegas dan tidak bisa disuap. Hukum akan berjalan sesuai prosedur dan syariat Islam berjalan dengan menyeluruh.

Kita harus meyakinkan seluruh umat Islam bahwa Palestina akan bebas ketika tentara kaum Muslim di bawah komando Khilafah memerangi Zionis Israel. Inilah kemenangan yang ditunggu-tunggu Palestina saat ini dan kita sebagai umat Islam harus memperjuangkan tegaknya khilafah agar Palestina segera terbebas dari genosida Israel.[]


Oleh: Harminah 
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar